Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 8 Agu 2026 ·

Belajar dari Keterbatasan, Seskab Teddy Ajak Siswa Sekolah Rakyat Teladani Gubernur Andra Soni


 Gubernur Banten Andra Soni dampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya Tinjau Sekolah Rakyat di Curug Kabupaten Tangerang. Foto: Ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni dampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya Tinjau Sekolah Rakyat di Curug Kabupaten Tangerang. Foto: Ist

Kabupaten Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni terus mempermudah akses pendidikan bagi seluruh anak-anak di Provinsi Banten secara berkeadilan dan merata. Tekad itu semakin kuat karena Andra Soni pernah mengalami satu fase dalam kehidupannya mengalami kesulitan melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya.

Namun Andra Soni merasa bersyukur ternyata ada orang baik yang menolongnya untuk terus melanjutkan pendidikan sebagaimana anak-anak lain sekolah. Orang baik akhirnya menjadi orang tuja asuh.

Kisah itu diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bersama anak jalanan, calon siswa Sekolah Rakyat 07 dan 08 di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026). Tampak hadir Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, serta Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

Menurut Andra Soni, pendidikan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh negara kepada seluruh anak-anak bangsa. Pendidikan mempunyai peranan sangat penting dalam menentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan.

Oleh karena itu, Andra Soni meyakini jika salah satu cara agar kita bisa keluar dari kemiskinan, kesulitan dan keterbelakangan itu adalah melalui pendidikan. Maka dari itu, hadirnya Sekolah Rakyat (SR) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto itu merupakan harapan besar dalam rangka mencerdaskan seluruh anak bangsa.

“Hadirnya Sekolah Rakyat ini juga turut mengurangi angka putus sekolah di Provinsi Banten,” katanya.

Pada kesempatan itu Andra Soni juga mengucapkan terima kasih kepada Mensos dimana saat ini sudah ada enam sekolah perintis Sekolah Rakyat di Provinsi Banten. Ini akan menjadi modal kita untuk mendorong terwujudnya generasi unggul dan berdaya saing.

“Apalagi Provinsi Banten sebagai daerah penyangga Jakarta,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Seskab Teddy Indra Wijaya, saat berdialog dengan para calon siswa Sekolah Rakyat, mengajak untuk meneladani Andra Soni. Usaha yang keras dibarengi dengan berdoa menjadikannya sebagai gubernur.

“Patut menjadi contoh bagi adik-adik yang hampir tidak bersekolah, yang siap sekolah di Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Pada tahun 2025, lanjut Teddy, ada 165 Sekolah Rakyat dan siswanya mencapai 43 ribu anak. Pada tahun ini ada penambahan 100 Sekolah Rakyat yang menjadi cita-cita presiden.

“Cita-cita Bapak Presiden Prabowo bagaimana caranya anak-anak Indonesia bisa sekolah. Yang tidak bisa sekolah bisa sekolah, yang belum bersekolah bisa sekolah, yang putus sekolah bisa sekolah,” kata Teddy.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan, para Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sangat membantu dalam menyediakan lahan untuk sekolah. Menteri yang akrab dipanggil Gus Ipul itu menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk menambah penyelenggaraan sekolah rintisan Sekolah Rakyat di Jakarta dan sekitarnya.

“Setiap Sekolah Rakyat mampu menampung 2.000 siswa SD, SMP, SMA. Yang dijangkau dalam sekolah rintisan tambahan ini adalah anak-anak yang sebagian besar tidak sekolah dan putus sekolah,” jelasnya.

“Mereka pada jam-jam sekolah itu kadang mengamen atau bekerja di pasar-pasar atau di tempat umum. Sekarang mereka sekolah dan memiliki harapan baru untuk maju,” tambah Gus Ipul.[red]

Artikel ini telah dibaca 134 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Maesyal Rasyid Resmi Tutup Piala Bupati Cup U-17 2026

27 September 2026 - 20:47

Wabup Intan Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Budaya Hidup Sehat

27 September 2026 - 16:02

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Gubernur Banten Andra Soni Pesankan Empat Sifat Teladan Rasulullah

26 September 2026 - 22:14

Dilantik Jadi Ketua HKTI Banten, Andra Soni Jadikan Kawasan Sitandu Laboratorium Pertanian

26 September 2026 - 15:34

Kunjungi Keluarga Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda, Gubernur Andra Soni Do’a Bersama

25 September 2026 - 13:47

Annisa Mahesa Bingkai Inklusi Keuangan dengan Nilai Empat Pilar Kebangsaan

25 September 2026 - 13:23

Trending di Banten