Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 25 Sep 2026 ·

Ruwat Bumi, Sachrudin: Merajut Keberagaman, Menghidupkan Kekayaan Budaya


 Kirab Budaya Perdana Ruwat Bumi yang dilepas Wali Kota Tangerang H. Sachrudin. Foto: Ist Perbesar

Kirab Budaya Perdana Ruwat Bumi yang dilepas Wali Kota Tangerang H. Sachrudin. Foto: Ist

Kota Tangerang – Di tengah laju pembangunan kota, tradisi tetap menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Kekayaan budaya Kota Tangerang yang tumbuh dari keberagaman terus dirawat dan diwariskan lintas generasi.

Semangat tersebut hadir dalam Kirab Budaya Perdana Ruwat Bumi yang dilepas Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, Kamis malam (24/09/2026), sekaligus dalam rangkaian peresmian Vihara Tri Bakti Abadi, Bio Fu De Zheng Sen, dan Pendopo Banten.

Sachrudin mengatakan, kirab budaya bukan sekadar pertunjukan atau kegiatan seremonial. Di dalamnya terdapat tradisi, nilai, dan cerita yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

“Kirab ini bukan hanya apa yang kita lihat malam ini. Ada tradisi dan nilai budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda agar terus hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, kekayaan budaya Kota Tangerang tidak terlepas dari keberagaman masyarakatnya. Berbagai agama, etnis, tradisi, dan kebudayaan tumbuh berdampingan serta menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Keberagaman adalah kekayaan yang kita miliki. Selama kita saling menghormati dan memberikan ruang bagi setiap tradisi untuk tumbuh, perbedaan justru menjadi kekuatan yang mempererat masyarakat,” jelasnya.

Sachrudin menambahkan, rumah ibadah dan ruang kebudayaan memiliki peran penting dalam merawat kebersamaan. Keduanya dapat menjadi ruang bertemunya masyarakat, memperkuat silaturahmi, sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

“Pembangunan kota harus berjalan bersama dengan pembangunan kehidupan masyarakatnya. Kota boleh semakin maju, tetapi budaya, kerukunan, dan kebersamaan juga harus tetap kuat,” katanya.

Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong mendukung pembangunan Vihara Tri Bakti Abadi, Bio Fu De Zheng Sen, dan Pendopo Banten hingga terselenggaranya Kirab Budaya Perdana Ruwat Bumi.

“Kirab Budaya Perdana ini semoga menjadi awal dari tradisi yang terus hidup dan berkembang.

Mari kita rawat budaya, jaga kerukunan, dan perkuat kebersamaan. Karena kekayaan Kota Tangerang bukan hanya apa yang kita bangun hari ini, tetapi juga tentang warisan yang kita jaga untuk generasi mendatang,” pungkas Sachrudin.[red]

 

 

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wastetrap Banksasuci Efektif Jegat 30 Persen Sampah Cisadane Menuju Kawasan Perkotaan

5 Oktober 2026 - 12:03

Apel-HKP, Wali Kota Sachrudin: Amalkan Lewat Pelayanan!

5 Oktober 2026 - 11:27

Wali Kota Sachrudin Ajak Santri Terus Menghidupkan Keteladanan Rasulullah

4 Oktober 2026 - 20:28

Wakil Wali Kota Maryono: Modernisasi Pendidikan Harus Tetap Berpijak pada Akhlak

3 Oktober 2026 - 19:56

Sachrudin-Maryono Pastikan APBD Perubahan Berorientasi pada Manfaat

30 September 2026 - 18:40

Sachrudin-Maryono Wujudkan Program 3G Gampang Kerja: Akses Kerja Makin Mudah

30 September 2026 - 15:50

Trending di Kota Tangerang