Menu

Mode Gelap
Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia Bapenda Banten Gelar Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah Serta Opsen PKB dan BBNKB Dinkes Banten Diganjar Penghargaan Dirjen Pas atas Kontribusi Memberikan Pelayanan Kesehatan di UPT Lapas/Rutan

Kota Tangerang · 6 Nov 2025 ·

Perdana, Sachrudin-Maryono Hadiri Festival Pintu Air 10: Merawat Sejarah dan Budaya Di Era Modern 


 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin-Maryono didampingi Forkopimda dan Kepala Disbudpar Boyke Urif Hermawan saat Pembukaan Festival Pintu Air 10 Kota Tangerang. Foto: ist Perbesar

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin-Maryono didampingi Forkopimda dan Kepala Disbudpar Boyke Urif Hermawan saat Pembukaan Festival Pintu Air 10 Kota Tangerang. Foto: ist

Kota Tangerang – Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Pintu Air sebagai wujud nyata pelestarian sejarah dan budaya, khususnya Bendung Pasar Baru atau Bendung Pintu Air Sepuluh (Bendung Sangego) sebagai ikon bersejarah yang dibangun pada 1929 dan rampung pada 1935.
Festival ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan nilai sejarah, budaya, dan identitas Kota Tangerang sebagai kota yang multietnis dan multikultural.
Dalam sambutannya di Taman Eco Park, Kamis (06/11/2025), Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya sebagai bagian dari jati diri dan arah pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Kota Tangerang memiliki sejarah dan budaya yang kaya serta berpengaruh bagi wilayah sekitarnya. Salah satunya, Bendung Pintu Air Sepuluh merupakan bendungan pertama dan terbesar yang menggunakan konstruksi beton bertulang sebagai warisan penting masa kolonial yang masih berfungsi hingga kini,” ujar Sachrudin.
Lebih dari sekadar infrastruktur, lanjutnya, bendung tersebut menjadi simbol kebanggaan dan daya tarik wisata sejarah serta edukasi bagi masyarakat.
“Festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga napak tilas sejarah yang mengingatkan kita akan pentingnya Pintu Air Sepuluh dalam perjalanan Kota Tangerang,” tambahnya.
Festival yang digelar 6–8 November 2025 ini dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional, diskusi sejarah, dan aksi bersih-bersih sungai, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian kawasan sekitar bendung.
“Melalui festival ini, kita ingin menumbuhkan kecintaan terhadap warisan sejarah dan budaya sebagai kekuatan membangun Kota Tangerang yang maju, berkarakter, dan berdaya tarik,” ungkap Sachrudin.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan sejarah dan budaya kota.
“Mari kita rawat bersama khazanah sejarah dan budaya Kota Tangerang yang multietnis dan multikultural. Inilah identitas khas yang menjadi kebanggaan dan daya tarik bagi masyarakat lokal, nasional, hingga mancanegara,” tutupnya.[red]
Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wujud Kepedulian, Ketua DPRD Kota Tangerang Ajak Donor Darah untuk Perkuat Stok PMI

4 Desember 2025 - 21:06

Tingkatkan Layanan Publik, Wali Kota Sachrudin Ajak Kepala OPD Belajar AI 

4 Desember 2025 - 20:23

Komisi IV DRPD Kota Tangerang Dorong Optimalisasi Mitigasi Bencana

4 Desember 2025 - 18:13

DPRD Kota Tangerang Mediasi Warga dan PT GNI, Akses Jalan Gg. H. Dulloh Bakal Dibuka

3 Desember 2025 - 21:15

Akhirnya Satpol PP Kota Tangerang Segel Rumah Duka Family Care Krematorium Pawibana di RSUP Sitanala

3 Desember 2025 - 18:51

Pemkot Tangerang Perluas Akses Layanan Kesehatan Komprehensif bagi ODHA

3 Desember 2025 - 15:17

Trending di Kota Tangerang