Lebak – Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) gagasan Gubernur Banten Andra Soni terbukti meningkatkan aksesibilitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat, khususnya di perdesaan. Pada tahun pertama pelaksanaannya di 2025, program ini telah membangun puluhan kilometer jalan desa dan mendapat apresiasi positif dari warga.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menuntaskan pembangunan 62 ruas jalan dengan panjang penanganan mencapai 71,05 kilometer yang tersebar di lima wilayah. Rinciannya, 17 ruas sepanjang 29,63 kilometer (km) di Kabupaten Lebak, 30 ruas (26,71 km) di Kabupaten Pandeglang, 8 ruas (9,09 km) di Kabupaten Serang, 2 ruas (2,01 km) di Kabupaten Tangerang, dan 5 ruas (4,61 km) di Kota Serang.
Kepala Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Adung Umum (58), mengungkapkan bahwa sebelum adanya intervensi dari program Bang Andra, kondisi jalan di desanya sangat memprihatinkan.
”Hal itu sangat menyulitkan dan menghambat mobilitas warga serta aktivitas perekonomian masyarakat kami,” ujar Adung usai mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meresmikan 62 ruas jalan tersebut secara terpusat di Desa Sukaraja.
Peresmian ini juga dilakukan serentak secara virtual, dihadiri oleh kepala daerah dari empat kabupaten/kota, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan masyarakat penerima manfaat. Turut hadir secara langsung Bupati Lebak Hasbi Jayabaya beserta jajaran, sejumlah anggota DPRD Banten Daerah Pemilihan (Dapil) Lebak, Ketua Komisi IV DPRD Banten M. Nizar, serta pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lebak.
Setelah jalan sepanjang 2,88 km di desanya dibangun, Adung menyebut kini kondisinya sudah sangat layak dan dinikmati oleh warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
”Pembangunan ini menunjang aktivitas sehari-hari warga, serta memangkas waktu tempuh ke pasar yang sebelumnya mencapai 30 menit, kini menjadi kurang dari 5 menit,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Kersaratu, Kecamatan Malingping, Abdul Kholik (41). Ia menuturkan bahwa kondisi jalan di desanya sempat rusak parah dan tidak tersentuh pembangunan. Kondisi tersebut menyulitkan petani saat membawa hasil buminya ke pasar.
”Ini penantian kami yang sudah sangat lama. Di era kepemimpinan Gubernur Andra Soni dan Wagub Dimyati jalan poros desa kami diperbaiki menjadi sangat bagus. Masyarakat sangat senang dengan perubahan ini,” kata Kholik.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan, ruas jalan Cikeusik–Simpang Cijaku yang menjadi lokasi peresmian memiliki panjang penanganan 2,88 km. Ruas ini melayani tiga desa, yakni Desa Malingping Selatan, Sukaraja, dan Kersaratu, dengan total populasi mencapai 16.629 jiwa.
Jalur ini membuka akses bagi enam fasilitas pendidikan, di antaranya SDIT Mathlaul Anwar, SDN 3 dan SDN 4 Sukaraja, MA Mathlaul Anwar Malingping, SMPN 3 Satap Malingping, dan SMKN 2 Malingping. Selain itu, akses menuju RSUD Malingping, klinik, praktik dokter, posyandu, dan apotek menjadi jauh lebih mudah. Secara ekonomi, ruas ini juga melintasi 1.224 hektare kawasan pertanian dan 677 hektare perkebunan.
”Ke depan, program ini akan terus dilanjutkan secara bertahap sejalan dengan komitmen Pemprov Banten untuk memperluas konektivitas hingga ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses jalan layak,” tegas Andra Soni.
Gubernur Andra Soni optimistis peningkatan konektivitas jalan desa akan memacu pertumbuhan ekonomi perdesaan, mempermudah mobilitas masyarakat menuju layanan dasar, serta memperlancar distribusi hasil bumi. Pada akhirnya, upaya ini bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga.
”Pembangunan infrastruktur jalan desa menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah di Provinsi Banten,” ucapnya.
Ia juga berharap infrastruktur yang telah rampung ini dirawat bersama agar manfaatnya bertahan lama.
“Pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama. Mari kita jaga bersama apa yang sudah kita bangun ini,” pesan Andra Soni.
Secara keseluruhan, capaian Program Bang Andra Tahun Anggaran 2025 memberikan manfaat langsung bagi 101 desa yang menjangkau 351.099 jiwa. Program ini membuka jalan bagi 192 fasilitas pendidikan dan 67 layanan kesehatan, serta melintasi kawasan pertanian seluas 26.196 hektare dan perkebunan seluas 12.510 hektare.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menambahkan bahwa seluruh ruas jalan yang dianggarkan pada 2025 telah rampung proses pemeriksaan, uji kelayakan, dan serah terima.
”Pada 2026, kami akan melanjutkan pembangunan 33 ruas jalan desa sepanjang 46 kilometer dengan total anggaran sekitar Rp164 miliar,” ungkap Arlan.[red]












