Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 15 Jan 2026 ·

Gubernur Andra Soni: Sekolah Gratis, Strategi Pemprov Banten Tekan Angka Putus Sekolah


 Gubernur Banten Andra Soni dan Ibu Tina Soni Didampingi Kadindikbud Banten, Jamaluddin saat menghadiri Pembukaan ALSEACE Al Azhar BSD Serpong , Kota Tangsel. Foto: ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni dan Ibu Tina Soni Didampingi Kadindikbud Banten, Jamaluddin saat menghadiri Pembukaan ALSEACE Al Azhar BSD Serpong , Kota Tangsel. Foto: ist

Kota Tangsel – Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk menekan angka putus sekolah melalui program Sekolah Gratis. Program ini diprioritaskan bagi jenjang pendidikan menengah swasta yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Andra Soni saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Al-Azhar Sports, Education, Art, Culture, and Entertainment (Alseace) di SMA Al Azhar Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026).

Gubernur mengungkapkan, angka putus sekolah tingkat menengah di Provinsi Banten masih menjadi perhatian serius. Hal ini tercermin dari rata-rata lama sekolah masyarakat Provinsi Banten yang baru mencapai 9,16 tahun.

“Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Banten sejak Tahun Ajaran 2025-2026 telah meluncurkan program Sekolah Gratis bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta,” ujar Gubernur.

Jangkau 60 Ribu Siswa

Gubernur memaparkan, pada tahun pertama pelaksanaannya, program Sekolah Gratis telah memberikan manfaat kepada puluhan ribu pelajar dari ratusan sekolah yang ada di Banten.

“Pada tahun pertama, program Sekolah Gratis sudah menjangkau kurang lebih 60 ribu siswa yang tersebar di 814 sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa mekanisme program ini menerapkan prinsip gotong royong. Fasilitas sekolah gratis difokuskan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu guna mewujudkan pemerataan akses pendidikan. Sementara itu, bagi orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi, pembiayaan pendidikan tetap menjadi tanggung jawab keluarga.

“Ini bentuk gotong royong. Pemerintah mengurusi anak-anak yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu agar tercapai pemerataan akses pendidikan,” tegasnya.

Ke depan, Gubernur berkomitmen untuk melanjutkan dan memperluas cakupan program ini. Ia menargetkan jangkauan program dapat menyasar satuan pendidikan berbasis keagamaan, seperti Madrasah Aliyah.

Menurutnya, pemerataan akses pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Banten, khususnya dalam menghadapi puncak bonus demografi Indonesia pada tahun 2030 dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

Apresiasi Kegiatan Siswa

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur turut mengapresiasi penyelenggaraan Alseace oleh SMA Al Azhar BSD. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan sarana efektif untuk pengembangan kapasitas dan karakter siswa.

“Kegiatan ini mempersiapkan diri untuk membangun sumber daya manusia unggul demi mencapai Indonesia Emas 2045,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMA Al Azhar BSD, Mochamad Mukrim, menjelaskan bahwa Alseace merupakan agenda tahunan besar yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema Urban Farming Movement.

“Panitia kegiatan seluruhnya berasal dari siswa kelas XI. Secara internal, kegiatan ini bertujuan melatih jiwa kepemimpinan, jiwa sosial, kemampuan berorganisasi, serta kemampuan bermasyarakat para siswa,” ujar Mukrim.

Mukrim menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan membangun silaturahmi antar-sekolah. Pada tahun ini, Alseace mempertandingkan 13 cabang lomba yang diikuti oleh 217 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.

“Selain itu, kegiatan ini untuk menyalurkan minat dan bakat siswa dalam bidang olahraga, pendidikan, seni, budaya, dan hiburan, sekaligus meningkatkan kreativitas, membangun jiwa kompetitif, serta menumbuhkan kepercayaan diri,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jawab Kebutuhan Transportasi, Banten Siapkan Elektrifikasi Jalur Kereta Rangkasbitung–Merak

2 Oktober 2026 - 16:06

Tinawati Andra Soni Bawa Produk Kerajinan Banten ke Kriyanusa, Perluas Peluang Pasar

1 Oktober 2026 - 19:26

Warga Banten Selatan Kini Bisa Cuci Darah di RSUD Malingping, Andra Soni: Kita Dekatkan Fasilitas Kesehatan

30 September 2026 - 21:44

Pendidikan Berkualitas Putus Rantai Kemiskinan, Gubernur Andra Soni Apresiasi Sekolah Rakyat Presiden Prabowo 

30 September 2026 - 20:00

Dukung Program Bang Andra, Bank Banten Dorong Peningkatan Aksesibilitas dan Kesejahteraan Masyarakat Perdesaan

30 September 2026 - 19:28

Sudah 71,05 Kilometer Jalan Bang Andra Dibangun, Mudahkan Aksesibilitas Masyarakat 

30 September 2026 - 18:31

Trending di Banten