Kabupaten Tangerang – Pegiat dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) terus galakan penanaman mangrove di Kawasan hutan lindung pesisir utara Tangerang dalam upaya mitigasi Megathrust dan Tsunami yang mengancam Pesisir Tangerang.
Lebih kurang 10.000 bibit mangrove telah ditanam oleh gerakan konservasi hutan lindung yang mengusung tajuk “Tanam Mangrove, Selamatkan Pesisir” tersebut.
“Hutan mangrove berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi, erosi, dan badai, mencegah intrusi air laut ke daratan, menyerap karbon dioksida secara efektif (blue carbon), menyaring polutan atau limbah, serta menjadi habitat tempat tinggal, berlindung, dan mencari makan bagi berbagai biota laut maupun satwa,” Ungkap Koordinator Kalung, Ade Yunus, Minggu (09/08/2026).
Ade menambahkan bahwa hal yang paling esensial bagi kelangsungan hidup adalah fungsi hutan mangrove sebagai penghasil oksigen (O2) dan penyerap gas karbondioksida serta sebagai pencegahan abrasi. Rusaknya hutan mangrove dapat mengakibatkan hilangnya fungsi-fungsi di tersebut.
“Bayangkan jika hutan mangrove rusak, tak ada lagi sesuatu yang mampu menghasilkan oksigen (O2) untuk kita bernapas, tidak adalagi sesuatu yang dapat menyerap gas (CO2) yang merupakan gas racun dan berbahaya bagi tubuh manusia, serta tak ada lagi suatu pertahanan kokoh yang mampu menahan laju abrasi,” Sambungnya.
Mengingat begitu pentingnya hutan mangrove bagi kelangsungan lingkungan hidup, Ade menegaskan perlu adanya solusi untuk penanggulangan masalah yang selama ini terjadi pada hutan lindung mangrove.
Menurut Ade Solusi yang dapat dilakukan lakukan diantaranya yakni ;
- Perlu adanya lahan konservasi terhadap hutan mangrove dalam rangka penjagaan dan pelestarian hutan agar fungsi-fungsi mangrove dapat dioptimalkan sebaik mungkin;
- Melakukan reboisasi atau penanaman kembali terhadap hutan mangrove yang telah rusak. Dalam hal ini perlu adanya keterlibatan antara pemerintah dan masyarakat secara teknis dalam pelaksanaan reboisasi;
- Perlu adanya manajemen tata ruang yang baik terhadap wilayah pesisir pantai berhutan mangrove, sehingga dapat berpotensi ekonomis dalam hal pariwisata. Profit yang diperoleh dari wisata alam ini dapat digunakan untuk keterbutuhan pelestarian mangrove;
- Perlu adanya penyuluhan dalam rangka memahamkan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian hutan mangrove bagi lingkungan hidup;
- Sanksi hukum yang tegas terhadap siapapun yang merusak kelestarian hutan mangrove.
“Kelestarian lingkungan hidup amatlah penting bagi kita. Menjaga mangrove merupakan bagian dari tindakan nyata atas kepedulian kita terhadap lestarinya alam dan kehidupan. Mulai dari diri sendiri, marilah jaga lingkungan demi hidup dan kehidupan,” Serunya. [Red]










