Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Banten · 26 Jan 2023 ·

Waduh! Angka Inflasi Provinsi Banten Pada Tahun 2022 Tertinggi Sejak Tahun 2017


 Ketua LP3M UNIS Tangerang, Dr. H. Hudaya Latuconsina. Foto : Istimewa Perbesar

Ketua LP3M UNIS Tangerang, Dr. H. Hudaya Latuconsina. Foto : Istimewa

Kota Tangerang – Pengamat dan Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah, Dr.H.Hudaya Latuconsina memberi warning dan catatan kritis kepada Pemerintah Provinsi Banten, atas tingginya Angka Inflasi Tahun Ke Tahun Menurut Bulan pada Tahun 2022 yang mencapai 5,86.

Menurut Hudaya Berdasarkan data dari BPS bahwa angka Inflasi Tahun ke Tahun Menurut Bulan, Pada Tahun 2017 sebesar 4,60, lalu turun pada Tahun 2018 menjadi 3,80, kemudian turun lagi Tahun 2019 menjadi 3,77, dan turun lagi Tahun 2020 menjadi 3,03 sebelum akhirnya semakin turun pada Tahun 2021 menjadi 1,91.

“Justru tahun 2022 Angka Inflasi Tahun ke Tahun menurut bulan malah naik drastis menjadi 5,86, dan angka ini menjadi tertinggi sepanjang sejarah sejak tahun 2017,” Papar mantan Kepala Bappeda Provinsi Banten tersebut.

Hudaya menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten jangan terlena dengan rendahnya angka Inflasi di Kota Tangerang dan menjadi terendah se-Indonesia.

“Provinsi Banten ini bukan hanya Kota Tangerang, jadi perlu diperhatikan tindakan kebijakan upaya menekan angka Inflasi,” Terangnya.

Pria yang kini menjabat ketua LP3M UNIS Tangerang tersebut meminta Pj.Gubernur Banten melakukan upaya taktis dan sistematis melalui program dan kegiatan yang terukur.

“Pj.Gubernur harusnya intens melakukan monitoring harga dan stok memastikan kebutuhan tersedia, rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok dan barang, pencanangan gerakan menanam, Operasi pasar murah, sidak ke pasar dan distributor, Kordinasi dengan penghasil komoditi, merealisasikan BTT, serta memberikan bantuan Transportasi dari APBD,” Jelasnya.

Hudaya mengingatkan kembali agar Pj.Gubernur fokus pada amanat Presiden dan arahan dari Mendagri untuk dapat mengambil kebijakan terukur dalam menekan Inflasi dan Angka Kemiskinan ekstrim.

“Sudahi kegaduhan kebijakan yang menghambat proses pelaksanaan pembangunan, dengan Plt. seluruh pejabat jadi takut eksekusi, pilihannya kan dua berhadapan dengan APIP atau APH, kasihan yang dikorbankan nanti masyarakat,” Pungkasnya.

Hal senada disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk melakukan kebijakan terukur dalam upaya menekan angka Inflasi.

“Saya ingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk dapat menjalankan amanah Bapak Presiden Jokowi pada Rakernas Kepala Daerah dan Forkopimda 17 Januari lalu, khusunya dapat menekan Inflasi dan penanganan angka kemiskinan ekstrim menjadi nol pada tahun 2024 nanti,” Jelas Tito saat Rapat Teknis Inflasi Daerah, Selasa, (24/01/2023) lalu.. [red]

Artikel ini telah dibaca 126 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Andra Soni: Pelayanan Kesehatan Perlu Adaptasi Perkembangan Teknologi

19 Mei 2026 - 12:56

Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan Demi Percepatan Pelayanan dan Infrastruktur

18 Mei 2026 - 19:57

Gubernur Andra Soni Perintahkan Jajarannya Respons Cepat Kebutuhan dan Permasalahan di Masyarakat

18 Mei 2026 - 17:37

Gubernur Banten Andra Soni Optimistis Anyer-Carita Kembali Jadi Destinasi Wisata Unggulan

17 Mei 2026 - 19:59

Gubernur Andra Soni: Festival Storytelling Lestarikan Cerita Rakyat dan Bangun Karakter Anak

17 Mei 2026 - 16:56

Berasa Gak? Banten Diguncang Gempa 4,0 Magnitudo

15 Mei 2026 - 10:15

Trending di Banten