Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Kota Tangerang Selatan · 18 Apr 2025 ·

Pemkot Tangsel Percepat Penanganan Banjir di Kompleks Maharta dengan Program Pengendalian Banjir Terintegrasi


 Petugas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSABMBK) saat melakukan Pengecekan dan Perbaikan Pintu Air Kali Serua. Foto: ist Perbesar

Petugas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSABMBK) saat melakukan Pengecekan dan Perbaikan Pintu Air Kali Serua. Foto: ist

Kota Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSABMBK) terus mempercepat upaya penanganan banjir di Komplek Perumahan Maharta, Pondok Aren.

Melalui program pengendalian banjir yang terintegrasi, Pemkot Tangsel menargetkan solusi menyeluruh yang menjangkau kebutuhan jangka pendek dan menengah.

Menurut Kepala DSDABMBK Tangsel, Robbi Cahyadi mengatakan, sejak tahun 2018 hingga 2023, revitalisasi Kali Serua telah dilaksanakan secara bertahap.

Mulai dari peninggian turap menggunakan beton bertulang hingga pelebaran badan sungai sekitar satu meter. Hasilnya cukup berdampak dalam mengurangi frekuensi banjir, namun tantangan masih ada, terutama akibat curah hujan yang semakin tinggi dari tahun ke tahun.

“Revitalisasi yang kami lakukan selama lima tahun terakhir telah memberi dampak positif, namun seiring dengan curah hujan yang semakin ekstrem, tantangan banjir di Sungai Serua belum sepenuhnya teratasi. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk memperbaiki dan memperluas kapasitas penampungan air,” ujarnya.

Robbi menjelaskan, salah satu penyebab utama banjir adalah tingginya muka air Sungai Serua yang mengalir ke saluran drainase pemukiman (backwater).

Ditambah dengan daya tampung Sungai Serua yang terbatas, sehingga tidak mampu menampung air hujan dengan intensitas tinggi yang sering terjadi akhir-akhir ini.

Selain itu, terdapat keterbatasan sarana teknis seperti rumah pompa, saat ini hanya tersedia 8 unit dari kebutuhan minimal 15 unit, dan kondisi 15 pintu air yang belum seluruhnya berfungsi optimal.

Titik-titik krusial juga ditemukan di sekitar Jembatan Pasar Maharta, yang menyempitkan aliran sungai, serta di beberapa titik pendangkalan Kali Serua yang memperburuk aliran air.

Untuk itu, Pemkot telah menyusun langkah-langkah percepatan yang akan direalisasikan pada tahun 2025. Di antaranya adalah pembangunan 3 unit rumah pompa menggunakan APBD murni dan tambahan 6 unit melalui APBD Perubahan.

Perbaikan seluruh pintu air yang ada juga akan dilakukan, bersamaan dengan peninggian turap di Jalan Dr. Setiabudi dan pengerukan Kali Serua.

Pemerintah juga akan membongkar jembatan penyempit aliran di Jalan Delima (Pasar Maharta), mengeruk kolam retensi, dan menata ulang saluran drainase lingkungan melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta).

Koordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang juga dijalankan dalam agenda normalisasi Kali Serua secara lintas wilayah.

“Melalui kerjasama antara semua pihak, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dari banjir. Kami juga berharap warga dapat berpartisipasi aktif Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan agar rumah pompa berfungsi dengan baik dan saluran drainase lancar. Dengan membersihkan saluran drainase secara rutin, kita tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga melindungi fasilitas umum yang sudah ada, seperti rumah pompa yang sangat vital saat terjadi hujan deras,” kata Robbi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, Eka Pribawa, menambahkan bahwa solusi jangka menengah juga disiapkan.

Di antaranya adalah pembangunan longstorage, pembuatan polder skala kawasan, serta kolaborasi dengan pengembang perumahan untuk membangun kolam tampungan air dan mengeruk kolam yang sudah ada.

“Program-program ini kami harapkan dapat memperbaiki kondisi sungai dan mengurangi potensi banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat di Kompleks Maharta,” jelas Eka.

Pemerintah Kota Tangsel berharap, berbagai upaya ini bisa meminimalisir potensi banjir dan memberikan rasa aman kepada warga Maharta. Masyarakat pun diimbau untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke saluran air agar program pengendalian banjir berjalan efektif.[red]

Artikel ini telah dibaca 2,266 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BBWS Ciliwung Cisadane Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga Kelurahan Kranggan Kota Tangsel

18 Juli 2026 - 22:42

Tiga Gudang di Taman Tekno BSD Tangsel Kebakaran

8 Juli 2026 - 20:35

Menanti Perkembangan Kasus Pencemaran Sungai Cisadane, Sudah Ada Tersangka?

23 Juni 2026 - 04:13

Benyamin Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

20 Juni 2026 - 11:05

Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal

19 Juni 2026 - 08:21

Beri Teladan, Gubernur Andra Soni Dampingi Anak Ambil Rapot

18 Juni 2026 - 12:33

Trending di Kota Tangerang Selatan