Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Edukasi · 13 Jul 2025 ·

Gubernur Jawa Barat Tambah Rombel, Dedi Mulyadi: Agar Rakyat Bisa Sekolah


 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Saat Berbincang Dengan Siswa SMA. Foto: ist Perbesar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Saat Berbincang Dengan Siswa SMA. Foto: ist

Bandung – Untuk memastikan warga kurang mampu tetap mendapat akses pendidikan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi keluarkan kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri pada tahun ajaran 2025.

“Tugas gubernur itu melindungi rakyatnya, agar rakyatnya bisa bersekolah, dan saya sudah menunaikan tugas itu dengan berbagai risiko,” kata Dedi dikutip dari kompas.com, Jumat (11/7/2025).

Meskipun kebijakan ini berpotensi berdampak pada menurunnya jumlah siswa di sekolah swasta, Dedi Mulyadi tegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti sekolah swasta akan dibiarkan tanpa solusi.

“Kemudian kalau ada sekolah-sekolah swasta yang kemudian muridnya mengalami penurunan, kan bisa kita cari jalan lain agar tetap bisa berjalan pendidikan,” ujarnya.

Keputusan menambah rombel diambil Dedi Mulyadi karena jika tidak dilakukan, banyak anak akan terancam tidak masuk sekolah negeri akibat sistem dimisili dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

“Di setiap sekolah orangtua siswa berteriak, tidak bisa masuk sekolah. Nanti ada orang yang memboikot mobil masuk ke sekolah. Tapi hari ini bisa lihat bahwa sepanjang sejarah dulu PPDB sekarang SPMB ya, SPMB baru kali ini penerima siswa baru tidak ada keributan. Tidak ada hiruk-pikuk, tidak ada protes-protes,” tutur Dedi.

Ia juga mengingat momen saat masih menjadi anggota DPR RI, ketika ada orangtua di Bogor yang sampai mengukur jarak rumah ke sekolah demi memastikan anaknya diterima.

“Hari ini tidak terjadi, karena hari ini negara sudah hadir untuk melindungi warganya agar bisa bersekolah sampai SMA,” ucapnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 142 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

David Hamka: Jangan Mudah Percaya Isu yang Belum Terbukti, Biarkan Raffi Bekerja 

10 Juni 2026 - 15:57

Vasko Ruseimy Pimpin Tim Pemenangan Ade Jona Prasetyo di Munas HIPMI

10 Juni 2026 - 10:45

Usai Dicopot Presiden, Eks Kepala BGN Diciduk Kejaksaan Agung

3 Juni 2026 - 12:35

Menteri LH: Giant Sea Wall Lindungi Ekonomi Pantura, Efektif jika Ditopang Mangrove

3 Juni 2026 - 11:46

Kepala BGN Dicopot, Sufmi Dasco: Pemerintah Mendengar Aspirasi Masyarakat

2 Juni 2026 - 23:16

Presiden Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Mensesneg: Hasil Evaluasi 1,5 Tahun

2 Juni 2026 - 21:30

Trending di Nasional