Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Nasional · 24 Okt 2023 ·

Para Pelaku Ekraf Rayakan Hari Ekonomi Kreatif Nasional 24 Oktober


 Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat membuka Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 24 Oktober 2023. Foto: Istimewa Perbesar

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat membuka Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 24 Oktober 2023. Foto: Istimewa

DKI Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelenggarakan perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) perdana pada Selasa, 24 Oktober 2023 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Perayaan ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, anggota DPR, Mar’i Elka Pangestu, Triawan Munaf, para seniman, pemerintah daerah seperti Provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Halmahera Bara , asosiasi pelaku ekraf, serta perwakilan dari 17 sub sektor ekonomi kreatif.

Dalam sambutannya di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Menparekraf Sandiaga mengungkapkan peringatan Hekrafnas pertama yang jatuh setiap tanggal 24 Oktober ini merupakan bentuk selebrasi dari semakin pesatnya perkembangan sektor ekonomi kreatif di Indonesia yang berhasil menduduki peringkat ketiga persentase PDB (Produk Domestik Bruto) ekraf dunia. “Ini juga diperkuat dengan undang-undang ekonomi kreatif yang dikeluarkan pada 24 Oktober 2019 dan PP (peraturan pemerintah) Nomor 24 tahun 2022,” kata Sandiaga.

Menparekaf Sandiaga mengatakan peringatan Hekrafnas diharapkan dapat dirayakan dan diperingati oleh para pelaku ekraf dan seluruh masyarakat Indonesia. Terlebih, sektor ekraf diyakini menjadi salah satu lokomotif kebangkitan perekonomian Indonesia dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

“Salah satu (sektor perekonomian) yang akan membuat Indonesia maju adalah ekonomi kreatif dan ekonomi kreatif adalah masa depan ekonomi Indonesia,” katanya.

Acara Hekrafnas dirangkai dengan menarik dengan adanya penampilan dari berbagai sub sektor seni pertunjukan diantaranya Tika Ramlan, Tasha Bouslama dan Mansur Angklung yang berkolaborasi menyanyikan medley lagu-lagu karya Eyang Titiek Puspa serta lagu-lagu daerah dengan diiringi peragaan busana dari para pelaku ekraf nasional sub sektor fesyen karya Yanti Adeni X Torenda Jewelry yang memukau.

Deputi Ekonomi Digital & Produk Kreatif Kemenparekraf RI Neil El Himam dan Ferry Ardiansyah sebagai Penanggung Jawab Tim Kerja Penetapan dan Perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional mengatakan dalam sambutannya bahwa selama 18 bulan lebih mengawal agenda ini dari mulai inisiasi, penyusunan naskah akademik, audiensi, RDPU bersama Komisi X DPR RI, sosialisasi, Rembuk Nasional Pelaku Ekraf, Penandatanganan Keputusan Menteri (Kepmen) dan sampai hari ini 24 Oktober Perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional.

Dalam perayaan ini juga diberikan penghargaan apresiasi Hekrafnas 2023 kepada Eyang Titiek Puspa, Darwis Triadi dan Putu Wijaya atas dedikasi dan karyanya dalam industri ekonomi kreatif nasional yang mampu menginspirasi anak-anak muda untuk terus berkarya.

Acara yang dilaksanakan secara hybrid dan dirayakan secara serentak di berbagai kota ini alhamdulillah berjalan dengan sukses dan lancar. Menjadi awal baru hadirnya perhatian serius Pemerintah kepada para pelaku ekonomi kreatif sebagai penyumbang PDB terbesar ke-3 terhadap ekonomi nasional.

Dalam kesempatan ini, para pelaku ekraf menyepakati bahwa Indonesia Emas 2045 hanya akan terwujud jika bangsa ini menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai arus utama pembangunan nasional melalui pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah pada produk ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi, mudah diakses, dan terlindungi secara hukum. [red]

Artikel ini telah dibaca 234 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Istana Tegaskan Bahwa Penyadapan Terhadap Presiden Mengarah pada Perbuatan Makar

4 November 2026 - 22:54

Yusril Tegaskan Siapapun yang Terlibat dalam Kasus Penyadapan Presiden Akan Diperiksa, Termasuk Mantan Presiden

4 November 2026 - 20:21

Diduga Sadap Presiden, Mantan Kapolri Jenderal Polisi LSP Ditahan dan Ditetapkan Sebagai Tersangka

3 November 2026 - 20:15

Mendes Yandri Susanto Komitmen Selesaikan Akar Masalah Stunting dari Hulu ke Hilir

3 November 2026 - 19:07

Manfaatkan Teknologi, Mendes Dorong Limbah Produk Unggulan Jadi Energi Alternatif bagi Desa

1 November 2026 - 18:22

GEKRAFS Lantik DPLN Tiongkok, Siapkan Ekspansi di Guangzhou, Beijing, Shenzhen, dan Shanghai

1 November 2026 - 07:41

Trending di Ekonomi