Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 16 Agu 2026 ·

Pemprov Banten Dukung Gerakan Eco Waste Group 1 Kopassus yang Kelola Sampah dari Hulu


 Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten Wawan Gunawan yang mewakili Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah saat menghadiri Awarding Eco Waste di Bumi Perkemahan Taman Kopassus, Kota Serang. Foto: Iat Perbesar

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten Wawan Gunawan yang mewakili Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah saat menghadiri Awarding Eco Waste di Bumi Perkemahan Taman Kopassus, Kota Serang. Foto: Iat

Serang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memberikan apresiasi kepada group 1 Kopassus yang telah menginisiasi kegiatan Eco Waste.  Apresiasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten Wawan Gunawan yang mewakili Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah dalam Awarding Eco Waste di Bumi Perkemahan Taman Kopassus, Kota Serang, Sabtu (15/8/2026).

Wawan mengatakan, berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025, Provinsi Banten menghasilkan 8.126 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, hanya 13,4 persen atau sekitar 1.092 ton yang terkelola dengan baik.

Sementara itu, 46,4 persen atau 3.771 ton masih ditimbun di tempat pemrosesan akhir (TPA) dengan metode open dumping. Sedangkan 40,2 persen atau 3.263 ton terbuang langsung ke lingkungan melalui pembakaran terbuka serta pembuangan ilegal.

“Angka ini bukan sekadar statistik, kalau kita bayangkan, berarti setiap hari ada lebih dari delapan ribu ton sampah yang harus kita kelola, angkut, pilah, olah dan pastikan tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, menurut Wawan, persoalan sampah tidak akan pernah selesai apabila pengelolaannya masih menggunakan pola lama, yakni dikumpulkan, diangkut, kemudian dibuang. Pola tersebut akan terus menambah beban TPA, meningkatkan biaya pengangkutan, serta memperbesar kebutuhan lahan.

“Karena itu, angka 8.126 ton per hari harus menjadi alarm bagi kita semua, ini adalah persoalan kita bersama karena setiap hari kita memproduksi sampah, maka setiap hari pula kita harus ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan,” ungkapnya.

Wawan menjelaskan, penyelesaian persoalan sampah tidak hanya dilakukan di hilir, tetapi harus dimulai dari hulu, seperti rumah tangga, lingkungan, desa, kelurahan, pasar, dan berbagai sumber sampah lainnya. Oleh sebab itu, setiap desa dan kelurahan di Provinsi Banten diharapkan mulai membangun sistem pengelolaan sampah sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

“Eco Waste diharapkan dapat dijadikan sebagai gerakan bersama untuk mengubah perilaku, mengedukasi masyarakat, membangun ekonomi sirkular, memperkuat kolaborasi dan untuk memastikan generasi yang akan datang menerima lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana Eco Waste Ariani Damayanti mengatakan, program Desa Berkelanjutan di Provinsi Banten merupakan kegiatan yang melibatkan desa-desa di berbagai daerah. Untuk 11 desa binaan di bawah naungan Group 1 Kopassus, perlombaan dilaksanakan secara langsung. Sementara desa-desa di luar desa binaan mengikuti perlombaan dengan mengunggah video melalui akun media sosial Aliansi Satu Aksi.

Pihaknya juga menggelar workshop di Taman Group 1 Kopassus untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah, antara lain melalui komposter, biopori, rumah maggot, pekarangan ayam, dan rocket stove.

“Untuk 11 desa binaan di bawah naungan Group 1 Kopassus sudah membuat pengolahan sampah yang akan dimonitoring oleh setiap batalion,” ungkapnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Waspada dan Tetap Tenang, BMKG Himbau Masyarakat Hindari Aktivitas di Selat Sunda

6 September 2026 - 11:04

Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Gubernur Andra Soni Minta Warga Waspada dan Pakai Masker

6 September 2026 - 09:16

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Sampai Bandara Soetta, 33 Penerbangan Dibatalkan

6 September 2026 - 06:03

Kesadaran Deteksi Kesehatan Sedari Dini Terus Meningkat, Program CKG Diserbu Warga Banten

5 September 2026 - 20:25

Gubernur Andra Soni Disambut Hangat Warga Pondok Lakah Permai Ciledug Kota Tangerang 

5 September 2026 - 15:30

Harpelnas 2026, Pelayanan Bank Banten Semakin Dekat di Hati Nasabah

4 September 2026 - 20:10

Trending di Banten