Serang – Pemerintah Provinsi Banten akan membangun jalan dengan konfigurasi 3 lajur di Kawasan Industri Serang Barat meliputi
Kecamatan Bojonegara, Kecamatan Puloampel, dan Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
Pelebaran tahap pertama sepanjang 10 KM dari Simpang Tiga Seruni hingga Pelabuhan Bojonegara ini ditargetkan mulai tahap desain tahun ini.
Hal itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat menerima audiensi warga Kecamatan Bojonegara, Puloampel, dan Kramatwatu di Gedung Negara Provinsi Banten, Kamis (6/8/2026).
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan, total lebar ruang jalan yang direncanakan mencapai 25 meter.
“Jalan antar arah akan dilengkapi median dengan tiga lajur. Dua jalur untuk umum dan satu untuk masyarakat, termasuk dilengkapi dengan bahu jalan dan drainase,” jelas Arlan.
Pelebaran difokuskan di sisi kanan jalan. Alasannya, sisi kiri berbatasan langsung dengan SUTET dan pemukiman padat, sementara sisi kanan merupakan lahan milik kawasan industri.
Pembangunan menjadi kewenangan Kementerian karena statusnya jalan nasional. Pemprov bertugas menyiapkan DED dan pembebasan lahan yang ditargetkan selesai Desember 2026.
Andra menyebut pelebaran ini mendesak karena kondisi jalan saat ini sudah sangat padat. Laporan dari warga yang ia terima, kemacetan di jalur tersebut bisa terjadi hingga 24 jam.
“Ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Belum lagi polusi dari ribuan kendaraan yang melintas setiap hari, bisa memperburuk kesehatan warga,” kata Andra.
Selain memperlancar mobilitas barang dan industri, pelebaran juga bertujuan mengatasi banjir tahunan melalui perbaikan sistem drainase.
Untuk memastikan proyek berjalan, Gubernur meminta Sekda membentuk Satgas lintas sektor. Satgas bertugas mengawal penataan di 3 kecamatan dan mengawasi penegakan Kepgub No. 567/2025 tentang jam operasional truk tambang.
Andra juga mendorong percepatan pembangunan interchange dari Tol Tangerang-Merak ke Bojonegara.
“Perencanaannya sudah ada. Dengan adanya interchange, aksesibilitas kendaraan akan jauh lebih mudah,” ujarnya.
Koordinator Koalisi Masyarakat Bojonegara-Puloampel Tajudin meminta agar pelebaran tidak berhenti di 10 KM, melainkan diperpanjang sampai ruas Seruni – Merak sepanjang 35 KM.
“Kami minta median dan drainasenya dibuat kuat dan sesuai spesifikasi. Drainase sekarang sangat buruk, makanya tiap tahun banjir,” katanya.
Ia juga menitipkan aspirasi lain berupa peningkatan layanan kesehatan, reklamasi lingkungan, dan optimalisasi CSR perusahaan.[red]










