Tangerang – Komunitas Peduli Sungai yang tergabung dalam Banksasuci Foundation (Bank Sampah Sungai Cisadane) memiliki peran sentral sebagai motor penggerak konservasi dan pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai Cisadane di bagian tengah atau Tangerang Raya.
Inilah Peran Banksasuci dalam Melestarikan Sungai Cisadane
- Aksi Nyata Pembersihan Sungai:
Secara rutin melakukan kegiatan bersih-bersih aliran dan bantaran sungai. Misalnya, dalam aksi memperingati Hari Lingkungan Hidup atau menyambut Festival Cisadane, Banksasuci bersama relawan dan instansi terkait berhasil mengangkut belasan ton sampah (seperti 12,7 ton sampah pada Juni 2026 dan 5,3 ton sampah pada Juli 2026).
“Sebagian besar sampah domestik yang ditemukan di Cisadane adalah sampah Plastik, 29,5 persen kantong plastik/kresek dan 28,7 persen botol plastik, 16,8 persen plastik kemasan, 5,5 persen sampah organik, sisanya stereform, sandal, sepatu, kasur, bantal dan jenis sampah lainya,” Terangnya.
Kegiatan Bersih-bersih Cisadane rutin dilaksanakan Banksasuci setiap harinya menggunakan speedboat.
“Siapapun yang berkunjung ke Banksasuci, wajib naik speedboat dan serok sampah di Sungai Cisadane, dan itu bagian kampanye edukasi Komunikasi Perubahan Perilaku agar semua pengunjung menyentuh langsung Cisadane dan turut terlibat bersihkan sampah,” Ungkap Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus.
Melalui program tersebut Ade berharap, Cisadane Bebas dari Sampah dan Limbah pada Tahun 2045 dapat terwujud.
- Pemasangan Infrastruktur Pengendali Sampah
Alat Pencegat Sampah atau Wastetrap yang dipasang oleh Komunitas Peduli Sungai Cisadane Banksasuci Foundation efektif meminimalisir 30 Persen Sampah Cisadane mengalir ke kawasan perkotaan.
“Instalasi Wastetrap berfungsi untuk menjerat sampah di sungai Cisadane agar tidak mengalir ke kawasan perkotaan hingga berakhir di muara, Sampah yang terjerat kemudian diangkut, dipilah dan diolah untuk dikelola oleh Banksasuci, tidak ada yang dibuang ke TPA,” jelas Ade.
- Konservasi dan Penghijauan:
Melakukan penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai serta pembuatan lubang biopori guna menjaga fungsi resapan air dan mencegah abrasi.
Program Penghijauan yang dilaksanakan Banksasuci diantaranya adalah ;
– Taman Arboretum Fruit and Flower,
Memanfaatkan lahan di Bantaran Sungai Cisadane dengan ditanami pohon produktif dan pohon berbunga;
– Banten Teduh, Tangerang Sejuk,
Mendukung program Pemerintah dalam penghijauan dengan menanam pohon di Bahu Jalan dan Bantaran Kali dan Sungai serta ruang-ruang terbuka hijau yang tandus
– Kebun Bibit
Secara mandiri melakukan Penyemaian Bibit Pohon yang akan ditanam pada Bulan Menanam Pohon.
- Edukasi Komunikasi Perubahan Perilaku dan Kolaborasi Lintas Sektor
Menjadi jembatan kolaborasi (stakeholder) melalui skema Pentahelix antara masyarakat, pemerintah daerah (Pemkot Tangerang), serta sektor swasta/CSR dalam mengampanyekan gerakan zero waste dan literasi lingkungan.
“Membersihkan sampah di Sungai memang berat, namun jauh lebih berat tantangannya adalah melakukan komunikasi perubahan perilaku terhadap masyarakat, harus konsisten dan berkelanjutan, sehingga sampah di Sungai bisa diminimalisir,” Pungkasnya.
- Cisadane Ranger Patrol
Patroli rutin yang dilaksanakan oleh Komunitas Peduli Sungai setiap Rabu dan Sabtu tersebut mulai pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB menyusuri Sungai Cisadane dari Perbatasan Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang hingga Kota Tangerang.
Ketua Banksasuci Foundation Ade Yunus mengatakan bahwa patroli malam merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pemantauan untuk mencegah potensi pembuangan limbah secara langsung ke Sungai Cisadane.
“Biasanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi malam hari dan saat hujan untuk membuang limbah ke Sungai Cisadane, Patroli ini kami lakukan untuk memastikan Sungai Cisadane sebagai sumber air baku masyarakat tetap terpantau dan terjaga,” Tandasnya.
- Bank Sampah (TPS3R)
Banksasuci memastikan semua sampah yang dibersihkan dari Sungai Cisadane tidak dibuang ke TPA, namun dipilah, diolah dan di recycle sehingga memiliki nilai ekonomis. Sementara residu sampahnya dimusnahkan di Incenerator dan abu hasil pemusnahan dimanfaatkan sebagai pupuk dan Paving [red]












