Menu

Mode Gelap
Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025

Nasional · 25 Jul 2026 ·

Konferensi Sungai Indonesia 2026 Satukan Komunitas Peduli Sungai Se-Indonesia


 Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI, Tulus Laksano saat menghadiri Pembukaan Konferensi Sungai Indonesia 2026. Foto: Hadi Irawan Perbesar

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI, Tulus Laksano saat menghadiri Pembukaan Konferensi Sungai Indonesia 2026. Foto: Hadi Irawan

Mojokerto – Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 berhasil satukan seluruh Komunitas Peduli Sungai diseluruh Indonesia. Lebih kurang 170 komunitas berpartisipasi hadir dalam Konferensi yang digelar di kawasan wisata alam Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada 25–27 Juli 2026.

Ketua Pelaksana KSI 2026, Hidayat Al Ramdani menuturkan, penyelenggaraan KSI 2026 menjadi sarana silaturahmi antar komunitas yang selama ini bergerak sendiri. Selain itu, juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Taubat Ekologis Nasional yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Yang pertama poinnya adalah silaturahmi setelah sekian lama. Teman-teman komunitas ini hanya berkegiatan di wilayahnya. KSI 2026 ini menyatukan kita, dalam rangka menyambut dan mendukung program Pak Menteri Lingkungan Hidup yaitu Taubatan Ekologis,” Ungkapnya, Sabtu (25/07/2026).

Melalui KSI 2026, pria yang akrab disapa bang Dayat tersebut berharap dapat mendata lokasi yang akan ditanam oleh para komunitas peduli sungai guna mendukung program penanaman 2 Milyar pohon yang dicanakangkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat.

“Kami sudah mendata ada berapa lahan kritis atau lahan kosong untuk ditanami pohon sesuai program Pak Menteri sebanyak 2 miliar pohon. Kami berharap KSI bukan hanya kegiatan rutin, namun menjadi organisasi besar dan menjadi induk yang nanti memberikan kontribusi lebih kepada negara, itu yang kami harapkan,” tandasnya.

Konferensi yang akan berlangsung selama tiga hari kedepan akan diisi oleh kegiatan seminar dan diskusi panel, lokakarya pengelolaan sungai berbasis masyarakat, penanaman pohon di kawasan sempadan sungai, aksi bersih sungai, hingga penyusunan rekomendasi bersama yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan pelestarian lingkungan.

Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI, Tulus Laksano mengajak komunitas untuk mengaktivasi Bank Sampah.

“Program utama yaitu sungai bersih dari sampah. Sehingga yang paling efektif yaitu jangan sampai sampah masuk sungai. Jika sampah sudah masuk sungai, maka akan mahal mengangkatnya. Sehingga program buang sampah dan bank sampah perlu diaktifkan kembali agar sampah tidak masuk ke sungai,” terangnya.

Selain sampah menurut Tulus, debit air dan memperketat pengawasan terhadap industri juga perlu diperhatikan, karena keduanya memiliki efek langsung ke sungai.

“Berikutnya adalah menjaga debit dengan memperlambat aliran di hulu sungai yang nanti akan kita sampaikan di takshow. Yang ketiga tentu memperketat pengawasan terhadap industri yang berada di Brantas , Citarum, Cisedane dan Ciliwung semua sudah kita datangi untuk pengawasan industri yang berada dibatas sungai,” tegasnya.

Disinggung terkait dukungan yang akan diberikan KLH, ia menuturkan jika rencana kerja yang ada akan dihubungkan dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kita akan menyusun rencana kerja setelah ini. Setelah keluarnya rencana kerja nanti akan kita gandengkan dengan CSR perusahaan. Jadi nantinya perusahaan-perusahaan akan mengambil program atau rencana kerja yang diajukan. Sehingga kepastian berjalannya program bisa ditentukan,” terangnya.

Terakhir, ia juga berpesan agar semua komunitas tetap bersemangat dalam menjaga sungai.

Pemilihan Sumber Gempong sebagai lokasi KSI dinilai sebagai cerminan semangat pelestarian lingkungan. Kawasan wisata berbasis sumber mata air tersebut dikenal sebagai salah satu destinasi yang mengedepankan keseimbangan antara konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan wisata berkelanjutan.

Melalui KSI 2026, para pemerhati sungai berharap terbentuk jejaring nasional yang semakin solid, sehingga gerakan menjaga sungai tidak lagi berjalan secara parsial, melainkan menjadi gerakan bersama yang mampu mendorong terwujudnya sungai-sungai Indonesia yang bersih, sehat, dan lestari.

Dalam sambutannya, Kepala DLH Provinsi Jawa Timur, Nurcholis menyampaikan, terkait urusan sungai sudah ada program tiap tahun dengan melibatkan pihak terkait.

“Untuk sungai, beberapa hal sudah kami lakukan di Jawa Timur, ada program tiap tahun seperti Susur Sungai dan Patroli Sungai. Bahkan untuk pelaksanaan Susur Sungai, sempat melibatkan 1000 anggota Marinir. Tidak hanya itu, DLH Provinsi Jawa Timur juga mempunyai program Permata atau Perlindungan Mata Air,” tuturnya.

Lanjut Nurcholis, sungai di Jawa Timur tidak sebesar sungai-sungai di Papua dan Kalimantan, namun jumlah sungai-sungai kecil yang berjumlah hingga ratusan memiliki permasalahan sendiri seperti pencemaran, polusi dan kewenangannya.

“Sungai di Jawa Timur tidak sebesar itu, tapi sungai kecil yang melintas ada sekitar seratus lebih. Kewenangannya pun sudah dibagi antara pusat, Bengawan Solo, Brantas maupun provinsi. Demikian juga pencemaran oleh industri, jumlahnya cukup banyak. Untuk menanganinya wajib dilakukan kordinasi yang baik dengan semua pihak,” pungkasnya. [Hadi Irawan]

Artikel ini telah dibaca 138 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BNI inisatif Melaporkan Skandal KUR Petani di Jember, Kawendra Apresiasi Dan Dorong Pembenahan Internal

14 Juli 2026 - 22:55

Jampidsus Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Pertambangan Mineral Bukan Logam

9 Juli 2026 - 07:54

Ahmad Chalil Gibran Resmi Mencalonkan Ketua Umum PB SEMMI Periode 2026-2028

6 Juli 2026 - 18:21

Mas Kawe Hadiri Segoro Topeng Kaliwungu 2026, Dukung Lumajang Jadi Destinasi Wisata Budaya Nasional

28 Juni 2026 - 19:16

Menteri LH Tegaskan Posisi Indonesia Terkait Standar Kredit Keanekaragaman Hayati Global

26 Juni 2026 - 23:19

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Fasilitasi Pembentukan Satgas Mitigasi PHK

26 Juni 2026 - 20:39

Trending di Nasional