Menu

Mode Gelap
Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia Bapenda Banten Gelar Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah Serta Opsen PKB dan BBNKB Dinkes Banten Diganjar Penghargaan Dirjen Pas atas Kontribusi Memberikan Pelayanan Kesehatan di UPT Lapas/Rutan

Banten · 21 Agu 2023 ·

Komentari PLTU Banten, Aktivis Lingkungan Tantang Ridwan Kamil Menginap Dirumah Warga Sekitar PLTU


 Pj. Gubernur Banten, Al Muktabar dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat Mengikuti Rakor Permasalahan Pencemaran Udara di Jabodetabek yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. Jum'at (18/08/2023). Foto: Istimewa Perbesar

Pj. Gubernur Banten, Al Muktabar dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat Mengikuti Rakor Permasalahan Pencemaran Udara di Jabodetabek yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan. Jum'at (18/08/2023). Foto: Istimewa

TangerangPos – Usai mengikuti Rapat Koordinasi Permasalahan Pencemaran Udara di Jabodetabek yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Jumat (18/8).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menepis informasi yang menyebut Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Banten yang menjadi penyebab utama polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengklaim grafis yang menunjukkan asap PLTU mengarah ke Jakarta hanya sebatas simulasi. Menurutnya, angin saat ini mengarah ke Selat Sunda sampai Oktober.

“Jadi PLTU Banten arahnya ke Selat Sunda bukan arah Jakarta,” kata Emil, Jumat (18/8) seperti dikutip CNN Indonesia.

Untuk diketahui Rapat Koordinasi yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan tersebut dihadiri oleh, Menteri LHK, Siti Nurbaya, Pj. Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serta Pj. Gubernur Banten, Al Muktabar.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Lingkungan Hidup Ade Yunus merasa heran dan mempertanyakan kapasitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengomentari terkait PLTU di wilayah Provinsi Banten.

“Meskipun beliau mendengar pemaparan secara seksama pada rakor tersebut, bukan kapasitas beliau mengomentari PLTU di wilayah Banten, kan dirakor tersebut hadir juga Pj. Gubernur Banten, mengapa harus beliau yang sampaikan bukan Pj. Gubernur Banten?, Bilangin kang emil ga usah pake grafis-grafisan, sini kita menginap dirumah warga sekitar PLTU aja,” tegas Ade, Senin, (21/08/2023).

Sebelumnya Aktivis yang concern dalam edukasi dan komunikasi perubahan perilaku masyarakat tersebut, juga menantang KLHK untuk menginap dirumah warga di sekitaran PLTU selama 3 Hari.

“Kan jelas instruksi Presiden minta diperkuat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim,  salah satunya pengawasan terhadap sektor industri dan pembangkit listrik, terutama disekitar Jabotabek, sudah jalankan saja, kalau perlu kirim dari KLHK saat overhaul mesin PLTU menginap 3 hari dirumah warga di sekitaran PLTU, lalu diatap rumah simpan saja air di ember silahkan lihat hasilnya, ga perlu repot-repot pake data satelit sentinel troposperik,” Pungkasnya. [red]

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tiket Pesawat Jakarta–Jember Lebih Murah, Kawendra Berhasil Tunaikan Janji di Awal Tahun 2026

15 Januari 2026 - 19:43

Tidak Buat Perayaan, HUT Gekrafs ke-7 Dilaksanakan Dengan Doa Bersama di HUNTARA Sumatera Barat

15 Januari 2026 - 17:13

Bank Banten Terima Audiensi DKM Masjid Ats-Tsauroh Kota Serang

15 Januari 2026 - 13:49

Gubernur Andra Soni: Sekolah Gratis, Strategi Pemprov Banten Tekan Angka Putus Sekolah

15 Januari 2026 - 09:08

Serius Tangani Banjir, Pemkot, Pemprov dan BBWSC3 Berbagi Peran Normalisasi Sungai

14 Januari 2026 - 23:51

Perkuat Sinergi, Gubernur Andra Soni Ajak Brigif 87/Salakanagara Akselerasi Pembangunan dan Ketahanan Pangan

14 Januari 2026 - 23:51

Trending di Banten