Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kabupaten Tangerang · 30 Jul 2026 ·

Wakil Bupati Tangerang Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi


 Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah. Foto: Ist Perbesar

Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah. Foto: Ist

Kabupaten Tangerang,– Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong sinergi dan kolaborasi bersama antara pengembang dan masyarakat untuk mengelola sampah berbasis teknologi untuk kepentingan bersama.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat memimpin diskusi penanganan dan pengelolaan sampah bersama jajaran pemerintah daerah, pihak Kecamatan Sindang Jaya, pengembang kawasan Lavon Swan City, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya di Kawasan Lavon Desa Wanakerta, Kec. Sindang Jaya, Kamis (30/07/26)

“Kita ingin pengelolaan sampah tidak lagi hanya ditumpuk. Sampah harus diolah agar juga dapat memiliki nilai ekonomi melalui teknologi yang tepat. Sekarang sudah banyak pilihan teknologi, tinggal kita memilih mana yang paling sesuai dengan karakteristik sampah di Kabupaten Tangerang,” ungkap Wabup Intan.

Dia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penindakan saja. Untuk itu, Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan transformasi sistem pengelolaan sampah melalui penerapan berbagai teknologi yang lebih ramah lingkungan dan meninggalkan cara-cara konvensional seperti pembakaran yang banyak menimbulkan keluhan serta keresahan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan .

“Beberapa alternatif teknologi yang tengah dikaji antara lain pirolisis untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak, produksi Refuse Derived Fuel (RDF), hingga teknologi waste to energy (WTE). Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan swasta dan pengembang Kawasan untuk pengelolaan sampah yang lebih baik,” jelasnya

Lanjut dia, pemerintah daerah akan terus berupaya mendorong setiap kawasan pengembang besar memiliki sistem pengelolaan sampah secara mandiri sehingga sampah dari kawasan tersebut dapat diselesaikan di sumbernya dan tidak membebani tempat pembuangan akhir.

“Harapan kami, kawasan-kawasan besar seperti Lavon, Suvarna Sutera, Paramount, Summarecon, Sinar Mas, Ciputra maupun pengembang lainnya memiliki pengelolaan sampah sendiri dalam Kawasan. Dengan begitu sampah tidak harus keluar kawasan dan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat,” ujarnya.

Dia menyebut persoalan pembakaran sampah tidak bisa lagi dianggap sebagai hal yang biasa. Asap hasil pembakaran telah memicu banyak keluhan masyarakat karena mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan serta mengancam keselamatan apabila terjadi kebakaran yang lebih besar dan tidak tertangani. Pihaknya telah meminta camat beserta seluruh jajaran di wilayah untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan tindakan tegas terhadap praktik pembakaran sampah terutama di musim kemarau ini. Langkah tersebut juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum agar memberikan efek jera kepada para pelaku.

“Keluhan masyarakat sangat banyak, bahkan banyak yang menyampaikan langsung kepada saya melalui media sosial terkait pembakaran sampah. Kondisi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan, Saya sudah meminta pak camat untuk bertindak tegas. Kita juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar penanganan terhadap pelaku pembakaran sampah bisa dilakukan secara serius. Edukasi tetap dilakukan, tetapi penegakan aturan juga harus berjalan,” tegasnya

Wabup Intan menambahkan Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan kawasan khusus pengelolaan sampah sebagai pusat berbagai teknologi pengolahan sampah di masa mendatang. Kawasan tersebut diharapkan menjadi sentra pengelolaan modern yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap sistem penumpukan sampah konvensional.

Selain itu perubahan pola pengelolaan sampah juga harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat yang didukung dengan teknologi, edukasi, serta kebijakan dan kolaborasi seluruh stakeholder yang konsisten dan berkelanjutan

“Persoalan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal perubahan pola pikir. Kita akan terus melakukan edukasi, memberikan penghargaan kepada wilayah yang berhasil mengelola sampah dengan baik, sekaligus menerapkan reward and punishment agar pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang semakin baik dan kualitas lingkungan masyarakat terus meningkat,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Intan Tekankan Pentingnya Adab Dalam Mencetak Generasi Berkarakter

5 September 2026 - 21:30

Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama Bedah 4 Rumah di Sindang Panon

4 September 2026 - 13:29

Wabup Intan Harap IIPE 2026 Mampu Dorong Peningkatan Investasi, Peluang Usaha dan Lapangan Kerja

4 September 2026 - 13:21

Warga Kabupaten Tangerang Bersyukur Ikut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)

3 September 2026 - 15:34

Tutup Gelar TTG XX, Gubernur Andra Soni Dorong Inovasi Desa Dukung Asta Cita

3 September 2026 - 15:03

Beasiswa Tangerang Gemilang 2026, 1.000 Lebih Mahasiswa Dapat Bekal Kuliah Demi Kejar Cita-Cita

1 September 2026 - 19:51

Trending di Kabupaten Tangerang