Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 31 Agu 2026 ·

Pengendali Banjir Drainase BAP Dibangun, Budi Rustandi: Sesuai Instruksi Gubernur Banten


 Wali Kota Serang Budi Rustandi saat meninjau Pembangunan Pengendali Banjir Drainase di BAP. Foto: Ist Perbesar

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat meninjau Pembangunan Pengendali Banjir Drainase di BAP. Foto: Ist

Kota Serang – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memastikan pembangunan drainase pengendali banjir di Perumahan Bumi Agung Permai (BAP) 1, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, terus berjalan sesuai rencana.

Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung pekerjaan tersebut pada Senin, 31 Agustus 2026.

Peninjauan dilakukan atas arahan Gubernur Banten Andra Soni untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang menggunakan APBD Provinsi Banten itu berjalan dengan baik.

Pembangunan drainase BAP menjadi bagian dari upaya penanganan banjir yang telah lama dirasakan warga.

Berdasarkan informasi yang diterima Budi Rustandi dari Ketua RW setempat, persoalan banjir di kawasan tersebut telah berlangsung sekitar 20 tahun.

“Ini saya bisa sidak atas instruksi Pak Gubernur Banten Andra Soni. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan yang ada di Kota Serang melalui anggaran APBD Provinsi Banten bisa berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Budi.

Ia mengatakan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Pemkot Serang dalam penanganan banjir di kawasan BAP.

“Ini merupakan usulan dari Pemerintah Kota Serang untuk penanganan banjir. Informasi dari Pak RW, persoalan ini sudah sekitar 20 tahun tidak pernah terselesaikan,” jelasnya.

Menurut Budi, dimulainya pembangunan menjadi langkah penting bagi penanganan persoalan banjir di kawasan tersebut. Namun, pekerjaan masih membutuhkan tindak lanjut pada sisi lain kawasan BAP.

“Alhamdulillah hari ini bisa terbangun dan tinggal PR berikutnya adalah di seberang sana,” katanya.

Untuk kebutuhan lanjutan itu, Budi akan kembali berkoordinasi dengan Gubernur Banten serta Dinas PUPR Provinsi Banten.

“Insya Allah saya akan komunikasi lagi dengan Pak Gubernur, tapi sedikitnya melalui telepon kepada Kadis PUPR Banten. Insya Allah disambungkan dan tentunya ini menjadi bagian daripada penanganan banjir di Kota Serang,” ujarnya.

Budi juga menekankan pentingnya peran perencana dan pengawas dalam memastikan pembangunan sesuai kajian teknis.

Menurutnya, titik dan bentuk penanganan telah disesuaikan dengan kebutuhan pengendalian banjir.

“Ini sesuai dengan kebutuhan daripada penanganan banjir, sesuai dengan kajian daripada PUPR bahwa penanganannya seperti apa, titik-titiknya di mana saja. Itu nanti teknisnya dari perencana,” kata Budi.

Ia berharap infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga BAP.

“Mudah-mudahan insya Allah bermanfaat dan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat yang ada di Kota Serang, khususnya BAP,” tuturnya.

Pekerjaan tersebut tersebar di tiga lokasi. Tim Leader pengawasan proyek, Riyanto, menyebut titik pekerjaan meliputi pembangunan box culvert di BAP, crossing Kepandean yang dimensinya akan diperlebar, serta pekerjaan di Muara Warung Jaud.

“Di sini (BAP) box culvert, terus crossing Kepandean. Itu akan diganti dimensinya dan diperlebar. Kemudian mungkin nanti kita akan menuju ke Muara Warung Jaud,” ungkap Riyanto.

Khusus di BAP, pekerjaan memiliki nilai sekitar Rp4,6 miliar dengan panjangsaluran sekitar 530 meter.

Box culvert yang dibangun memiliki lebar sekitar 4 meter pada bagian atas, sekitar 3 meter pada bagian bawah, dan ketinggian saluran sekitar 2 meter.

 

“Panjangnya 530 meter. Lebarnya 4 meter, 3 meter, ada keragaman, sekitar 4 meteran lebih,” jelas Riyanto.

 

Pekerjaan di kawasan BAP ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Percepatan menjadi perhatian karena pelaksanaan pekerjaan berlangsung menjelang musim hujan.

Riyanto mengatakan pihaknya bersama kontraktor melakukan optimalisasi pekerjaan dengan menambah peralatan dan regu kerja serta memastikan material tersedia di lapangan.

“Insya Allah. Kita lagi cepat melakukan optimasi dengan kontraktor. Peralatan nanti ditambah, regu kerja juga harus ditambah, material selalu stok. Kita akan coba buat time schedule supaya lebih cepat,” katanya.[red]

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekda Banten Tekankan Pemda Perkuat Kolaborasi untuk Peningkatan Pelayanan Masyarakat

31 Agustus 2026 - 13:54

Resmikan 7 USB, Gubernur Andra Soni Wujudkan Komitmen Pemerataan Akses Pendidikan Berkeadilan

31 Agustus 2026 - 12:13

Dukung Kegiatan Belajar Anak-Anak TPA, Annisa Mahesa Salurkan Sarana Mengaji

30 Agustus 2026 - 22:15

Atlet USBR Raih 2 Emas dan 2 Perak pada Hari Pertama POMPROV VIII Banten 2026

30 Agustus 2026 - 19:38

Buka Steel Run 2026, Gubernur Banten Andra Soni: Lari Bikin Sehat, UMKM Makin Menggeliat

30 Agustus 2026 - 11:12

Program Super Camp, Gagasan Gubernur Andra Soni Siapkan Generasi Berdaya Saing Tinggi dan Berwawasan Global

29 Agustus 2026 - 23:24

Trending di Banten