Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Banten · 12 Nov 2025 ·

Bank Banten Resmi Jalin Sinergi KUB dengan Bank Jatim, Harga Saham BEKS Naik


 Jajaran Direksi dan Komisaris Bank Banten. Foto: Ist Perbesar

Jajaran Direksi dan Komisaris Bank Banten. Foto: Ist

Serang – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten menyambut baik langkah strategis yang dilakukan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dalam melakukan pembelian saham Bank Banten sebanyak 27.511.900 lembar pada 5 November 2025.

Pembelian saham ini menjadi bagian dari tindak lanjut pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Banten dan Bank Jatim, sebagaimana telah disepakati dalam rencana strategis sinergi kedua Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersebut.

Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret Bank Jatim yang kini secara resmi menjadi pemegang saham Bank Banten.

“Kami menyambut positif langkah Bank Jatim sebagai bagian dari arah proses Kerjasama yang berkepanjangan. Ini adalah momentum penting yang menandai babak baru dalam perjalanan transformasi Bank Banten menuju bank daerah yang semakin sehat, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” ujar Busthami.

Lebih lanjut, Busthami menegaskan bahwa rencana Sinergi KUB dengan Bank Jatim diyakini dapat memperkuat struktur permodalan dan memperluas bisnis Bank Banten, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja dan arah pengembangan bank daerah kebanggaan masyarakat Banten tersebut.

Sebagai tindak lanjut dari langkah Bank Jatim tersebut diatas, Bank Banten akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 November 2025 mendatang yang memiliki agenda yaitu Pertama, persetujuan penetapan Bank Jatim sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Kedua dan Bank Induk KUB perseroan, sesuai dengan amanat POJK 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Kedua, persetujuan atas rencana aksi pemulihan Perseroan sebagaimana yang diwajibkan pada POJK.

Busthami menambahkan, seluruh proses pemenuhan POJk 12/POJK.03/2020 ini didukung penuh oleh Gubernur Banten Andra Soni dan diharapkan menjadi pendorong semangat baru bagi Bank Banten dalam memperluas layanan perbankan daerah, dan siap untuk melayani pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten.

“Kami optimis, melalui kerja sama yang kuat bersama Bank Jatim, Bank Banten akan semakin siap mengemban kepercayaan dalam mengelola RKUD kabupaten/kota, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tegasnya.

Sejalan dengan proses konsolidasi tersebut, kinerja keuangan Bank Banten juga menunjukkan pertumbuhan yang solid diatas rata rata pertumbuhan perbankan.

Hingga akhir Kuartal III 2025, Bank Banten berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 10,70 miliar, atau tumbuh 43,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,46 miliar. Diyakini untuk rencana kinerja tahun 2025 ini akan ditutup dengan laba yang lebih besar dari tahun sebelumnya dan rasio NPL diyakini membaik di bawah 5 persen ( jauh lebih membaik dari tahun 2024).

Dari sisi aset, total aset Bank Banten tercatat sebesar Rp 9,50 triliun, meningkat 24,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,65 triliun.

Sebagai tambahan, harga saham Bank Banten dengan kode emiten BEKS tercatat menutup perdagangan Senin, 10 November 2025 di Rp 31,- per lembar saham, mencerminkan optimisme pasar terhadap kinerja Bank Banten prospek konsolidasi dan sinergi bisnis yang telah sedang dan akan dijalankan.

Dengan masuknya PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) sebagai Pemegang Saham Pengendali Kedua setelah Pemerintah Provinsi Banten, maka komposisi pemegang saham BEKS adalah sebagai berikut, Pemprov: 34.289.755.661 lembar saham dengan persentase kepemilikan sebesar 66,11 persen, Bank Jatim: 27.511.900 lembar saham dengan persentase kepemilikan sebesar 0,05 persen. Dan untuk publik memiliki 17.553.170.705 lembar saham dengan persentase kepemilikan sebesar 33,84 persen.

Busthami menutup dengan pesan inspiratif bagi seluruh pihak, terutama masyarakat Banten, untuk terus bersama dalam memberikan dukungan terhadap kebangkitan Bank Banten.

“Kinerja positif ini menjadi bukti nyata bahwa Bank Banten terus bergerak ke arah yang lebih baik. Dengan dukungan sinergi KUB bersama Bank Jatim, kami yakin dapat mempercepat langkah menuju pertumbuhan berkelanjutan dan pelayanan prima bagi masyarakat. Karena kalau bukan sekarang, kapan lagi; kalau bukan kita, siapa lagi yang membesarkan Bank Banten — Bank Milik dan Kebanggaan Masyarakat Banten,” pungkasnya.[red]

Artikel ini telah dibaca 214 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sekda Deden di RUPS Tahunan: Bank Banten Jadi Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Daerah

28 April 2026 - 19:18

Gelar RUPST, Dirut Bank Banten: Target Laba Bersih Rp75 Miliyar 

28 April 2026 - 14:39

Wisata ke Baduy Rp1 di Akhir Pekan, Andra Soni: Akses Wisata ke Baduy Makin Mudah

26 April 2026 - 16:49

Gubernur Andra Soni Terima Amanat Pelestarian Alam dari Warga Adat Baduy di Seba 2026

25 April 2026 - 23:38

Pemprov Banten: Aglomerasi Jabodetabekpunjur Dapat Perkuat Kerja sama Pembangunan

23 April 2026 - 19:58

Gubernur Banten Andra Soni Terima Kunjungan Serikat Pekerja Jelang May Day

23 April 2026 - 19:23

Trending di Banten