Menu

Mode Gelap
Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir

Banten · 17 Agu 2026 ·

HUT RI Ke-81, Pejabat Pemkot Serang Kenakan Pakaian Nusantara


 Pakaian yang dikenakan para kepala dinas dan pejabat Pemkot Serang menjadi simbol keberagaman budaya yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Foto: Ist Perbesar

Pakaian yang dikenakan para kepala dinas dan pejabat Pemkot Serang menjadi simbol keberagaman budaya yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Foto: Ist

Kota Serang – Suasana berbeda terlihat dalam kegiatan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat para pejabat mengenakan pakaian adat dan busana nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Penampilan tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap kegiatan seremonial. Pakaian yang dikenakan para kepala dinas dan pejabat Pemkot Serang menjadi simbol keberagaman budaya yang hidup dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, keberagaman pakaian yang dikenakan para pejabat menggambarkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, bahwa perbedaan latar belakang budaya merupakan bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.

“Negara kita berslogan Bhinneka Tunggal Ika di bawah naungan NKRI dan Pancasila. Jadi, perbedaan itu menjadi hal yang biasa, satu keniscayaan,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, para pejabat yang hadir memiliki latar belakang kultur, budaya, bahkan agama yang beragam. Namun, perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk bersatu dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Karena itu, penggunaan pakaian nusantara dinilai menjadi cara sederhana untuk memperlihatkan keberagaman tersebut dalam kehidupan birokrasi di Kota Serang.

“Dari para pejabatnya memiliki latar belakang kultur dan budaya bahkan agama. Jadi, Kota Serang ini tentu adalah kota yang sangat toleran terhadap siapa pun, tapi tetap dengan menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh subur di Kota Serang,” katanya.

Beragam pakaian adat yang dikenakan para kepala dinas dan pejabat Pemkot Serang menciptakan suasana yang berbeda. Setiap busana membawa identitas budaya masing-masing, namun seluruhnya hadir dalam satu ruang sebagai bagian dari keluarga besar Pemerintah Kota Serang.

Nanang menegaskan, penggunaan pakaian nusantara tersebut bukan semata-mata mengikuti arahan pemerintah pusat.

Menurut dia, pilihan tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal dan keinginan Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Wakil Wali Kota Serang untuk menghadirkan semangat keberagaman di lingkungan pemerintahan.

“Ini adalah kearifan lokal yang diingini oleh Pak Wali Kota dan Pak Wakil. Tentu saya sebagai Sekda menerjemahkan ini dengan baik kepada seluruh pimpinan OPD,” ujar Nanang.

Bagi Pemkot Serang, pakaian adat menjadi medium untuk mengenalkan sekaligus menghargai kekayaan budaya Indonesia. Para kepala dinas tidak hanya tampil sebagai pejabat pemerintahan, tetapi juga membawa pesan bahwa keberagaman merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Nanang berharap semangat tersebut tidak berhenti pada penggunaan pakaian nusantara. Nilai persatuan dan toleransi yang ditampilkan melalui busana juga harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Terlebih, ASN memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Nanang mengingatkan, semangat keberagaman yang ditampilkan para pejabat harus diikuti dengan kerja nyata.

Menurutnya, generasi saat ini memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan pengabdian, berbeda dengan para pahlawan yang berjuang dengan jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan.

“Kita hanya mengisi kemerdekaan. Dibandingkan dengan para pahlawan kita yang gugur dengan darah, dengan jiwa dan raga, kita hanya mengisi kemerdekaan,” katanya

Ia pun mengajak seluruh ASN Pemkot Serang menjadikan momentum tersebut sebagai bahan introspeksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik

“Ayo kita isi kemerdekaan ini dengan satu karya nyata dan berbuat. Khusus untuk para ASN birokrasi, ayo tunjukkan yang terbaik untuk melayani masyarakat Kota Serang,” tutur Nanang.

Dengan pakaian nusantara yang dikenakan para kepala dinas dan pejabat, Pemkot Serang ingin menunjukkan bahwa keberagaman bukan sekadar simbol. Di balik perbedaan busana dan budaya, terdapat satu tujuan yang sama, yakni menjaga persatuan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Serang.[red]

Artikel ini telah dibaca 122 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemprov Banten Kembangkan Program Pelatihan Vokasi untuk Tekan Pengangguran Terbuka

18 Agustus 2026 - 16:30

Gubernur Banten Andra Soni Apresiasi Kekompakan Warga Meriahkan HUT Kemerdekaan Ke-81 RI 

17 Agustus 2026 - 19:43

Sederhana, Gubernur Andra Soni Rayakan Lomba Agustusan Bersama Warga 

17 Agustus 2026 - 19:34

120 Warga Binaan Bebas melalui Remisi di HUT Ke-81 RI, Pemprov Banten Beri Pembinaan untuk Modal Kemandirian

17 Agustus 2026 - 18:39

Kado HUT Ke-81 RI, Gubernur Andra Soni Teken Aturan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor

17 Agustus 2026 - 15:04

HUT ke-81 RI di Kota Serang, Momentum Perkuat Persatuan dan Semangat Membangun Daerah

17 Agustus 2026 - 13:56

Trending di Banten