Kota Tangerang – Memasuki dunia kerja dan kehidupan profesional, para wisudawan dituntut tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengingatkan hal tersebut saat menghadiri Wisuda Sarjana ke-III Universitas Yuppentek Indonesia di Ballroom Hotel Novotel Kota Tangerang, Sabtu (22/08/2026).
Menurut Sachrudin, pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), serta perubahan kebutuhan dunia kerja membuat kemampuan untuk terus update menjadi modal penting bagi generasi muda.
“Kita harus terus update dan adaptif. Jangan merasa belajar berhenti ketika toga dikenakan. Justru setelah hari ini, tantangan sesungguhnya dimulai,” ujar Sachrudin.
Ia mendorong para lulusan untuk melihat perubahan sebagai peluang, bukan sekadar tantangan. Para sarjana, kata dia, harus mampu mengembangkan kompetensi, berani berinovasi, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
“Kota Tangerang membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mencari peluang, tetapi juga mampu menciptakan peluang. Bukan hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan. Jangan menjadi penonton perubahan, jadilah bagian yang menggerakkan perubahan,” pesannya.
Sachrudin menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang terus membuka ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, kewirausahaan, teknologi, sosial, hingga pelayanan masyarakat.
“Mari bersama membangun Kota Tangerang yang semakin maju dan berdaya saing, namun tetap kuat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan akhlakul karimah,” katanya.
Menutup arahannya, Sachrudin berpesan agar para wisudawan berani melangkah, tidak cepat puas, dan tetap membawa nilai integritas dalam setiap karya.
“Jangan takut melangkah, jangan cepat puas, dan jangan lupa pulang untuk memberi manfaat. Ke mana pun berkarya, bawalah nama baik almamater, keluarga, dan Kota Tangerang. Jadikan ilmu sebagai kekuatan, pengalaman sebagai pembelajaran, dan integritas sebagai pegangan,” pungkasnya.[red]












