Kota Tangsel – Peraturan Presiden 108 Tahun 2025 membuka peluang Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk tetap dapat melanjutkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) setelah kesiapan dan persyaratan teknis telah terpenuhi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam gelaran Waste to Energy Forum 2025.
“PSEL Tangsel sudah siap untuk segera dikerjakan. Secara teknis, persyaratan seperti kesiapan lahan dan kapasitas pengolahan sampah telah dapat dipenuhi,” tutur Zulhas di Jakarta, Rabu (19/11).
Pemkot Tangsel Siap Laksanakan PSEL
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyambut baik potensi Kota Tangerang Selatan melanjutkan proyek PSEL.
“Ya alhamdulillah tadi saya yang mengikuti langsung bersama dengan Pak Menko Pangan ya, Insya Allah PSEL Tangerang Selatan bisa dilaksanakan sesuai dengan Perpres 109 tahun 2025. Dan ini sedang kami tindak lanjuti, jadi mudah-mudahan target kita, karena kita yang paling siap,” Ungkapnya, Kamis (20/11/2025).
Benyamin menegaskan, pihaknya telah menyiapkan seluruh kebutuhan dasar proyek, mulai dari lahan, armada angkut, hingga kesiapan operator lapangan.
“Lahan sudah kami siapkan sekitar 5 hektare untuk fasilitas PSEL di Cipeucang. Truk pengangkut sampah sudah didapatkan pemenang lelangnya, saat ini siap 27 unit dan akan ditambah bertahap sesuai kebutuhan,” ujar Benyamin, Kamis (20/11/2025).
Benyamin menjelaskan, Perpres 109 memperbolehkan sistem aglomerasi bagi daerah yang jumlah sampahnya kurang dari 1.000 ton per hari. Namun kondisi di Tangerang Raya justru jauh di atas batas tersebut.
”Soal aglomerasi ini relatif, aglomerasi itu di dalam Perpres 109 kalau satu daerah kurang sampahnya di bawah seribu ton, boleh kerjasama dengan yang lain. Tangsel sudah seribu ton lebih, kota Tangerang seribu lima ratus ton, Kabupaten Tangerang sudah dua ribu lima ratus ton, jadi aglomerasi boleh atau tidak boleh dilaksanakan di Tangerang Raya ini,” paparnya.
Ia menambahkan, jika skema aglomerasi diterapkan, kapasitas fasilitas akan membengkak hingga 3.000 sampai 4.000 ton per hari. Dampaknya, kebutuhan lahan, kapasitas mesin, hingga akses transportasi akan semakin besar.
”Karena ini menyangkut begini, kalau umpamanya aglomerasi tiga ribu sampai empat ribu ton, kapasitas mesinnya besar, lahannya luas sekali, kemudian juga jalan masuk, bayangin aja seribu ton itu kurang lebih delapan puluh trek satu hari,” jelasnya.
PSEL Tangsel Siapa Ground Breaking
Menurut Benyamin, Tangsel memiliki kesiapan infrastruktur yang lengkap. Ketersediaan air untuk pendinginan turbin berada sangat dekat dengan lokasi rencana pembangunan, sementara gardu induk PLN di kawasan Cipeucang juga hanya berjarak beberapa ratus meter.
”Jadi Tangsel siap untuk groundbreaking secepatnya oleh Bapak Presiden nanti, seperti itu. Saya harapkan seperti demikian, kita siap. Karena dengan sumber air kita dekat, untuk mendinginkan turbinnya itu kan perlu air, itu dekat. Kemudian dengan gardu induk PLN-nya itu tinggal nyeberang aja kan dari Cipeucang. Tanahnya juga sudah siap,” tandasnya.
OASA Pelaksana Proyek PSEL Kota Tangsel
PT Indoplas Energy Hijau (IEH), anak perusahaan PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA), dipilih sebagai pelaksana proyek melalui joint venture dengan PT Indoplas Tianying Energy.
CEO OASA dan IEH, Bobby Gafur Umar, menyebutkan fasilitas PSEL Tangsel dirancang mampu mengolah 1.100 ton sampah per hari dengan potensi listrik 23–25 MW.
“Teknologi utama berasal dari mitra kami, China Tianying (CNTY), yang sudah terbukti di berbagai fasilitas WtE skala besar dunia,” ujar Bobby dikutip dari kantor berita ANTARA.
Ia memastikan seluruh aspek teknis, perizinan, hingga desain konstruksi telah siap untuk masuk tahap pembangunan. [red]











