Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 6 Nov 2025 ·

Perdana, Sachrudin-Maryono Hadiri Festival Pintu Air 10: Merawat Sejarah dan Budaya Di Era Modern 


 Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin-Maryono didampingi Forkopimda dan Kepala Disbudpar Boyke Urif Hermawan saat Pembukaan Festival Pintu Air 10 Kota Tangerang. Foto: ist Perbesar

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin-Maryono didampingi Forkopimda dan Kepala Disbudpar Boyke Urif Hermawan saat Pembukaan Festival Pintu Air 10 Kota Tangerang. Foto: ist

Kota Tangerang – Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Pintu Air sebagai wujud nyata pelestarian sejarah dan budaya, khususnya Bendung Pasar Baru atau Bendung Pintu Air Sepuluh (Bendung Sangego) sebagai ikon bersejarah yang dibangun pada 1929 dan rampung pada 1935.
Festival ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan nilai sejarah, budaya, dan identitas Kota Tangerang sebagai kota yang multietnis dan multikultural.
Dalam sambutannya di Taman Eco Park, Kamis (06/11/2025), Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menegaskan pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya sebagai bagian dari jati diri dan arah pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Kota Tangerang memiliki sejarah dan budaya yang kaya serta berpengaruh bagi wilayah sekitarnya. Salah satunya, Bendung Pintu Air Sepuluh merupakan bendungan pertama dan terbesar yang menggunakan konstruksi beton bertulang sebagai warisan penting masa kolonial yang masih berfungsi hingga kini,” ujar Sachrudin.
Lebih dari sekadar infrastruktur, lanjutnya, bendung tersebut menjadi simbol kebanggaan dan daya tarik wisata sejarah serta edukasi bagi masyarakat.
“Festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga napak tilas sejarah yang mengingatkan kita akan pentingnya Pintu Air Sepuluh dalam perjalanan Kota Tangerang,” tambahnya.
Festival yang digelar 6–8 November 2025 ini dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional, diskusi sejarah, dan aksi bersih-bersih sungai, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian kawasan sekitar bendung.
“Melalui festival ini, kita ingin menumbuhkan kecintaan terhadap warisan sejarah dan budaya sebagai kekuatan membangun Kota Tangerang yang maju, berkarakter, dan berdaya tarik,” ungkap Sachrudin.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan sejarah dan budaya kota.
“Mari kita rawat bersama khazanah sejarah dan budaya Kota Tangerang yang multietnis dan multikultural. Inilah identitas khas yang menjadi kebanggaan dan daya tarik bagi masyarakat lokal, nasional, hingga mancanegara,” tutupnya.[red]
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari BLK ke Jepang, Sachrudin Ingin Lebih Banyak Warga Seperti Rogo

4 November 2026 - 22:50

Perkuat Peran Masjid, Pemkot Tangerang dan Baznas Wujudkan TBMM

4 November 2026 - 16:28

Kormi Kota Tangerang Siap Sukseskan Forprov II Banten

4 November 2026 - 00:11

Sambut HKN, Wali Kota Sachrudin Buka Dinkes Cup

3 November 2026 - 18:13

Pasca Revitalisasi, Wali Kota Sachrudin Ajak Pedagang Jaga Pasar Anyar

2 November 2026 - 15:46

Wujudkan Kebersihan Kota, Sachrudin Gencarkan Gerakan Korve

1 November 2026 - 08:25

Trending di Kota Tangerang