Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kabupaten Tangerang · 18 Agu 2026 ·

Benteng Alami Mangrove Bentuk Kesiapsiagaan Megathrust dan Tsunami di Wilayah Pesisir


 Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Massifkan Penanaman Mangrove di Kawasan Hutan Lindung Pesisir Utara Tangerang. Foto: TangerangPos Perbesar

Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Massifkan Penanaman Mangrove di Kawasan Hutan Lindung Pesisir Utara Tangerang. Foto: TangerangPos

Tangerang – Para ahli dan BMKG telah lama mengingatkan keberadaan sejumlah zona megathrust di Indonesia, termasuk Segmen Mentawai–Siberut, Selat Sunda, dan Selatan Jawa. Zona-zona subduksi ini menyimpan akumulasi energi yang suatu saat akan dilepaskan sebagai gempa besar dengan kekuatan yang dapat mencapai Magnitudo 8 hingga lebih dari 9.

Gempa sebesar itu berpotensi memicu tsunami yang menghantam wilayah pesisir hanya dalam hitungan menit.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada dua zona megathrust yang saat ini “tinggal menunggu waktu” untuk melepaskan energinya, yakni Megathrust Selat Sunda yang terakhir gempa pada 1757 dan Mentawai-Siberut pada 1797.

Yang perlu dipahami, BMKG tidak pernah menyatakan bahwa gempa besar akan terjadi pada waktu tertentu. Tidak ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi secara tepat kapan gempa akan terjadi. Yang disampaikan para ahli adalah adanya potensi, berdasarkan kondisi geologi dan akumulasi energi pada zona-zona megathrust. Karena itu, pesan yang harus dibangun bukanlah kepanikan, melainkan kesiapsiagaan.

Bencana memang tidak dapat dicegah. Megathrust pun tidak dapat dihentikan. Tetapi tragedi kemanusiaan dalam skala besar dapat dikurangi apabila negara dan masyarakat sama-sama membangun kesiapsiagaan.

BMKG menegaskan istilah tersebut digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berbasis data sejarah dan geologi, bukan untuk memicu kepanikan publik.

“Istilah ilmiah ini digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berdasarkan data sejarah dan geologi, bukan untuk menimbulkan kepanikan. Dalam Undang-Undang No. 31/2009, BMKG bertanggung jawab atas pengamatan, pengelolaan data, dan pelayanan informasi, termasuk gempa bumi dan tsunami,” Tulis BMKG.

Benteng Alami Mangrove 

Pegiat dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) terus gencarkan gerakkan tanam mangrove dibibir pantai sebagai upaya nyata mitigasi bencana tsunami dan megatrusht.

“Mangrove adalah benteng alami pesisir yang krusial sebagai mitigasi bencana megathrust dan tsunami, karena akar dan batangnya yang rapat mampu menyerap energi gelombang, memperlambat arus, serta mencegah abrasi,” Ungkap Koordinator Kalung, Ade Yunus, Selasa (18/08/2026).

Menurut Ade menjaga hutan mangrove di area rawan, seperti di pesisir utara Tangerang, menjadi langkah prioritas untuk melindungi masyarakat dari risiko tsunami dan megatrusht.

“Penjagaan sabuk hijau atau Green Belt di pesisir utara Tangerang dari alih fungsi lahan dan upaya pencegahan pemanfaatan hutan lindung mutlak diperlukan agar fungsi perlindungan mangrove tetap efektif,sebagai langkah nyata mitigasi bencana megathrust,” Tandasnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkuat Birokrasi dan Layanan Publik, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid Rotasi Pejabat Tinggi Pratama

2 Oktober 2026 - 19:33

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu menjangkau 2.800 penerima manfaat di 28 Titik

1 Oktober 2026 - 19:54

Peringati HUT Ke-1 DKKT, Wabup Intan Dorong Pelestarian Seni, Budaya, dan Kuliner Lokal

1 Oktober 2026 - 19:07

Wabup Intan Dorong Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah Untuk Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

30 September 2026 - 19:24

Bupati Maesyal Tegaskan Program Sekolah Swasta Gratis Harus Diiringi Peningkatan Mutu Pendidikan

28 September 2026 - 19:56

Bupati Maesyal Rasyid Resmi Tutup Piala Bupati Cup U-17 2026

27 September 2026 - 20:47

Trending di Kabupaten Tangerang