Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Banten · 20 Des 2025 ·

Pimpin Rakor Penanganan Banjir Serang, Gubernur Banten Andra Soni Tekankan Kolaborasi Lintas Kewenangan dan Aksi Cepat


 Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati dan Wali Kota Serang usai  memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir di Wilayah Kabupaten Serang dan Kota Serang yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang. Foto: ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati dan Wali Kota Serang usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir di Wilayah Kabupaten Serang dan Kota Serang yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang. Foto: ist

Serang – Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Provinsi Banten harus dilakukan secara terpadu, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan (_stakeholder_) sesuai dengan kewenangan masing-masing. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir di Wilayah Kabupaten Serang dan Kota Serang yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Sabtu (20/12/2025).

​Rapat tersebut dihadiri oleh Wali Kota Serang Budi Rustandi, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banten, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Dedi Yudha Lesmana, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

​”Koordinasi ini kita lakukan lintas sektor. Kita paham setiap lembaga memiliki kewenangan masing-masing, namun penanganan banjir tetap menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Andra Soni.

Aksi Konkret dan Penanganan Darurat

​Gubernur menginstruksikan agar hasil koordinasi segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan. Pemprov Banten bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan balai teknis untuk mengerahkan alat berat ke titik-titik rawan banjir.

​”Malam ini, atau paling lambat besok pagi, alat berat akan dikirimkan ke beberapa lokasi banjir untuk penanganan darurat, sehingga masyarakat bisa segera merasakan dampak penanganan,” tegasnya.

​Andra Soni juga mengingatkan bahwa mitigasi banjir harus dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir, serta didukung oleh perubahan perilaku masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan.

​”Harapan kita, jangan sampai masyarakat mengalami kejadian yang sama secara berulang. Ini tantangan bagi kita yang diberi amanah, dan hari ini kita bersungguh-sungguh melakukan koordinasi agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” tambahnya.

​Dukungan Teknis BBWSC3 dan Dinas PUPR

​Menanggapi arahan Gubernur, Kepala BBWSC3, Dedi Yudha Lesmana, menyatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemkab dan Pemkot Serang untuk memetakan prioritas penanganan.

​”Saat ini sudah diturunkan dua unit ekskavator, satu unit pompa _mobile_, serta material penanganan berupa bronjong dan _geobag_ untuk menutup tanggul-tanggul yang jebol,” jelas Dedi.

​Ia menambahkan, pada tahun 2026, BBWSC3 bersama Pemprov Banten menargetkan penanganan seluruh ruas sungai yang berpotensi menimbulkan banjir dengan dukungan pemerintah daerah setempat.

​Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyampaikan bahwa pihaknya telah merespons cepat instruksi Gubernur dengan menurunkan alat berat.

​”Untuk Kota Serang, hari ini sudah diturunkan satu alat dan malam ini akan dikirim satu lagi ekskavator amfibi. Mudah-mudahan dengan dua alat ini penanganan bisa lebih cepat,” ungkap Arlan.

​Kesiapsiagaan Bencana

​Sebagai langkah antisipasi yang lebih luas, Arlan menginformasikan bahwa Pemprov Banten telah mendirikan posko siaga bencana di lima lokasi strategis, yaitu Serang, Lebak, Pandeglang, Tangerang, dan Malingping.

​Posko tersebut didukung oleh kekuatan 760 personel yang siap dimobilisasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

​”Kolaborasi ini diharapkan dapat segera mengurangi dampak banjir yang dirasakan masyarakat, khususnya di Kota Serang dan Kabupaten Serang,” pungkas Arlan.[red]

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Banten Andra Soni Optimistis Anyer-Carita Kembali Jadi Destinasi Wisata Unggulan

17 Mei 2026 - 19:59

Gubernur Andra Soni: Festival Storytelling Lestarikan Cerita Rakyat dan Bangun Karakter Anak

17 Mei 2026 - 16:56

Berasa Gak? Banten Diguncang Gempa 4,0 Magnitudo

15 Mei 2026 - 10:15

Buka SMI KOMDA Banten Cup II, Gubernur Andra Soni Sebut Disiplin Jadi Kunci Atlet Raih Prestasi

14 Mei 2026 - 19:33

Cegah Banjir, UPTD DAS Cidurian-Cisadane, DPUPR Kota dan Banksasuci Bersihkan Sampah di Kali Ledug 

14 Mei 2026 - 08:44

Korve Banten ASRI, Andra Soni Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah 

13 Mei 2026 - 12:08

Trending di Banten