Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 14 Sep 2026 ·

Gubernur Andra Soni Tinjau KEK ETKI Banten: Realisasi Investasi Capai Rp1,9 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja


 Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten di kawasan BSD, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Foto: Ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten di kawasan BSD, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Foto: Ist

Kabupaten Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten di kawasan BSD, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Senin (14/9/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung progres investasi dan aktivitas usaha di kawasan tersebut.

​Gubernur Andra menyampaikan, Provinsi Banten saat ini memiliki dua KEK yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Keduanya adalah KEK Tanjung Lesung yang difokuskan pada sektor pariwisata, serta KEK ETKI Banten yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan teknologi digital.

​”Alhamdulillah, hari ini saya meninjau langsung progres salah satu Kawasan Ekonomi Khusus yang ada di Banten, yakni di kawasan BSD,” ungkap Gubernur Andra.

​Berdasarkan pemaparan pihak pengelola, Andra menyebutkan bahwa perkembangan KEK ETKI Banten berjalan sangat baik, bahkan melampaui ekspektasi. Target investasi kawasan ini dalam 20 tahun ke depan diproyeksikan mencapai Rp18 triliun. Menariknya, realisasi investasi pada tahun pertama telah menyentuh angka Rp1,9 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1.773 orang.

​Dalam lima tahun ke depan, investasi ditargetkan menembus hampir Rp6 triliun. Pengembangan KEK ini diharapkan tidak hanya meningkatkan serapan tenaga kerja, tetapi juga membawa dampak positif yang luas bagi ekosistem perekonomian Banten.

​”Harapan kita, keberadaan KEK ini mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat Banten,” tegasnya.

​Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, lanjut Gubernur Andra, berkomitmen penuh mendukung pengembangan KEK ETKI. Terlebih, pengelola kawasan kini tengah mengajukan rencana perluasan area seiring dengan tingginya minat investor. Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi daya tarik investasi berbasis teknologi, salah satunya fasilitas pusat data (data center).

​”Nantinya akan banyak teknologi yang masuk, salah satunya data center. Kehadiran infrastruktur ini sangat diperlukan oleh pemerintah guna mendukung ekosistem digital di Indonesia,” imbuhnya.

​Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Andra juga menekankan pentingnya menyelaraskan pengembangan KEK dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Banten. Saat ini, Pemprov Banten telah menjalin kerja sama dengan pengelola KEK ETKI untuk membuka akses pendidikan dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.

​Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut adalah pemberian beasiswa pendidikan vokasi di Fuji Academy bagi 20 anak asal Banten. Program ini dirancang untuk menyiapkan lulusan siap kerja yang nantinya diproyeksikan berkarier di Jepang.

​”Kami telah membangun kerja sama dengan pihak pengelola. Mereka memfasilitasi anak-anak Banten agar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas di sini,” jelasnya.

​Sementara itu, Kepala Divisi Operasional Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty, menjelaskan bahwa KEK ETKI Banten resmi ditetapkan pada Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2024. Kawasan ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 59,68 hektare.

​Menurut Lindawaty, progres pembangunan kawasan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen, khususnya di sisi timur. Sementara itu, sisi barat masih dalam tahap pengembangan. Dari sisi pelaku usaha, saat ini sudah ada 29 tenant yang beroperasi atau membangun fasilitas di dalam kawasan, dari target sedikitnya 50 pelaku usaha dalam lima tahun ke depan.

​Sektor kesehatan tercatat menjadi salah satu daya tarik utama investor di KEK ETKI Banten. Beberapa bidang usaha yang telah hadir meliputi layanan In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, klinik kecantikan dan estetika, klinik onkologi, serta laboratorium genetik.

​Pihak pengelola juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk memaksimalkan promosi kawasan dan membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.

​”Kami bersama Pemprov (Banten) berupaya mempromosikan KEK melalui sistem aplikasi investasi. Selain itu, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan mempertemukan (business matching) para pelaku usaha di sekitar kawasan dengan mitra bisnis yang sudah ada di dalam kawasan,” pungkas Lindawaty.[red]

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Banten Andra Soni Minta Basarnas Perpanjang Operasi SAR

13 September 2026 - 22:56

Sekda Deden Sampaikan Pesan Gubernur Andra Soni untuk Kafilah Banten di MTQ Nasional

13 September 2026 - 20:15

Warga Tangerang Berasa Gak?, Ada Gempa 5,9 SR Jelang Subuh

12 September 2026 - 05:53

Sisir Perairan Krakatau, Gubernur  Andra Soni: Semua Berikhtiar, Maksimalkan Seluruh Potensi

11 September 2026 - 19:59

Turut Penyisiran, Gubernur Andra Soni Membersamai Tim SAR dalam Proses Pencarian

11 September 2026 - 11:03

Dukung Proses Operasi SAR, Gubernur Andra Soni: Kita Percayakan pada Basarnas dan Tim Gabungan

10 September 2026 - 22:01

Trending di Banten