Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Kota Tangerang · 29 Feb 2024 ·

Kasus DBD Menurun, Kadinkes Kota Tangerang: Tetap Waspada dan Budayakan PHBS


 Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: Tangkapan Layar Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni. Foto: Tangkapan Layar

Kota Tangerang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menyatakan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal 2024 terjadi penurunan. Meski begitu, kewaspadaan masyarakat terhadap DBD diimbau tetap ditingkatkan dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang konsisten.

Tercatat, kasus DBD periode Januari 2024 ada 71 kasus, angka ini turun dibanding periode sama tahun lalu dengan 83 kasus. Begitu juga dengan Februari 2024 yang tercatat 14 kasus, angka ini juga turun jauh dibanding Februari 2023 dengan 50 kasus.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menyatakan, angka ini harus tetap diiringi dengan kewaspadaan masyarakat dengan gotong royong, PHBS, gerakan Satu Rumah Satu Jumantik hingga 3M Plus.

“Secara angka memang turun, tapi kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit DBD jangan ikut turun. Masyarakat harus tetap menjaga kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan,” tegas Dini, Kamis (29/2/2024).

Masyarakat juga diminta untuk ikut mencegah DBD, salah satunya, dengan bergotong royong melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

PSN bisa dilakukan dengan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

“Selain 3M, yang dimaksud poin Plus ialah menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk dan memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah,” paparnya.

Kata dr. Dini, masyarakat perlu ketahui satu nyamuk dapat melahirkan ratusan telur nyamuk. Sedangkan satu telur nyamuk dapat berubah jadi nyamuk dewasa hanya dalam satu minggu.

“Dengan itu, PHBS perlu dilakukan setiap hari hingga jadi kebutuhan. Sedangkan gotong royong perlu rutin dilakukan setiap satu minggu sekali. Ini yang perlu diketahui masyarakat,” katanya. [red]

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Hadiri Peringatan Maulid, Maryono Motivasi para Generasi Muda Teladani Akhlak Rasulullah

17 September 2026 - 22:42

Tegas, DLH Kota Tangerang Tutup TPS Ilegal Seluas 8.000 Meter Persegi di Pinang

17 September 2026 - 16:46

Wakil Wali Kota Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum

17 September 2026 - 16:01

Kota Tangerang Perkuat Transportasi Umum di Hari Perhubungan Nasional Melalui Tayo dan Si Benteng 

17 September 2026 - 15:56

Enam Kebakaran dalam Sehari, BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

17 September 2026 - 12:04

Raih ALI 2026, Sachrudin: Motivasi Perkuat Layanan Investasi 

16 September 2026 - 19:00

Trending di Kota Tangerang