Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 7 Sep 2026 ·

Dinkes Kota Tangerang Siagakan Seluruh Layanan Kesehatan Antisipasi Dampak Abu Vulkanik


 Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: ist Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: ist

Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan Kota Tangerang menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) guna mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Persiapan yang pertama adalah edukasi kepada masyarakat mengenai potensi bahaya abu vulkanik pada mata dan kulit. Yang kedua, seluruh puskesmas dan rumah sakit sudah siap. Terlebih saat ini juga musim kemarau, jadi bukan hanya abu vulkanik saja, salah satunya pencegahannya dengan menggunakan masker, kacamata, serta segera berobat ke fasilitas kesehatan jika ada keluhan,” Ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraini, Senin (07/09/2026).

Dini mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar rumah, masyarakat diwajibkan menggunakan masker.

Lebih lanjut, Dini menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung partikel kasar hingga sangat halus serta gas yang bersifat iritan. Kondisi ini dapat memicu iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

“Dampak lainnya meliputi gangguan mata, iritasi kulit, hingga kontaminasi sumber air dan pangan yang tidak tertutup rapat. Selain itu, ada risiko kecelakaan lalu lintas akibat berkurangnya jarak pandang dan jalanan yang licin,” jelasnya.

Untuk memitigasi risiko tersebut, Dinkes Kota Tangerang mewajibkan seluruh faskes menjamin ketersediaan logistik dan obat-obatan esensial. Persiapan mencakup sistem rujukan, ambulans, tabung oksigen, pulse oximeter, obat bronkodilator, inhaler beserta spacer, cairan pembilas mata steril, hingga Alat Pelindung Diri (APD) dan respirator partikulat (N95, KN95, KF94) bagi petugas.

Nakes di lapangan juga ditugaskan untuk melakukan surveilans (pemantauan) harian terhadap peningkatan kasus gangguan pernapasan.

Pemantauan aktif diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penderita penyakit kronis. Data ini kemudian dianalisis dan dikoordinasikan dengan BMKG, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup terkait kualitas udara (PM2,5 dan PM10), lalu dilaporkan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Sebagai langkah preventif di lingkungan rumah, Dini meminta masyarakat untuk menutup rapat pintu, jendela, serta celah masuknya abu, termasuk menutup tempat penampungan air dan makanan.

“Bila membersihkan abu, basahi secukupnya terlebih dahulu agar tidak beterbangan. Hindari menyapu kering. Selain itu, pastikan ketersediaan obat rutin bagi anggota keluarga dengan penyakit kronis tersedia cukup di rumah,” Pungkasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wali Kota Sachrudin Ajak Jamaah Pengajian Bulanan Makmurkan Masjid

23 Oktober 2026 - 23:58

Dari Bank Sampah hingga Literasi Anak, Kampung Jimpitan Jadi Model Percontohan Ruang Bersama Indonesia

23 Oktober 2026 - 18:10

Maryono: Perbankan Syariah Harus Tumbuh Bersama Ekonomi Masyarakat

22 Oktober 2026 - 16:39

Hari Santri, Wali Kota Sachrudin Ajak Perkuat Akhlaqul Karimah 

22 Oktober 2026 - 16:25

Gampang Kerja, Sachrudin:  Jangan Lewatkan 1.267 Lowongan Kerja pada Gebyar Rekrutmen 

21 Oktober 2026 - 20:26

Sufmi Dasco Beri Perhatian Terhadap Dugaan Diskriminasi di SMA Strada St.Thomas Aquino Tangerang

21 Oktober 2026 - 15:38

Trending di Kota Tangerang