Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 6 Jun 2024 ·

Pemuda Pancasila Bantah Menghalangi Aksi Unras di Kesbangpol, Begini Penjelasannya


 Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Tangerang, Tono Darusallam beserta jajaran pengurus saat Konferensi Pers. Foto: Fale Wali Perbesar

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Tangerang, Tono Darusallam beserta jajaran pengurus saat Konferensi Pers. Foto: Fale Wali

Kota Tangerang – MPC Pemuda Pancasila Membantah jika organisasinya disebut menghalang – halangi aksi unjuk rasa Forum Tangerang yang menuntut Teguh Kepala Kesbangpol Kota Tangerang mundur lantaran dinilai gagal dalam menggelar peringatan harlah Pancasila.

Kepada Wartawan, Tono Darussalam Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Tangerang menjelaskan pada kegiatan aksi unjuk rasa yang digelar oleh Forum Tangerang berbarengan dengan jadwal ujian dari SMKN 1 Kota Tangerang yang letaknya persis didepan kantor Kesbangpol.

“Kami tidak menghalang – halangi toh mereka juga teman teman kita yang sama sama mempunyai misi membangun kota Tangerang agar lebih baik lagi, kita cuma tidak mau orasi teman teman pergerakan dengan speker besar menggangu jalannya ujian yang sedang dilakukan oleh para siswa SMKN 1 yang sebagian besar putra dan putri dari kader Pemuda pancasila,” ungkap Tono Darusallam yang akrab disapa Toda saat menggelar Konferensi Pers disalahsatu resto dibilangan kota Tangerang kamis (6/6/2024).

Jika berhubungan dengan Ideologi pancasila, Lanjut Toda, Pihaknya yang akan berdiri digaris paling depan untuk membelanya, namun begitu aspirasi yang disampaikan sudah seharusnya tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat umum lainnya.

“Kehadiran kita memastikan aspirasi dan tuntutan dari kawan kawan pergerakan dapat langsung didegar oleh Kepala Kesbangpol, namun pada pelaksanaan dilapangan kami melihat terdapat mobil komando yang tentunya dikhawatirkan mengganggu jalannya ujian yang tengah ditempuh oleh anak – anak dari kader kami,” ungkap Toda.

Selain itu, lokasi kantor kesbangpol yang berada ditengah – tengah kawasan pendidikan dikhawatirkan menggangu masyarakat lainnya sehingga kadernya menyarankan kepada massa peserta aksi untuk menepikan mobil komando yang dibawa oleh peserta unjuk rasa.

“Itu jalannya kecil banget, kita arahkan untuk parkir ditempat yang lebih lega kan kita tahu sebelahnya ada kantor kementerian agama, ada pengadilan agama, ada kampus tentunya jika mobil komando diparkirkan tepat didepan kantor Kesbangpol kota Tangerang akan menghambat arus lalulintas masyarakat,” ungkap Toda.

Namun demikian Toda menyampaikan permohonan maaf atas Peristiwa gesekan antara anggotanya dan peserta aksi yang sempat terjadi pada saat pelaksanaan aksi unjuk rasa sebelumnya.

“Jadi dalam Vidio yang beredar ada anggota kami yang sempat bersitegang dengan peserta aksi, atas hal tersebut saya atasnama Pemuda Pancasila Kota Tangerang memohon maaf yang sebesar besarnya kepada masyarakat khususnya kawan kawan dari pergerakan massa peserta aksi,” ungkap Toda.

Sebelumnya, Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Forum Aktivis Tangerang Raya (Fortang) melakukan demonstrasi di depan Kantor Badan Kesbangpol Kota Tangerang, Rabu (5/6). Aksi tersebut dilakukan atas kegagalan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut dalam memaknai Hari Lahir (Harlah) Pancasila pada 1 Juni 2024.

Selain gagal dalam memaknai Harlah Pancasila, Badan Kesbangpol pun dinilai gagal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai OPD yang melakukan pembinaan terhadap masyarakat, di antaranya Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Selain gagal dalam memaknai Harlah Pancasila, Badan Kesbangpol pun dinilai gagal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai OPD yang melakukan pembinaan terhadap masyarakat, di antaranya Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Meski dalam aksi tersebut massa demonstrasi dihadang oleh Ormas, pedemo tetap terus menyuarakan tuntutan dan berhasil menyampaikan tuntutan tersebut kepada Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangerang Teguh Supriyanto di depan kantornya.

Kordinator Lapangan Aksi Taher mengatakan pihaknya menyuarakan tuntutan atas kegagalan Kaban Kesbangpol Kota Tangerang dalam menjalankan tugas dan fungsinya, lantaran OPD tersebut dalam pelaksanaan Upacara Harlah Pancasila dinilai gagal.

“Upacara Pancasila seharusnya ramai dengan organisasi masyarakat, LSM, dan Organisasi Kemasyarakat Pemuda (OKP), tetapi, yang terlihat dan hadir pada acara tersebut hanya segelintir saja,” katanya.[red]

Artikel ini telah dibaca 81 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KNPI Colour Night Run 5K, Maryono: Pemuda Harus Kompak dan Berdampak

24 Oktober 2026 - 23:02

Wali Kota Sachrudin Ajak PCNU Sinergi dan Perluas Peran Organisasi 

24 Oktober 2026 - 22:16

Wali Kota Sachrudin Ajak Jamaah Pengajian Bulanan Makmurkan Masjid

23 Oktober 2026 - 23:58

Dari Bank Sampah hingga Literasi Anak, Kampung Jimpitan Jadi Model Percontohan Ruang Bersama Indonesia

23 Oktober 2026 - 18:10

Maryono: Perbankan Syariah Harus Tumbuh Bersama Ekonomi Masyarakat

22 Oktober 2026 - 16:39

Hari Santri, Wali Kota Sachrudin Ajak Perkuat Akhlaqul Karimah 

22 Oktober 2026 - 16:25

Trending di Kota Tangerang