Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 26 Jan 2023 ·

Waduh! Angka Inflasi Provinsi Banten Pada Tahun 2022 Tertinggi Sejak Tahun 2017


 Ketua LP3M UNIS Tangerang, Dr. H. Hudaya Latuconsina. Foto : Istimewa Perbesar

Ketua LP3M UNIS Tangerang, Dr. H. Hudaya Latuconsina. Foto : Istimewa

Kota Tangerang – Pengamat dan Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah, Dr.H.Hudaya Latuconsina memberi warning dan catatan kritis kepada Pemerintah Provinsi Banten, atas tingginya Angka Inflasi Tahun Ke Tahun Menurut Bulan pada Tahun 2022 yang mencapai 5,86.

Menurut Hudaya Berdasarkan data dari BPS bahwa angka Inflasi Tahun ke Tahun Menurut Bulan, Pada Tahun 2017 sebesar 4,60, lalu turun pada Tahun 2018 menjadi 3,80, kemudian turun lagi Tahun 2019 menjadi 3,77, dan turun lagi Tahun 2020 menjadi 3,03 sebelum akhirnya semakin turun pada Tahun 2021 menjadi 1,91.

“Justru tahun 2022 Angka Inflasi Tahun ke Tahun menurut bulan malah naik drastis menjadi 5,86, dan angka ini menjadi tertinggi sepanjang sejarah sejak tahun 2017,” Papar mantan Kepala Bappeda Provinsi Banten tersebut.

Hudaya menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten jangan terlena dengan rendahnya angka Inflasi di Kota Tangerang dan menjadi terendah se-Indonesia.

“Provinsi Banten ini bukan hanya Kota Tangerang, jadi perlu diperhatikan tindakan kebijakan upaya menekan angka Inflasi,” Terangnya.

Pria yang kini menjabat ketua LP3M UNIS Tangerang tersebut meminta Pj.Gubernur Banten melakukan upaya taktis dan sistematis melalui program dan kegiatan yang terukur.

“Pj.Gubernur harusnya intens melakukan monitoring harga dan stok memastikan kebutuhan tersedia, rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok dan barang, pencanangan gerakan menanam, Operasi pasar murah, sidak ke pasar dan distributor, Kordinasi dengan penghasil komoditi, merealisasikan BTT, serta memberikan bantuan Transportasi dari APBD,” Jelasnya.

Hudaya mengingatkan kembali agar Pj.Gubernur fokus pada amanat Presiden dan arahan dari Mendagri untuk dapat mengambil kebijakan terukur dalam menekan Inflasi dan Angka Kemiskinan ekstrim.

“Sudahi kegaduhan kebijakan yang menghambat proses pelaksanaan pembangunan, dengan Plt. seluruh pejabat jadi takut eksekusi, pilihannya kan dua berhadapan dengan APIP atau APH, kasihan yang dikorbankan nanti masyarakat,” Pungkasnya.

Hal senada disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan kebijakan terukur dalam upaya menekan angka Inflasi.

“Saya ingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk dapat menjalankan amanah Bapak Presiden Jokowi pada Rakernas Kepala Daerah dan Forkopimda 17 Januari lalu, khusunya dapat menekan Inflasi dan penanganan angka kemiskinan ekstrim menjadi nol pada tahun 2024 nanti,” Jelas Tito saat Rapat Teknis Inflasi Daerah, Selasa, (24/01/2023) lalu.. [red]

Artikel ini telah dibaca 139 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Turnamen Voli Piala Gubernur Banten, Ajang Olahraga yang Menggerakkan Ekonomi Warga

24 Oktober 2026 - 12:58

Hari Santri, Wagub Banten Dorong Pesantren Jadi Benteng Literasi dan Moral

24 Oktober 2026 - 12:12

Banten Tuan Rumah Kejurnas Catur 2026, Diikuti 963 Peserta dari 32 Provinsi

24 Oktober 2026 - 07:55

Sejarah, Puteri Asal Banten Masuk Bursa Calon Ketum Kohati PB HMI, Bawa Gagasan 8 Pilar untuk Indonesia

23 Oktober 2026 - 22:32

Hari Santri, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Ajak Santri Terus Berinovasi

23 Oktober 2026 - 19:16

Dari Bank Sampah hingga Literasi Anak, Kampung Jimpitan Jadi Model Percontohan Ruang Bersama Indonesia

23 Oktober 2026 - 18:10

Trending di Banten