Serang – Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan I 2026 mencapai 5,64 persen secara tahunan (year-on-year), angka ini melampaui capaian nasional sebesar 5,61 persen.
Atas capaian pertumbuhan ekonomi tersebut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Banten memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi Banten sebagai salah satu daerah dengan kinerja ekonomi kompetitif di Indonesia.
“Arah kebijakan Pemprov Banten sudah tepat. Kami melihat adanya konsistensi dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, sehingga pelaku usaha, khususnya pengusaha muda, dapat berkembang lebih optimal,” Ungkap Ketua HIPMI Banten, Rifky Hermiansyah, Rabu 6 Mei 2026.
Rifky menilai perbaikan ini menjadi indikator penting bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi secara angka, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat seperti peningkatan jumlah penduduk bekerja serta penurunan tingkat pengangguran pada Februari 2026.
“Perbaikan sektor ketenagakerjaan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus diperkuat agar momentum ini tetap terjaga,” sambungnya.
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan Banten juga membaik. Pada Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 6,59 persen, turun 0,05 poin dibandingkan Februari 2025.
“Jumlah penduduk bekerja mencapai 5,83 juta orang, meningkat 26,02 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara jumlah pengangguran menurun menjadi sekitar 411 ribu orang,” Tandasnya.
Diketahui bahwa BPS Banten mencatat, selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Banten juga mengalami ekspansi 1,01 persen secara triwulanan (q-to-q) dibandingkan triwulan empat pada 2025.
Secara nominal, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp247,20 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp144,96 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Struktur ekonomi Banten masih didominasi oleh sektor industri pengolahan dengan kontribusi 30,02 persen, diikuti perdagangan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan. Empat sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi lebih dari 70 persen.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Banten didorong oleh kinerja kuat sejumlah sektor utama. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen pertahun. Lonjakan ini dipengaruhi musim panen dan peningkatan aktivitas produksi.
Selain itu, sektor berbasis mobilitas masyarakat juga tumbuh signifikan. Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29 persen, sementara transportasi dan pergudangan meningkat 13,84 persen. Sektor jasa pendidikan turut tumbuh sebesar 5,58 persen.
Secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh faktor musiman. Sektor pertanian melonjak 27,53 persen, diikuti akomodasi dan makan minum 8,95 persen, jasa keuangan 5,48 persen, serta transportasi dan pergudangan 4,27 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa selain faktor panen, peningkatan konsumsi masyarakat, aktivitas pariwisata, serta distribusi logistik menjadi pendorong utama ekonomi pada awal tahun. [red]











