Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Perusahaan Umum Daerah Pasar Kota Tangerang mengambil berbagai langkah dalam menangani kenaikan harga pangan yang dipicu oleh musim kemarau.
Salah satu langkah yang mereka lakukan adalah meluncurkan Mobil Pasar Keliling Si Jampang yang kini melayani hingga tingkat rukun tetangga/rukun warga (RT/RW) bahkan masuk ke gang permukiman warga.
Direktur Perumda Pasar Kota Tangerang Titien Mulyati menjelaskan, sebelumnya Mobil Pasar Keliling Si Jampang hanya beroperasi di titik pasar, kecamatan, atau kelurahan namun kini telah memenuhi kebutuhan masyarakat dengan masuk ke wilayah RT dan RW.
“Sekarang, kami mencapai tingkat RT/RW, berdasarkan permintaan dari kelurahan atau kelompok masyarakat,” Ungkap Titien Mulyati, Sabtu, 4 November 2023.
Mobil Pasar Keliling Si Jampang menawarkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar konvensional. Berbagai komoditas pangan diangkut menggunakan mobil terbuka dan dijual di lokasi pemukiman warga.
Selain itu, Perumda Pasar Kota Tangerang juga melakukan pemantauan harga pangan harian, mencatat, dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang perkembangan harga pangan.
Perumda Pasar juga aktif mengadakan bazar sembako bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Disperindagkop UKM) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Tangerang, serta lembaga dan instansi lainnya serta pasar-pasar lingkungan.
Titien mengungkapkan meskipun harga pangan meningkat, akan ada penurunan harga dalam beberapa waktu ke depan, terutama seiring dengan masuknya musim hujan.
Namun, terkait harga pangan di pasar, Titien mencatat bahwa komoditas seperti cabai dan bawang mengalami kenaikan harga yang signifikan. Cabai rawit merah, yang sebelumnya dijual sekitar Rp50.000/kg, kini mencapai angka Rp80.000 hingga Rp100.000/kg.
Bawang merah juga mengalami kenaikan harga, dari harga terendah sekitar Rp25.000 menjadi sekitar Rp35.000/kg. Kenaikan harga juga terjadi pada bawang putih, sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000/kg. Sementara itu, harga minyak goreng, telur, dan daging tetap stabil di sejumlah pasar di Kota Tangerang.
“Faktor-faktor penyebab kenaikan harga pangan meliputi iklim dan harga pupuk yang tinggi. Selain itu, harga beras yang masih tinggi saat ini disebabkan oleh kenaikan harga gabah dan penurunan produksi beras,” Pungkasnya. [red]










