Kota Tangerang – Khawatir Tingkat partisipasi pemilih pada perhelatan Pilkada serentak dibawah 80 Persen, Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Jaringan Nurani Rakyat (Janur) gencar Kampanye ‘Bangun Pagi, 5 Menit untuk 5 Tahun’ disejumlah Cafe dan tempat keramaian.
Koordinator Janur, Ade Yunus menjelaskan bahwa kegiatan inisiatif peningkatan partisipasi Pemilih tersebut atas dasar kekhawatiran tidak tercapainya target partisipasi pemilih 81 persen oleh KPU Kota Tangerang, akibat langkah KPU yang tidak Linear dengan langkah dan strategi dalam sosialisasi.
Berdasarkan hasil survei Janur terhadap 1000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 13 kecamatan pada tanggal 1 sampai 15 November lalu, dengan “Margin Of Error” Penelitian +/- 2,2% dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana, bahwa baru 59,7% masyarakat Kota Tangerang yang tahu pelaksanaan Pilkada serentak.
“Sementara 31,3% tahu Pilkada serentak namun belum mengetahui tanggal pastinya, dan 8 persen tidak mengetahui adanya Pilkada sama sekali,” Paparnya.
Yang menarik menurut pria yang akrab disapa kang Aye tersebut bahwa, terdapat 22,7% masyarakat Kota Tangerang belum bisa membedakan mana Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang dan mana Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.
“Bahkan 5,9% tidak tahu nama Calon Wali Kota dan nama Calon Gubernur Banten,” lanjutnya.
Dari segi kehadiran ke tempat pemungutan suara (TPS), hanya 67% masyarakat yang menyatakan akan hadir, sedangkan 22% persen masih mempertimbangkan alasan tertentu untuk hadir, sementara 11 persen menganggap Pilkada tidak menarik.
“Hasil ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kota Tangerang masih belum maksimal dan kurang menyentuh semua lapisan masyarakat. Selain itu, hasil ini mengindikasikan bahwa kampanye para calon juga belum efektif,” ungkapnya.
Kampanye Pilkada dengan mengusung tema “Bangun Pagi, 5 Menit untuk 5 Tahun” Ade berharap khususnya 67,7% Gen Z dan Milenial yang terdaftar dalam DPT dapat memanfaatkan momentum Pilkada untuk menentukan nasib Kota Tangerang 5 tahun kedepan.
“Alhamdulillah banyak Gen Z dan milenial terlibat aktif menjadi relawan dan simpatisan disetiap pasangan Calon, tantangannya adalah kelelahan kampanye dan saat hari H justru bangun kesiangan, Olehkarenanya, bangun pagi menjadi penting hingga turut serta menjaga dan mengawal proses penghitungan suara,” Pungkasnya. [red]











