Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 11 Feb 2026 ·

Usai Terdeteksi Pencemaran, Pemkot Tangerang Intensif Pantau Kualitas Air Cisadane Setiap Jam


 Kapolres Metro Tangerang Kota (kiri) dan DLH Kota Tangerang memantau langsung kualitas air di Sungai Cisadane menggunakan mesin OnLimo, pasca adanya cemaran cairan kimia dari kebakaran pabrik di Kota Tangsel. Foto: ist Perbesar

Kapolres Metro Tangerang Kota (kiri) dan DLH Kota Tangerang memantau langsung kualitas air di Sungai Cisadane menggunakan mesin OnLimo, pasca adanya cemaran cairan kimia dari kebakaran pabrik di Kota Tangsel. Foto: ist

Kota Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat melakukan pemantauan intensif terhadap kualitas air Sungai Cisadane usai terdeteksinya dugaan pencemaran pada aliran air baku, Senin (9/2) malam.

Sebagai langkah tindak lanjut, Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi menjelaskan, timnya kini melakukan pemantauan kualitas air secara ketat menggunakan alat pantau kualitas air yang diperbarui setiap jam.

”Selain pemantauan berkala, Pemkot Tangerang juga akan telah melakukan uji laboratorium guna memastikan tingkat keamanan air. Hal ini dilakukan secara berulang. Hingga hasil uji tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk merilis pernyataan resmi terkait status keamanan Sungai Cisadane,” papar Wawan, Rabu (11/2/26).

Selama proses pemantauan dan pengujian berlangsung, masyarakat diimbau untuk sementara waktu tidak menggunakan air Sungai Cisadane untuk keperluan mandi, mencuci, memasak, maupun dikonsumsi sebagai air minum.

Masyarakat juga diminta untuk tidak menangkap, mengolah, ataupun mengonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane. Hal ini dikarenakan ikan berisiko terpapar zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau keracunan.

”Seluruh aktivitas yang memanfaatkan air Sungai Cisadane agar dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium resmi dirilis dan sungai dinyatakan kembali dalam kondisi aman,” tegasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gampang Kerja, Sachrudin:  Jangan Lewatkan 1.267 Lowongan Kerja pada Gebyar Rekrutmen 

21 Oktober 2026 - 20:26

Sufmi Dasco Beri Perhatian Terhadap Dugaan Diskriminasi di SMA Strada St.Thomas Aquino Tangerang

21 Oktober 2026 - 15:38

Perkuat Pelayanan Publik, Pemprov Banten Usulkan Perubahan Struktur Perangkat Daerah

20 Oktober 2026 - 18:25

Kali Sabi Dilebarkan, Warga RW 016 Uwung Jaya Berharap Bebas Banjir

20 Oktober 2026 - 15:16

Turunkan 23 Atlet Disemua Kategori, FAJI Kota Tangerang Siap Sabet Medali di Porprov VII Tangsel

20 Oktober 2026 - 14:19

Tingkatkan Kepedulian terhadap Lingkungan, Sachrudin-Maryono Gaungkan PHBS Jadi Gaya Hidup

19 Oktober 2026 - 19:50

Trending di Kota Tangerang