Menu

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Edukasi · 10 Sep 2026 ·

Belajar Langsung dengan Maestro Bambu, EJN Siapkan Gerakan Pelestarian Bambu di Kabupaten Tangerang


 Enviromental Journalist Network (EJN) Bersama Maestro Bambu Abah Jatnika saat Mengikuti Pelatihan Bambu di Yayasan Bambu Indonesia (YBI) di Cibinong, Kabupaten Bogor. Foto: EJN Perbesar

Enviromental Journalist Network (EJN) Bersama Maestro Bambu Abah Jatnika saat Mengikuti Pelatihan Bambu di Yayasan Bambu Indonesia (YBI) di Cibinong, Kabupaten Bogor. Foto: EJN

BOGOR — Environmental Journalist Network (EJN) mendorong pelestarian bambu di Kabupaten Tangerang dengan memperkuat pengetahuan para jurnalis mengenai konservasi dan budidaya bambu. Langkah itu dilakukan melalui kunjungan belajar ke Yayasan Bambu Indonesia (YBI) di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi kunjungan edukasi. Para peserta diajak mengenali berbagai jenis bambu, mempelajari teknik budidaya, serta melihat langsung pemanfaatan bambu untuk kebutuhan lingkungan, kerajinan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pembekalan diberikan langsung oleh pendiri sekaligus pengelola YBI, Jatnika Nanggamiharja atau yang dikenal sebagai Ki Jatnika/Abah Jatnika, serta praktik budidaya oleh para mentor YBI.

Koordinator Presidium EJN Sri Mulyo mengatakan, pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun perspektif baru mengenai bambu, khususnya untuk dikembangkan sebagai salah satu potensi lingkungan di Kabupaten Tangerang.

“Bambu bukan hanya tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk kerajinan. Bambu juga mempunyai fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya. Karena itu, kami ingin belajar bagaimana bambu bisa dilestarikan sekaligus dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Sri Mulyo.

Bambu Tak Sekadar Tanaman

Menurut Sri Mulyo, isu pelestarian bambu perlu ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Pertumbuhan kawasan perkotaan dan industri membutuhkan keseimbangan dengan upaya menjaga ruang hijau dan vegetasi yang memiliki manfaat ekologis.

Karena itu, pengetahuan mengenai bambu menjadi penting, terutama bagi jurnalis yang berkecimpung dalam isu lingkungan.

“Jurnalisme lingkungan tidak hanya berbicara tentang kerusakan. Kita juga perlu mengangkat praktik baik, pengetahuan masyarakat, dan potensi yang bisa menjadi solusi. Bambu salah satunya,” katanya.

Di YBI, peserta EJN melihat langsung bagaimana bambu dikembangkan melalui pendekatan konservasi, edukasi, pelatihan dan pemanfaatan.

YBI berdiri di atas lahan sekitar tiga hektare di tepian Sungai Ciliwung, Cibinong. Kawasan tersebut menjadi tempat penanaman dan koleksi berbagai jenis bambu Indonesia sekaligus pusat pembelajaran mengenai bambu.

Peserta EJN juga mengikuti praktik budidaya dan mendapatkan penjelasan mengenai pengolahan bambu menjadi berbagai produk.

Mulai dari kerajinan tangan, furnitur, suvenir hingga bangunan berbahan bambu dikembangkan di kawasan tersebut.

Belajar dari Maestro Bambu Abah Jatnika

Pengalaman belajar langsung dari Abah Jatnika menjadi bagian penting dalam kunjungan EJN. Pengetahuan yang diberikan tidak hanya menyangkut teknik menanam bambu, tetapi juga bagaimana melihat bambu sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

Bambu memiliki potensi untuk dikembangkan dari hulu hingga hilir. Selain menjadi tanaman konservasi, bambu dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mempertahankan keterampilan dan pengetahuan lokal.

Bagi EJN, pengalaman YBI menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.

“Dari sini kami melihat bahwa bambu memiliki potensi yang sangat luas. Persoalannya adalah bagaimana pengetahuan mengenai bambu ini bisa ditularkan dan dikembangkan di daerah masing-masing,” ujar Sri Mulyo.

Bawa Pulang Pengetahuan ke Tangerang

EJN berharap pengetahuan yang diperoleh dari YBI tidak berhenti sebagai pengalaman kunjungan, tetapi dapat dibawa ke Kabupaten Tangerang.

Menurut Sri Mulyo, langkah awal dapat dilakukan melalui edukasi, pengenalan jenis bambu, penanaman, pengembangan komunitas, hingga publikasi mengenai manfaat bambu bagi masyarakat dan lingkungan.

Ia juga membuka peluang kolaborasi antara jurnalis lingkungan dengan pemerintah daerah, komunitas, akademisi, pelaku usaha dan masyarakat untuk memperluas gerakan pelestarian bambu.

“Harapannya, apa yang kami pelajari dari para pelaku konservasi dan penggiat bambu ini bisa menjadi pengetahuan yang kami bawa kembali untuk memperkuat gerakan jurnalistik lingkungan,” katanya.

Bagi EJN, pelestarian bambu bukan semata-mata urusan menanam dan merawat tanaman. Di dalamnya terdapat isu lingkungan, ekonomi, budaya, pengetahuan lokal, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Dari Cibinong, semangat itu hendak dibawa ke Kabupaten Tangerang: menjadikan bambu bukan sekadar tanaman yang tumbuh di tengah masyarakat, tetapi potensi ekologis yang dikenali, dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan. [Red]

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Annisa Mahesa Edukasi Gen Z soal Investasi agar Tak Terjebak FOMO 

8 September 2026 - 17:19

Cetak 153 Sarjana Berdaya Saing, Universitas Yuppentek Indonesia Helat Wisuda ke III di Novotel Tangerang

22 Agustus 2026 - 22:38

Gubernur Andra Soni Komitmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi di Seluruh Jenjang Pendidikan

11 Mei 2026 - 15:54

Bupati Tangerang Luncurkan Buku Cerita “Mangrove Penyelamat Pantai”

4 Mei 2026 - 15:33

A.Zaki Iskandar: Politeknik Ismet Iskandar Adalah Lembaga Pendidikan Inklusif dan Terjangkau

2 Mei 2026 - 23:39

Softlauncing Politeknik Ismet Iskandar Indonesia, Kampus Pencetak Pemimpin Masa Depan

2 Mei 2026 - 16:12

Trending di Edukasi