Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 6 Nov 2023 ·

Pengangguran di Provinsi Banten Tertinggi di Indonesia, Janur: Paradoks Banten Investasi Masuk 5 Besar, Pengangguran Malah Tertinggi


 Aktivis Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten saat menggelar Aksi Simpatik Menagih Janji Industri SmartPhone yang akan memberdayakan 8.000 Tenaga Kerja Lokal di Kota Tangerang beberapa waktu lalu. Foto: Ist Perbesar

Aktivis Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten saat menggelar Aksi Simpatik Menagih Janji Industri SmartPhone yang akan memberdayakan 8.000 Tenaga Kerja Lokal di Kota Tangerang beberapa waktu lalu. Foto: Ist

Banten – Dilansir dari detiknews data pengangguran terbuka di Provinsi Banten kembali tertinggi se-Indonesia. Hal ini berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS).

Kepala BPS Banten Faizal Anwar menyampaikan data ini berdasarkan survei Agustus 2023. Faizal mengatakan Banten memiliki 5,97 juta angkatan kerja. Dari jumlah itu, 5,52 juta orang masuk kategori bekerja dan sisanya pengangguran terbuka mencapai 7,52 persen.

“Komposisi angkatan kerja pada Agustus 2023 terdiri dari 5,52 juta orang penduduk yang bekerja dan 448,43 ribu orang pengangguran,” kata Faizal dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (6/11/2023).

Menurutnya, Sakernas ini memetakan tiga lapangan kerja di Banten yang paling banyak menyerap pekerjaan. Posisi teratas adalah perdagangan eceran dan besar, reparasi perawatan mobil-motor, industri pengolahan, pertanian-perikanan-kehutanan, akomodasi makan-minum, dan konstruksi.

Dia melanjutkan tingkat pengangguran terbuka menjadi indikator terserap atau tidaknya tenaga kerja oleh pasar kerja di Banten. Dengan angka pengangguran sebesar 7,52 persen, lanjut Faizal, tergambar bahwa dari seratusan angkatan kerja di Banten, ada 7-8 orang di antaranya yang menganggur.

“Ini berarti dari 100 orang, terdapat tujuh hingga delapan orang penganggur,” ujarnya.

Dilihat dari tingkat pendidikannya, pengangguran di Banten juga masih sama seperti data di Agustus 2022. Mereka yang dari tamatan SMK tetap mendominasi jumlah pengangguran terbuka.

“Tamatan SMK paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lain, yaitu sebesar 11,91 persen,” paparnya

Berikut adalah data tingkat pengangguran terbuka lima teratas se-Indonesia berdasarkan provinsi pada Agustus 2023.

1. Provinsi Banten 7,52 persen
2. Jawa Barat 7,44 persen
3. Kepulauan Riau 6,80 persen
4. DKI Jakarta 6,53 persen
5. Maluku 6,31 persen

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Jaringan Nurani Rakyat (Janur) Banten Ade Yunus mengkritik keras kebijakan Pemerintah Provinsi Banten yang gagal dan lemah melakukan pengawasan dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal.

“Menjadi Paradoks dan kontraproduktif saat Banten masuk dalam 5 Besar Investasi terbesar di Indonesia yang mencapai Rp25,7 trilyun, berbanding terbalik dengan Angka Pengangguran di Provinsi Banten Tertinggi di Indonesia, hakikat investasi kan untuk menekan angka pengangguran, lah ini investasi tinggi pengangguran malah tertinggi” Ujar Ade saat diskusi di Press Room Wartawan Parlemen Kota Tangerang, Senin (06/11/2023).

Padahal menurut Ade, Sejumlah Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten telah memiliki regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) dalam pemberdayaan Tenaga kerja lokal guna menekan angka pengangguran.

“Persoalanya bukan pada regulasi, tapi soal ketegasan Pemprov Banten dalam mengawasi komitmen investor dan implementasi terhadap regulasi tersebut dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal,” Tegasnya.

Menurut Ade bila pola rekruitmen tenaga kerja masih terjadi perilaku ‘bawaan orang dalam’ dan Job Fair hanya sekedar formalitas, maka mau berapapun investor didatangkan tidak akan menyelesaikan pengangguran di Provinsi Banten.

“Penduduk asli sekitar industri tidak terekrut, justru pendatang yang baru dibuatkan Pindah KTP bisa masuk karena ada ‘orang dalam’ yah gak kelar-kelar pengangguran,” Pungkasnya. [Fale Wali]

Artikel ini telah dibaca 141 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Andra Soni Komitmen Tata Kelola Keuangan Transparan, Akuntabel, Efektif, dan Efisien

4 September 2026 - 15:49

KPK Sebut Kemampuan Fiskal Kota Serang Meningkat, Pemkot Punya Ruang Lebih Besar untuk Pembangunan

4 September 2026 - 15:22

Gubernur Andra Soni: Pertumbuhan Ekonomi Banten Berdampak bagi Masyarakat

4 September 2026 - 12:32

Sekda Banten Deden Apriandhi Tekankan Pentingnya Kolaborasi Dalam Mendukung Pembangunan Daerah

4 September 2026 - 11:40

Warga Kabupaten Tangerang Bersyukur Ikut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)

3 September 2026 - 15:34

Tutup Gelar TTG XX, Gubernur Andra Soni Dorong Inovasi Desa Dukung Asta Cita

3 September 2026 - 15:03

Trending di Banten