Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Nasional · 3 Apr 2026 ·

Said Didu Sebut EO Sarang Korupsi, Kawendra: Itu Logika Sesat! EO Adalah Unsur Penggerak Ekonomi Bangsa


 Jajaran Pengurus DPP Gekrafs. Foto: Gung Perbesar

Jajaran Pengurus DPP Gekrafs. Foto: Gung

Jakarta – Pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu yang menyebut industri event organizer (EO) sebagai “sarang korupsi” menuai reaksi dari berbagai kalangan. Kritik tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang selama ini mendorong ekonomi kreatif, UMKM, dan industri berbasis kreativitas sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu menanggapi pernyataan tersebut adalah Anggota Komisi VI DPR RI F-Gerindra sekaligus Ketua Gekrafs, Kawendra Lukistian.

Melalui unggahan di media sosialnya, Kawendra menilai pernyataan Said Didu sebagai logika yang sesat dan berbahaya karena dapat merusak citra industri kreatif, khususnya sektor event organizer yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.

Menurut Kawendra, arah kebijakan Presiden Prabowo justru menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung penciptaan lapangan kerja baru. Karena itu, ia menilai narasi yang menyudutkan industri EO secara menyeluruh bisa berdampak buruk terhadap jutaan pekerja kreatif di lapangan.

“Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya,” kata Kawendra Lukistian dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (3/4/26).

Kawendra menegaskan bahwa industri EO bukan beban anggaran negara, melainkan salah satu sektor yang memberi dampak besar terhadap perekonomian. Ia menyebut kontribusi industri EO terhadap produk domestik bruto mencapai Rp128 triliun.

“Sebuah logika sesat ketika Bang Said Didu dalam sebuah talkshow di salah satu TV mengatakan bahwa industri Event Organizer (EO) adalah sarang korupsi. Industri EO itu bukan beban anggaran, melainkan penggerak ekonomi kreatif,” ujar Kawendra.

Ia juga memaparkan bahwa industri EO melibatkan lebih dari 14.800 UMKM, lebih dari 270 ribu pekerja event profesional, hingga jutaan freelancer yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Kawendra mengatakan pesan Presiden Prabowo yakni negara harus hadir melindungi sektor-sektor produktif yang membuka lapangan pekerjaan dan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat. Menurutnya, industri EO termasuk salah satu sektor yang harus dijaga, bukan justru dilemahkan dengan stigma negatif.

“Kontribusi terhadap PDB sangat jelas Rp128 triliun, UMKM yang terlibat lebih dari 14.800, dan lebih dari 270.000 pekerja event profesional serta jutaan freelancer di industri ini. Artinya industri EO adalah penggerak ekonomi bangsa yang riil,” lanjutnya.

Kawendra bahkan mengaku mempertimbangkan langkah hukum untuk menjaga marwah para pelaku ekonomi kreatif di sektor event organizer.

“Demi menjaga marwah pejuang ekraf di sektor Event Organizer (EO), saya mempertimbangkan meminta Bidang Hukum DPP Gekrafs melaporkan ini secara perdata,” tegasnya.

Pernyataan Kawendra mendapat banyak dukungan dari netizen di kolom komentar. Sejumlah warganet menilai industri EO justru membuka banyak lapangan pekerjaan dan menghidupi jutaan orang.

Tak sedikit netizen yang menilai pernyataan Said Didu terlalu generalisasi dan berpotensi merugikan pekerja kreatif. Mereka berharap industri EO tidak disudutkan hanya karena adanya dugaan penyimpangan di sejumlah kegiatan tertentu.[Agung]

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sufmi Dasco Beri Perhatian Terhadap Dugaan Diskriminasi di SMA Strada St.Thomas Aquino Tangerang

21 Oktober 2026 - 15:38

IHSG Masuk Zona Hijau, Sufmi Dasco Jaga Optimisme Bursa Indonesia: Buy Indonesia

20 Oktober 2026 - 15:02

Bela Aspirasi Perempuan dan Gen Z, Annisa Mahesa Raih Penghargaan Tokoh Perempuan Inspiratif

17 Oktober 2026 - 08:19

Annisa Mahesa Dorong Inklusivitas Penyaluran Program 3 Juta Rumah bagi Petani

10 Oktober 2026 - 17:06

Sufmi Dasco: Setiap Keputusan di Ruang Sidang Harus Terasa Manfaatnya Sampai ke Rumah Warga

9 Oktober 2026 - 21:04

Perpres Ojol Resmi Terbit, Driver Ojol: Terimakasih Pak Prabowo dan Pak Dasco

9 Oktober 2026 - 20:21

Trending di Nasional