Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Nasional · 11 Mei 2026 ·

Primaya Hospital Kelapa Gading Perluas Layanan Jantung Modern dengan Ablasi Tanpa Radiasi


 Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Prof. Yenn-Jiang Lin, MD, PhD, dan dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA saat live case tindakan pertama. Foto: ist Perbesar

Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Prof. Yenn-Jiang Lin, MD, PhD, dan dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA saat live case tindakan pertama. Foto: ist

Teknologi 3D mapping tanpa X-Ray memungkinkan tindakan aritmia lebih aman, presisi, minimal invasif, dan membuka akses layanan jantung advanced tanpa perlu ke luar negeri

Jakarta, – Primaya Hospital Kelapa Gading secara berkelanjutan memperluas layanan Cardiac & Vascular Center dengan menghadirkan teknologi ablasi jantung tanpa radiasi (non-fluoroscopic cardiac ablation), inovasi penanganan gangguan irama jantung (aritmia) menggunakan sistem 3D electro-anatomical mapping tanpa ketergantungan pada paparan X-Ray.

Teknologi ini memungkinkan dokter memetakan anatomi dan jalur listrik jantung secara real-time sehingga tindakan dapat dilakukan lebih presisi, minimal invasif, dan lebih aman bagi pasien maupun tenaga medis.

Teknologi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan “Live Case – Hands on Non Fluoroscopic Ablation Course” yang menghadirkan tim dokter spesialis jantung Primaya Hospital Kelapa Gading, yaitu Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA; dr. Budi Ario Tejo, Sp.JP(K), FIHA; dan dr. Ridwan Rasyid Waliyuddin, Sp.JP(K), FIHA. Kegiatan ini dibuka oleh dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Primaya Hospital Tangerang sekaligus perwakilan dari Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS) serta berkolaborasi dengan Prof. Yenn-Jiang Lin, MD, PhD, Direktur Departemen Penyakit Dalam Taichung Veterans General Hospital sekaligus Profesor Fakultas Kedokteran National Yang-Ming University, Taiwan.

Pada sambutannya dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K), FIHA dari Primaya Hospital Tangerang menyampaikan bahwa dirinya sangat mendukung program pengembangan kompetensi dan kolaborasi ilmiah seperti ini.

“Perkembangan teknologi penanganan aritmia bergerak sangat cepat, sehingga kolaborasi antar dokter, rumah sakit, dan pakar internasional menjadi penting untuk memperluas pengetahuan serta meningkatkan kualitas layanan bagi pasien di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang sangat baik untuk menghadirkan penanganan aritmia yang semakin aman, presisi, dan berstandar internasional,” ujarnya.

Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi dan Konsultan Aritmia serta salah satu pengurus Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), menjelaskan bahwa Atrial Fibrilasi (AF) merupakan salah satu gangguan irama jantung yang kini menjadi masalah kesehatan global karena angka kejadiannya yang terus meningkat. Di kawasan Asia Pasifik, diperkirakan terdapat sekitar 50 juta penderita AF, sementara di Indonesia jumlahnya mencapai 3–5 juta orang. Kondisi ini juga sering kali tidak terdeteksi karena sekitar 56% pasien AF bersifat asimtomatik, bahkan hampir 60% pasien tanpa gejala atau baru mengetahui kondisinya setelah mengalami stroke.

“Keluhan jantung berdebar sering dianggap sepele, padahal kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat. Jika keluhan muncul berulang, sebaiknya segera diperiksakan. Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi sangat penting, terutama pada kelompok golden age atau 40–60 tahun,” jelasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa perkembangan terapi aritmia saat ini terus bergerak menuju pendekatan yang lebih aman dan presisi.

“Teknologi terbaru seperti Non-fluoroscopic Ablation dan Pulse Field Ablation memungkinkan tindakan ablasi dilakukan dengan safety profile yang lebih baik sekaligus mengurangi paparan radiasi bagi pasien maupun tenaga medis. Risiko komplikasi berat pada tindakan ablasi juga sangat rendah, yaitu kurang dari 0,2 persen. Kini, layanan terapi jantung advanced tersebut sudah dapat dilakukan di Primaya Hospital Kelapa Gading”, tambahnya.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.Med, CPM, FISQua menegaskan bahwa penguatan layanan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan jantung modern yang komprehensif dan berstandar internasional.

Live case ini bukan hanya menunjukkan teknologi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Cardiac & Vascular Center di Primaya Hospital Kelapa Gading telah memiliki  layanan jantung modern paripurna seperti Angioplasti, PCI, CABG, Ablasi. Ke depan kami ingin terus mengembangkan agar masyarakat mendapatkan akses layanan jantung advanced yang lebih aman, presisi, dan terintegrasi tanpa harus ke luar negeri,” tutupnya.

Melalui penguatan layanan ini, Primaya Hospital Group terus memperkuat perannya sebagai pusat layanan jantung modern yang menghadirkan teknologi medis terkini, keunggulan klinis, serta pendekatan patient-first yang dijalankan dengan ketulusan hati.[red]

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Siapkan Desa Nelayan Modern di Miangas, Dorong Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan

10 Mei 2026 - 02:19

Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Mitra Strategis Pemda Selesaikan Masalah Daerah

4 Mei 2026 - 21:22

Tinjau Gudang Bulog di Lumajang, Mas Kawe Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman

4 Mei 2026 - 14:20

KKP Rampungkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I, Satgas Dikerahkan Percepat Operasional

2 Mei 2026 - 20:12

Jadi Penyebab Kecelakaan Kereta, Kawendra Lukistian Minta Izin Taksi Green SM asal Vietnam Dicabut!

28 April 2026 - 20:15

Giwo Rubianto Wiyogo Soroti Tragedi Kecelakaan, Pertanyakan Keamanan Gerbong Perempuan 

28 April 2026 - 17:23

Trending di Nasional