Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 26 Apr 2026 ·

Dorong Peran FPRB, Sachrudin: Kesiapsiagaan Bersama Kunci Terwujudnya Kota Tangguh 


 Wali Kota Tangerang, Sachrudin, saat menghadiri Pelantikan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sekaligus Peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional 2026 di bantaran Sungai Cisadane. Foto: ist Perbesar

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, saat menghadiri Pelantikan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sekaligus Peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional 2026 di bantaran Sungai Cisadane. Foto: ist

Kota Tangerang – Di tengah meningkatnya potensi bencana akibat perubahan iklim dan perkembangan kawasan perkotaan, kesiapsiagaan menjadi fondasi utama dalam melindungi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang, Sachrudin, saat menghadiri Pelantikan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sekaligus Peringatan Hari Kesiapsiagaan Nasional 2026 di bantaran Sungai Cisadane, Minggu (26/04/2026), bersama Wakil Wali Kota dan jajaran Forkopimda.

Sachrudin, menegaskan, FPRB memiliki peran strategis sebagai penggerak kolaborasi dalam membangun kesiapsiagaan sejak dini, bukan hanya saat bencana terjadi.

“Kita tidak boleh menunggu. Kesiapsiagaan harus dibangun dari sekarang, dimulai dari lingkungan terkecil,” tegasnya.

Menurutnya, risiko seperti banjir, genangan, hingga cuaca ekstrem memang tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun dampaknya dapat ditekan melalui langkah yang terencana dan kolaboratif.

“Semakin kita siap, insya Allah semakin kecil dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, FPRB harus mampu menjadi penghubung berbagai unsur pentahelix, meliputi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat untuk memperkuat ketangguhan kota secara menyeluruh.

“FPRB harus hadir sebagai penggerak, memastikan kesiapsiagaan menjadi budaya bersama,” lanjutnya.

Sejumlah langkah strategis juga ditekankan, mulai dari penguatan literasi kebencanaan hingga tingkat RT/RW, pemanfaatan teknologi untuk pemetaan wilayah rawan, hingga pengembangan Kampung Tangguh Bencana berbasis masyarakat.

Sachrudin, juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua FPRB yang baru dilantik, Supiani, menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran dan aksi nyata di lapangan.

“Kami siap bergerak bersama masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, turut diserahkan bantuan hibah berupa perahu dayung, pelampung, dan helm rescue. Selain itu, dilakukan penanaman pohon dan penebaran benih ikan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengurangi risiko bencana di bantaran Sungai Cisadane.[red]

Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPD RI Apresiasi Wali Kota, Sudah Lebih dari 1 Juta Warga Kota Tangerang Ikuti CKG 

5 Oktober 2026 - 19:10

Wastetrap Banksasuci Efektif Jegat 30 Persen Sampah Cisadane Menuju Kawasan Perkotaan

5 Oktober 2026 - 12:03

Apel-HKP, Wali Kota Sachrudin: Amalkan Lewat Pelayanan!

5 Oktober 2026 - 11:27

Wali Kota Sachrudin Ajak Santri Terus Menghidupkan Keteladanan Rasulullah

4 Oktober 2026 - 20:28

Wakil Wali Kota Maryono: Modernisasi Pendidikan Harus Tetap Berpijak pada Akhlak

3 Oktober 2026 - 19:56

Sachrudin-Maryono Pastikan APBD Perubahan Berorientasi pada Manfaat

30 September 2026 - 18:40

Trending di Kota Tangerang