Kota Tangerang – Kongres pertama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang yang berlangsung di Kantor BPBD Kota Tangerang pada Jum’at (26/12/2025) secara resmi menetapkan Ketua Komisi IV DRPD Kota Tangerang, H.Supiani sebagai Ketua Forum Periode Tahun 2026-2029.
Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang merupakan bentuk inisiatif kolektif yang melibatkan seluruh unsur yakni Pemerintah, Masyarakat, Akademisi, Dunia Usaha, Media dan NGO.
“Alhamdulillah, pada Kongres Pertama FPRB, menetapkan H.Supiani sebagai Ketua,” Ungkap Pimpinan Sidang Kongres Pertama FPRB, Andri S.Permana, Jum’at (26/12/2025).
Andri yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang tersebut menerangkan bahwa upaya pengurangan risiko bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau BPBD saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama, lintas sektor dan lintas generasi, melalui pendekatan pentahelix.
“Setiap unsur memiliki kekuatan dan kapasitas masing-masing yang jika disinergikan akan membentuk jejaring kolaborasi yang kokoh dan berkelanjutan,’’ Terangnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan bahwa salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang yang sejalan dengan amanat Undang–Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan PP Nomor 21 Tahun 2008
‘’Forum ini merupakan wadah koordinasi nonformal, namun memiliki peran yang sangat strategis dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana secara menyeluruh,’’ucapnya
FPRB hadir bukan hanya sebagai simbol komitmen, melainkan sebagai strategi nyata membangun masyarakat dan wilayah yang tangguh terhadap bencana dan akan menjadi mitra penting pemerintah daerah, baik dalam aspek mitigasi, kesiapsiagaan, hingga pemulihan pascabencana
‘’Inilah salah satu pondasi penting menuju pembangunan Kota Tangerang yang berkelanjutan dan berketahanan,’’tuturnya.
Ketua FPRB terpilih, H. Supiani menuturkan bahwa Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) berfungsi sebagai mitra strategis Pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan di daerah.
‘’Tujuannya adalah membentuk pola koordinasi multisektor dalam upaya pengurangan resiko bencana. Mendorong keterlibatan aktif seluruh unsur,’’ ujarnya.
Menurutnya bencana adalah urusan bersama untuk kemanusiaan, kolaborasi yang sinergi dan harmonis antar stakeholder terkait penanggulangan bencana akan menguatkan tercapainya tujuan Kota Tangerang yang Tangguh Bencana.
Supiani menambahkan bahwa dengan terpilih dirinya sebagai Ketua Forum akan menjadi tanggung jawab yang besar sekaligus menjadi jalan untuk terwujudnya mimpi dapat bermanfaat bagi masyarakat luas Khususnya Kota Tangerang.
“Ini merupakan tanggung jawab yang besar sekaligus menjadi jalan terwujudnya mimpi-mimpi saya agar hidup bisa berguna bagi masyarakat luas, saya sampaikan terima kasih kepada seluruh peserta forum yang sudah mempercayai saya agar untuk bersama sama bekerja untuk ketangguhan bencana di Kota Tangerang”, Tutupnya.[red]













