Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 21 Agu 2023 ·

Komentari PLTU Banten, Aktivis Lingkungan Tantang Ridwan Kamil Menginap Dirumah Warga Sekitar PLTU


 Pj. Gubernur Banten, Al Muktabar dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat Mengikuti Rakor Permasalahan Pencemaran Udara di Jabodetabek yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. Jum'at (18/08/2023). Foto: Istimewa Perbesar

Pj. Gubernur Banten, Al Muktabar dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat Mengikuti Rakor Permasalahan Pencemaran Udara di Jabodetabek yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. Jum'at (18/08/2023). Foto: Istimewa

TangerangPos – Usai mengikuti Rapat Koordinasi Permasalahan Pencemaran Udara di Jabodetabek yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (18/8).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menepis informasi yang menyebut Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Banten yang menjadi penyebab utama polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengklaim grafis yang menunjukkan asap PLTU mengarah ke Jakarta hanya sebatas simulasi. Menurutnya, angin saat ini mengarah ke Selat Sunda sampai Oktober.

“Jadi PLTU Banten arahnya ke Selat Sunda bukan arah Jakarta,” kata Emil, Jumat (18/8) seperti dikutip CNN Indonesia.

Untuk diketahui Rapat Koordinasi yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan tersebut dihadiri oleh, Menteri LHK, Siti Nurbaya, Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta Pj. Gubernur Banten, Al Muktabar.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Lingkungan Hidup Ade Yunus merasa heran dan mempertanyakan kapasitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengomentari terkait PLTU di wilayah Provinsi Banten.

“Meskipun beliau mendengar pemaparan secara seksama pada rakor tersebut, bukan kapasitas beliau mengomentari PLTU di wilayah Banten, kan dirakor tersebut hadir juga Pj. Gubernur Banten, mengapa harus beliau yang sampaikan bukan Pj. Gubernur Banten?, Bilangin kang emil ga usah pake grafis-grafisan, sini kita menginap dirumah warga sekitar PLTU aja,” tegas Ade, Senin, (21/08/2023).

Sebelumnya Aktivis yang concern dalam edukasi dan komunikasi perubahan perilaku masyarakat tersebut, juga menantang KLHK untuk menginap dirumah warga di sekitaran PLTU selama 3 Hari.

“Kan jelas instruksi Presiden minta diperkuat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,  salah satunya pengawasan terhadap sektor industri dan pembangkit listrik, terutama disekitar Jabotabek, sudah jalankan saja, kalau perlu kirim dari KLHK saat overhaul mesin PLTU menginap 3 hari dirumah warga di sekitaran PLTU, lalu diatap rumah simpan saja air di ember silahkan lihat hasilnya, ga perlu repot-repot pake data satelit sentinel troposperik,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 70 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warga Tangerang Berasa Gak?, Ada Gempa 5,9 SR Jelang Subuh

12 September 2026 - 05:53

Sisir Perairan Krakatau, Gubernur  Andra Soni: Semua Berikhtiar, Maksimalkan Seluruh Potensi

11 September 2026 - 19:59

Purbaji Basuki Resmi Menjabat Direktur Operasional Bank Banten

11 September 2026 - 11:15

Turut Penyisiran, Gubernur Andra Soni Membersamai Tim SAR dalam Proses Pencarian

11 September 2026 - 11:03

Dukung Proses Operasi SAR, Gubernur Andra Soni: Kita Percayakan pada Basarnas dan Tim Gabungan

10 September 2026 - 22:01

Lepas Kafilah MTQ Nasional, Sekda Banten Deden Ajak Doakan Jurnalis Hilang Kontak di Krakatau

10 September 2026 - 21:01

Trending di Banten