Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Banten · 8 Mei 2026 ·

Pemprov Banten Harap HIPMI Jadi Rumah Besar Lahirnya Wirausaha Muda


 Ketua Umum BPD HIPMI Banten Rifky Hermiansyah bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Iwan Hermawan. Foto: ist Perbesar

Ketua Umum BPD HIPMI Banten Rifky Hermiansyah bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Iwan Hermawan. Foto: ist

Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten menjadi rumah besar bagi lahirnya wirausaha muda. HIPMI harus menjadi motor penggerak kewirausahaan muda dan lokomotif ekonomi daerah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Iwan Hermawan mewakili Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah dalam acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah serta Forum Bisnis Daerah HIPMI di Horison Ultima Ratu, Kota Serang. Jumat (8/5/2026).

“Melalui Rakerda dan kegiatan ini, saya berharap lahir program-program dari HIPMI Provinsi Banten yang berdampak serta membuka peluang-peluang kerja sama yang produktif dan berkelanjutan,” katanya.

“Mari bersama-sama kita membangun Banten dengan semangat kewirausahaan dan optimisme,” ungkapnya.

Iwan menyebutkan, data BPS Provinsi Banten menunjukkan bahwa Triwulan I Tahun 2026, perekonomian Provinsi Banten tumbuh sebesar 5,64 persen. Ini adalah capaian yang patut disyukuri dan merupakan sinyal ekonomi daerah yang terus tumbuh.

“Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen dengan kontribusi PDRB mencapai Rp 17,59 triliun, sedangkan industri pengolahan tumbuh 3,69 persen dengan kontribusi PDRB sebesar Rp 74,20 triliun. Ini menegaskan bahwa di tengah arus industrialisasi dan digitalisasi, sektor primer tetap menjadi fondasi penting bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Banten,” ujarnya.

Data-data tersebut menurutnya menunjukkan masa depan ekonomi Banten tidak hanya terletak pada sektor industri tetapi juga sektor agribisnis. Namun, Banten juga menghadapi tantangan berupa jumlah petani milenial.

“Berdasarkan hasil Sensus Pertanian, baru mencapai 46.561 orang, atau sekitar 7,64 persen dari total petani. Artinya, regenerasi di sektor pertanian masih sangat terbatas. Karena itu, saya berharap HIPMI Banten terus menumbuhkan minat wirausaha muda di bidang agribisnis,” jelasnya.

Menurut Iwan, agribisnis sebagai ekosistem sangat berpotensi mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran berbasis digital. Itu bisa menjadi peluang terbuka bagi anak-anak muda Banten untuk mengembangkan smart farming.

“Membangun rantai pasok pangan yang efisien mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah tinggi serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Setahun Rumah Singgah Pemprov Banten: Merawat Harapan dan Meringankan Beban Warga

24 Juni 2026 - 20:05

Serius Tangani Banjir, Gubernur Andra Soni Awasi Langsung Normalisasi Sungai Cibanten

24 Juni 2026 - 18:40

Infrastruktur Banten Diperkuat, Pemprov Ajukan 50 Ruas Jalan Melalui IJD 2026

23 Juni 2026 - 21:35

Jalan Rusak Tinggal Kenangan, Warga Malanggah Serang Kini Lebih Mudah ke Sekolah dan Puskesmas

22 Juni 2026 - 19:58

Pemprov Banten Siapkan Relokasi SMAN 3 Rangkasbitung ke Lahan yang Lebih Luas

22 Juni 2026 - 17:58

Gubernur Andra Soni Tegaskan SPMB Transparan dan Akuntabel

22 Juni 2026 - 15:52

Trending di Banten