Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, Perumda Tirta Benteng, serta pegiat lingkungan melakukan kegiatan susur Sungai Cisadane. Langkah ini diambil guna meninjau langsung ketersediaan air baku dan kualitas air akibat kemarau panjang, sekaligus merespons aduan masyarakat.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir karena cadangan air baku di Sungai Cisadane saat ini masih dalam kategori aman untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bersih warga.
“Kondisi air saat ini terhitung aman. Diperkirakan kecukupan air dari Cisadane untuk dialirkan kepada masyarakat masih aman hingga satu bulan ke depan. Kami minta masyarakat tidak panik karena pemerintah dan PDAM terus hadir memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan,” ujar Sachrudin.
Meski terjadi penurunan muka air sekitar 40 cm akibat musim kemarau, kedalaman Sungai Cisadane saat ini masih berada di kisaran 4 hingga 9 meter. Pemkot Tangerang juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) untuk penanganan normalisasi, pengerukan sedimen, hingga pengajuan rekayasa cuaca (hujan buatan).
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Doddy Effendy menambahkan, pihaknya langsung bergerak cepat menyisir dan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait adanya penurunan kualitas air atau air keruh di beberapa titik wilayah.
“Tim sudah kami turunkan untuk menyisir wilayah pelanggan yang menyampaikan keluhan. Kami terus melakukan penyesuaian teknologi dan langkah-langkah penanganan agar kualitas air yang didistribusikan kembali sesuai standar,” jelas Doddy.
Selain mengupayakan pengerukan sedimentasi, Pemkot Tangerang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau berlangsung.[red]












