Menu

Mode Gelap
Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia Bapenda Banten Gelar Penyuluhan dan Penyebarluasan Kebijakan Pajak Daerah Serta Opsen PKB dan BBNKB Dinkes Banten Diganjar Penghargaan Dirjen Pas atas Kontribusi Memberikan Pelayanan Kesehatan di UPT Lapas/Rutan

Banten · 12 Agu 2024 ·

Genap Berusia 48 Tahun, Cuci Kaki Sang Ayah Menjadi Kebiasaan Andra Soni


 Mencuci Kaki Sang Ayah Menjadi Kebiasaan Bakal Calon Gubernur Banten, Andra Soni. Foto: ist Perbesar

Mencuci Kaki Sang Ayah Menjadi Kebiasaan Bakal Calon Gubernur Banten, Andra Soni. Foto: ist

Banten – Seperti diketahui Ketua DPRD Provinsi Banten yang juga Bakal Calon Gubernur Banten Andra Soni lahir pada 12 Agustus 1976 atau tepatnya hari ini genap berusia 48 Tahun.

Banyak yang tidak mengetahui, diusianya yang ke-48 tahun, Ketua DPD Gerindra Provinsi Banten tersebut selalu menyempatkan diri untuk mencuci kaki Sang Ayah, bahkan hal tersebut seperti menjadi kebiasaan dan ritual khusus yang biasa dilakukan Andra.

“Iya, seperti sudah menjadi kebiasaan pak Andra, saat silaturahmi dengan ayahnya selalu menyempatkan diri untuk mencuci kaki ayahnya,” Ungkap Satria, pria yang selalu mendampingi Andra Soni.

Maka tidak heran bila perjalanan hidup dan karir pria yang akrab disapa bang Andra tersebut penuh keberkahan hingga menapaki sebagai Bakal Calon Gubernur Banten.

“Mungkin karena itu yah (kebiasaan Andra Mencuci Kaki Ayahnya), sehingga pak Andra sampai ditik sekarang ini, kelihatannya mudah tapi tidak semua orang bisa melakukannya,” Tuturnya.

Untuk diketahui, Ayah Andra Soni merupakan seorang Petani desa dengan penghasilan yang hanya cukup untuk membeli makan keluarga.

Pada suatu waktu, uang yang dihasilkan orangtua dari bertani tak lagi mencukupi keluarga. Sehingga, orangtua Andra memutuskan merantau ke Pekanbaru, Provinsi Riau menjadi seorang kuli bangunan. Andra yang saat itu masih berusia balita ikut dibawa.

Karena penghasilan kuli bangunan tak juga cukup menghidupi keluarga, orangtua Andra memutuskan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia menjadi buruh tani di kebun sawit. Keputusan ini teramat berisiko diambil, karena orangtua Andra berangkat secara ilegal dan harus secara diam-diam berangkat.

Perjalanan ke Negeri Jiran pun ditempuh dengan menyeberangi Selat Malaka. Sebuah perjalanan yang dikenang Andra sebagai pengalaman antara hidup dan mati. Di Malaysia, meski berstatus ilegal pemerintah setempat tetap memberikan kesempatan kepada anak TKI untuk mengenyam pendidikan. [red]

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 948 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bank Banten Terima Audiensi DKM Masjid Ats-Tsauroh Kota Serang

15 Januari 2026 - 13:49

Gubernur Andra Soni: Sekolah Gratis, Strategi Pemprov Banten Tekan Angka Putus Sekolah

15 Januari 2026 - 09:08

Serius Tangani Banjir, Pemkot, Pemprov dan BBWSC3 Berbagi Peran Normalisasi Sungai

14 Januari 2026 - 23:51

Perkuat Sinergi, Gubernur Andra Soni Ajak Brigif 87/Salakanagara Akselerasi Pembangunan dan Ketahanan Pangan

14 Januari 2026 - 23:51

Atasi Banjir, Gubernur Banten Bakal Normalisasi Sungai dan Tindak Tegas Pertambangan Ilegal

14 Januari 2026 - 23:46

Atasi Banjir, Pemkot Serang Sinergi dengan Pemprov dan Balai Normalisasi Kali Cibanten

13 Januari 2026 - 20:10

Trending di Banten