Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Edukasi · 13 Jul 2025 ·

Gubernur Jawa Barat Tambah Rombel, Dedi Mulyadi: Agar Rakyat Bisa Sekolah


 Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Saat Berbincang Dengan Siswa SMA. Foto: ist Perbesar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Saat Berbincang Dengan Siswa SMA. Foto: ist

Bandung – Untuk memastikan warga kurang mampu tetap mendapat akses pendidikan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi keluarkan kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri pada tahun ajaran 2025.

“Tugas gubernur itu melindungi rakyatnya, agar rakyatnya bisa bersekolah, dan saya sudah menunaikan tugas itu dengan berbagai risiko,” kata Dedi dikutip dari kompas.com, Jumat (11/7/2025).

Meskipun kebijakan ini berpotensi berdampak pada menurunnya jumlah siswa di sekolah swasta, Dedi Mulyadi tegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti sekolah swasta akan dibiarkan tanpa solusi.

“Kemudian kalau ada sekolah-sekolah swasta yang kemudian muridnya mengalami penurunan, kan bisa kita cari jalan lain agar tetap bisa berjalan pendidikan,” ujarnya.

Keputusan menambah rombel diambil Dedi Mulyadi karena jika tidak dilakukan, banyak anak akan terancam tidak masuk sekolah negeri akibat sistem dimisili dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.

“Di setiap sekolah orangtua siswa berteriak, tidak bisa masuk sekolah. Nanti ada orang yang memboikot mobil masuk ke sekolah. Tapi hari ini bisa lihat bahwa sepanjang sejarah dulu PPDB sekarang SPMB ya, SPMB baru kali ini penerima siswa baru tidak ada keributan. Tidak ada hiruk-pikuk, tidak ada protes-protes,” tutur Dedi.

Ia juga mengingat momen saat masih menjadi anggota DPR RI, ketika ada orangtua di Bogor yang sampai mengukur jarak rumah ke sekolah demi memastikan anaknya diterima.

“Hari ini tidak terjadi, karena hari ini negara sudah hadir untuk melindungi warganya agar bisa bersekolah sampai SMA,” ucapnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 156 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menlu Singapura Akui Komitmen Tegas Presiden Prabowo Soal Karhutla

28 Oktober 2026 - 23:30

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Tidak Menggunakan Maskapai Transit Singapura dan Malaysia

26 Oktober 2026 - 22:43

Jaga Integritas Lembaga, Wamenhaj Dahnil Tegaskan Dua Tenaga Ahli Sudah Mengundurkan Diri

26 Oktober 2026 - 17:25

Polri Bersama Gekrafs Lakukan MoU, Komitmen Lindungi Karya dan Dorong Potensi Ekraf

25 Oktober 2026 - 14:32

Penuh Khidmat, Ketika Dasco, Kapolri dan Kawendra Nyanyikan Tanah Airku di HEKRAFNAS 2026

25 Oktober 2026 - 11:20

Apresiasi Polri-BNN Gagalkan 1,16 Ton Narkoba, Sufmi Dasco: Selamatkan Generasi Bangsa

24 Oktober 2026 - 23:32

Trending di Nasional