Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Ekonomi · 20 Jun 2026 ·

Gekrafs Perluas Jejaring Global, Lantik DPLN Azerbaijan dan Kazakstan dalam Creative Economy Diplomatic Mission 2026


 Gekrafs turut meresmikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Azerbaijan dan Kazakstan sebagai penghubung strategis antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan jaringan global. Foto: ist Perbesar

Gekrafs turut meresmikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Azerbaijan dan Kazakstan sebagai penghubung strategis antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan jaringan global. Foto: ist

Baku, Azerbaijan – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) kembali mencatat langkah strategis dalam membawa ekonomi kreatif Indonesia ke panggung dunia. Melalui rangkaian Creative Economy Diplomatic Mission 2026, Gekrafs berhasil membuka peluang kolaborasi sekaligus membawa komitmen investasi dari Azerbaijan untuk mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif Tanah Air.

Agenda yang berlangsung pada 19–22 Juni 2026 di Baku, Azerbaijan dan Astana, Kazakstan ini menjadi bagian dari misi besar menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban ekonomi kreatif dunia melalui diplomasi, kreativitas, dan kolaborasi internasional.

Dalam rangkaian tersebut, Gekrafs turut meresmikan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) Azerbaijan dan Kazakstan sebagai penghubung strategis antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan jaringan global.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus DPP Gekrafs, di antaranya Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian, Wakil Ketua Umum DPP Gekrafs Laja Lapian, Ketua Koordinator DPLN Osco Olfriady Letunggamu, Ketua Bidang OKK Arifin Ihsan Rismansyah, serta salah satu pengusaha asal Indonesia, Riza Fadli.

Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian, mengatakan bahwa ekonomi kreatif menjadi sektor masa depan karena bertumpu pada kekuatan ide, kreativitas, dan inovasi manusia yang tidak terbatas.

“Ide kreatif sumbernya adalah di kepala dan ide tidak akan pernah habis. Itu yang selalu kita dorong. Dengan adanya Gekrafs Azerbaijan, silakan berkolaborasi dengan Gekrafs, melihat peluang-peluang yang ada dan melakukan hal-hal yang bisa memberikan kebermanfaatan,” ujar Kawendra dalam sambutannya Sabtu, (20/6/26).

Kawendra menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam perkembangan ekonomi kreatif global. Hal tersebut dibuktikan dengan komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian khusus terhadap sektor ekonomi kreatif.

“Saat ini Alhamdulillah kita di Indonesia patut bangga karena menjadi negara pertama yang memiliki Kementerian Ekonomi Kreatif dan Hari Ekonomi Kreatif. Azerbaijan ini menjadi negara ke-12 Gekrafs hadir. Semangat ini harus sama-sama kita kuatkan, mudah-mudahan menjadi langkah bersama untuk terus melakukan kolaborasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Azerbaijan sekaligus Dewan Pembina DPLN Gekrafs Azerbaijan, Berlian Helmy, menilai kehadiran Gekrafs dapat menjadi jembatan penting dalam memperluas hubungan Indonesia dan Azerbaijan, khususnya melalui sektor ekonomi kreatif.

Berlian menjelaskan terdapat sejumlah fokus kerja sama strategis antara kedua negara, yaitu energi, ketahanan pangan, ketahanan air, serta promosi perdagangan, investasi, sosial, dan budaya.

“Elemen keempat ini menjadi perhatian kita. Saya sudah berbicara dengan Ketua Majelis Tinggi Gekrafs bahwa salah satu misi kita adalah menarik sebanyak mungkin investor dari Azerbaijan ke Indonesia, khususnya di bidang ekonomi kreatif,” kata Berlian Helmy.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar melalui generasi muda dan bonus demografi yang dapat melahirkan berbagai inovasi kreatif berdaya saing global.

“Kita sedang memanfaatkan potensi Gen Z dan bonus demografi yang saat ini berjalan. Harapannya inovasi dari Gen Z melalui Gekrafs bisa menghasilkan sesuatu yang lebih konkret dan terukur,” tambahnya.

Berlian juga berharap keberadaan Gekrafs Azerbaijan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku kreatif, komunitas, hingga stakeholder di luar negeri.

“Melalui pendirian Gekrafs di Azerbaijan ini, hadir sebuah wadah yang bisa menginisiasi kreativitas dan ide dari teman-teman, anggota, serta stakeholders yang ada di Azerbaijan untuk berkolaborasi bersama KBRI dalam menjalankan misi tersebut,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPLN Gekrafs Azerbaijan, Rr. Retno Wiyati, juga menyampaikan bahwa kehadiran DPLN Azerbaijan menjadi momentum memperkuat hubungan kreatif antara kedua negara sekaligus membuka peluang lebih luas bagi karya anak bangsa.

“Kami berharap DPLN Gekrafs Azerbaijan dapat menjadi penghubung bagi para pelaku ekonomi kreatif Indonesia untuk memperluas jejaring dan menghadirkan karya-karya Indonesia agar semakin dikenal di tingkat internasional,” ujar Retno.

Melalui Creative Economy Diplomatic Mission ini, Gekrafs membawa misi besar menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban ekonomi kreatif dunia. Gekrafs meyakini ekonomi kreatif menjadi salah satu kekuatan utama masa depan Indonesia melalui inovasi, kreativitas, serta kolaborasi global.

Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan official collaborator Bank BNI, serta didukung oleh Telkomsel, dan KBRI Azerbaijan.[red]

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Waka DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Pastikan Aspirasi Mahasiswa Segera Peroleh Solusi Nyata

19 Juni 2026 - 23:36

Gubernur Banten Andra Soni Beri Dukungan Semangat ke Timnas Futsal U-17

18 Juni 2026 - 17:46

Anggota DPRD Banten H.Rifky Hermiansyah Dampingi Presiden Pertemuan Bilateral dengan Presiden Jerman

17 Juni 2026 - 19:59

Gekrafs Buka Akses Perlindungan untuk Jutaan Pelaku Ekonomi Kreatif Lewat Kerja Sama dengan BRINS

17 Juni 2026 - 19:01

Annisa Mahesa Minta Kemenkeu Buktikan Return Investasi Coretax Terhadap Target Penerimaan Pajak 2027

15 Juni 2026 - 23:24

Kasus Pencemaran Cisadane, Menteri LH: Kita Berada Dipihak Temen-temen Komunitas Cisadane, Pihak yang Benar

15 Juni 2026 - 05:46

Trending di Nasional