Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 25 Okt 2025 ·

Gubernur Andra Soni: Pembangunan Jembatan Surian Cegog Sudah 90 Persen, November Sudah Bisa Dilalui


 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah membangun Jembatan Surian Cegog di Kampung Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Foto: TangerangPos Perbesar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah membangun Jembatan Surian Cegog di Kampung Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Foto: TangerangPos

Pandeglang – Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah membangun Jembatan Surian Cegog di Kampung Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.

Jembatan tersebut sebelumnya ambruk pada Oktober 2024 lalu. Pembangunan kembali dilakukan Pemprov Banten sejak Juni 2025 untuk memulihkan akses dan aktivitas masyarakat yang sempat terganggu.

“Pembangunan jembatan itu Pemprov Banten ambil alih dan sejak bulan Juni 2025 kita melakukan pembangunan. Saat ini sudah sekitar 90 persen progresnya tinggal 10 persen lagi. Mohon doa dan dukungannya, karena dengan cuaca seperti ini mudah-mudahan tidak terhambat,” ungkap Andra Soni kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).

Andra Soni menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran hasil efisiensi Tahun Anggaran 2025 sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD.

“Dari anggaran efisiensi itu kami relokasi ke pembangunan jembatan tersebut yang dalam waktu tidak lama lagi akan selesai,” katanya.

Lebih lanjut, Andra Soni menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan bupati Pandeglang untuk menangani kondisi darurat di lapangan. Hal itu menyusul jembatan sementara dari kayu yang hanyut akibat derasnya debit air beberapa waktu lalu.

“Saya telah menyampaikan kepada bupati untuk segera menangani kondisi saat ini, artinya kondisi hujan dan debit air tinggi mungkin diperlukan jembatan sementara atau apa yang penting warga bisa menyeberang dengan aman,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Dewi Setiani menyampaikan, pihaknya telah menurunkan tim dari Dinas Bina Marga untuk melakukan pengecekan terhadap jembatan darurat yang hanyut terbawa arus sungai.

“Hari ini kami telah menurunkan tim dari Bina Marga PU Pandeglang, insya Allah ke depan kami akan berupaya bagaimana agar anak-anak sekolah bisa menyeberang dengan aman,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut kini memasuki tahap pengecoran akhir.

“Pengecoran terakhir itu di akhir bulan Oktober, mudah-mudahan pada November sudah bisa dilewati masyarakat,” katanya.

Arlan menjelaskan, jembatan sementara yang sebelumnya digunakan warga memang hanyut karena curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air meningkat.

Adapun jembatan baru tersebut memiliki panjang 24 meter dan lebar total 4 meter dengan badan jalan 3 meter.

“Pengecoran jembatan ini di akhir bulan Oktober, nanti setelah 7 hari itu bisa dilewati oleh masyarakat untuk pejalan kaki. Namun belum bisa dilalui oleh kendaraan,” ujarnya.

Arlan juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri menyeberang saat debit air tinggi.

“Kepada masyarakat agar untuk tidak memaksakan dan menunggu jembatan baru selesai atau bisa mengambil jalur alternatif lain. Jangan memaksakan jalan ketika debit air tinggi,” pungkasnya.

Sebelumnya beredar video di media sosial yang memperlihatkan perjuangan sejumlah siswa, tenaga kependidikan, dan masyarakat menyeberangi sungai di Kampung Cegog, Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu. Video tersebut direkam tidak jauh dari lokasi pembangunan jembatan yang sedang dikerjakan oleh Pemprov Banten.[red]

Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Fokus Bangun Infrastruktur, Budi Rustadi Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026

8 September 2026 - 21:43

Lindungi Siswa dari Ancaman ISPA Abu Vulkanik, Gubernur Andra Soni Perpanjang PJJ

8 September 2026 - 20:57

Gubernur Andra Soni Ajak Mahasiswa Tingkatkan Kecerdasan Finansial di Era Digital

8 September 2026 - 19:41

Gubernur Banten Andra Soni Sinergi dengan Apersi untuk Penuhi Kebutuhuan Rumah Masyarakat

8 September 2026 - 18:48

Gubernur Andra Soni: Banten Kehilangan Ulama Karismatik, KH Ahmad Fudholi

7 September 2026 - 19:21

Atasi Darurat Sampah, Banten Siap Wujudkan Program PSEL Serang Raya

7 September 2026 - 17:28

Trending di Banten