Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Kota Tangerang · 29 Nov 2024 ·

Pilkada Serentak 2024, Ahmad Syailendra: Miris Tingkat Partisipasi Pemilih di Kota Tangerang Sangat Rendah


 Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Periode 2018-2023, Ahmad Syailendra. Foto: ist Perbesar

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Periode 2018-2023, Ahmad Syailendra. Foto: ist

Kota Tangerang – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Periode 2018-2023, Ahmad Syailendra merasa miris dan menyayangkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 di Kota Tangerang sangat rendah dan dipastikan tidak sesuai target KPU Kota Tangerang.

“Sebagai orang yang pernah menjadi bagian dari penyelenggara, tentu saya merasa miris dan prihatin atas rendahnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak di Kota Tangerang, di TPS tempat saya mencoblosnya hanya 60% yang hadir, untuk itu dirinya meminta KPU untuk bebenah diri dan melakukan evaluasi secara menyeluruh,” Ungkapnya kepada TangerangPos, Jum’at (29/11/2024).

Pria yang akrab disapa Indra tersebut tak semata-mata menyalahkan penyelenggara karena persoalan tingkat partisipasi pemilih merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak, namun KPU tentu menjadi pihak yang paling bertanggung jawab.

“Inikan kerja kolektif, bukan hanya KPU tapi seluruh pihak terlibat dalam Sosialisasi Pilkada, termasuk tim pemenangan pasangan calon dan pemerintah daerah itu sendiri, tapi kan tetap leading sectornya KPU,” Sambungnya.

Dalam catatan Indra banyak faktor terjadinya penurunan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2024 diantaranya adalah;

1. Kejenuhan Masyarakat 

Bahwa pada Februari 2024 yang lalu telah dilaksanakan pilpres dan Pileg, sehingga terjadi kejenuhan masyarakat untuk kembali ke TPS.

2. Wawaran Dimasa Tenang Di takeover KPU, Mestinya Libatkan PPK dan PPS

Saya mendengar keluhan rekan-rekan PPK dan PPS, bahwa pihaknya tidak bisa melaksanakan Wawaran dikarenakan ditake over seluruhnya oleh KPU Kota Tangerang, sehingga tidak ada Wawaran digang-gang dan dikampung-kampung, yang ada hanya di jalan raya saja.

3. Debat kandidat hanya dilaksanakan 2 kali, idealnya 3 kali

Dengan anggaran yang cukup fantastis, mestinya bisa dilaksanakan 3 kali debat kandidat, apabila ada perubahan anggaran atau kenaikan biaya, kan bisa dilakukan Addendum.

4. Pemetaan TPS

Faktor terakhir adalah terkait geografis atau letak TPS, bila pada Pilpres dan Pileg satu RW bisa 9 TPS, pada Pilkada hanya 4 sampai 5 TPS, sehingga masyarakat yang jangkauan rumahnya jauh dengan lokasi TPS merasa malas untuk hadir.

[red]

 

Artikel ini telah dibaca 296 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wali Kota Tangerang dan Para Kepala OPD Tanam Pohon dan Bebersih Cisadane: Komitmen Indonesia ASRI

24 Juli 2026 - 10:01

Get Out Oligo Jilid 2, Aktivis: Tidak Ada Kesempatan Kedua, Pemkot Jangan Ambil Risiko Hukum

23 Juli 2026 - 09:57

Urus Dokumen Kian Mudah, Pemkot Tangerang Perluas Akses Layanan Adminduk

22 Juli 2026 - 16:18

Aktivis Ingatkan Pemkot Tangerang Tidak Turut Merekomendasikan BUPP PSEL: Serahkan Pada Danantara

22 Juli 2026 - 10:12

Sambut Festival Cisadane 2026, Banksasuci Gelar Aksi Ruwat Rawat Sungai Cisadane

20 Juli 2026 - 20:27

Pemkot Tangerang Normalisasi Saluran Air di Puri Beta 1 di Momen Musim Kemarau

20 Juli 2026 - 19:38

Trending di Kota Tangerang