Menu

Mode Gelap
Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30

Banten · 19 Mei 2026 ·

Gubernur Andra Soni: Pelayanan Kesehatan Perlu Adaptasi Perkembangan Teknologi


 Gubernur Banten Andra Soni Didampingi Kadinkes Banten Ati Paramudji Hastuti saat menjadi Narasumber Seminar Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia. Ballroom Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Foto: ist Perbesar

Gubernur Banten Andra Soni Didampingi Kadinkes Banten Ati Paramudji Hastuti saat menjadi Narasumber Seminar Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia. Ballroom Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Foto: ist

Jakarta – Pelayanan kesehatan saat ini tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional. Pelayanan kesehatan perlu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Melalui Program Mobile Klinik, Pemerintah Provinsi Banten ingin program ini mendorong pemerataan kesehatan.

“Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan program Mobile Klinik berbasis telemedicine sebagai pelengkap pelayanan kesehatan,” ungkap Andra Soni dalam Seminar Transformasi Digital Layanan Kesehatan di Indonesia. Ballroom Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jl. Gatot Subroto No. 10, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

“Topografi dan kondisi 11 ribu kilometer jalan di luar jalan nasional turut menjadi pertimbangan pelaksanaan program Mobile Klinik,” tambahnya.

Andra Soni mengungkapkan, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah dengan jumlah rumah sakit terbanyak. Namun pelayanan kesehatan belum merata karena luasnya wilayah. Melalui Program Mobile Klinik, pelayanan kesehatan bisa semakin terjangkau bagi masyarakat.

Pemprov Banten juga sangat terbuka terhadap hasil riset dari para peneliti BRIN. Sinergi dan kolaborasi dengan para peneliti BRIN, khususnya dalam transformasi digital bidang kesehatan, menurutnya dapat menghasilkan inovasi yang saat ini sudah diterapkan di Banten, yaitu Mobile Klinik berbasis telemedicine.

Dari seminar ini, lanjut Andra Soni, Pemprov Banten mendapatkan beberapa rekomendasi penting. Pertama, mengenai keamanan data medis pasien. Kedua, peningkatan literasi digital baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat. Ketiga, inovasi alat kesehatan dalam negeri yang lebih terjangkau namun memiliki standar kualitas tinggi.

“Mari kita jadikan teknologi sebagai alat untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN Agus Eko Nugroho mengatakan, pelayanan kesehatan adalah aspek kritikal untuk menyambut Generasi Emas 2045. Transformasi pelayanan kesehatan secara digital juga perlu dibarengi dengan kebijakan birokrasi. Transformasi ini menyangkut isu keamanan nasional khususnya data pribadi dan data rekam medis.

“Transformasi bukan sekadar pengadaan alat tapi peningkatan pelayanan kesehatan. Pengembangan telemedicine ke depan sangat penting untuk pelayanan kesehatan yang inklusif,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini program Mobile Klinik Provinsi Banten melayani tiga wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Salah satu petugas Mobile Klinik, Apoteker Ijat mengatakan, satu tim Mobile Klinik terdiri dari dokter, dua perawat, apoteker, dan sopir.

“Masyarakat menyambut antusias Mobile Klinik. Pernah melayani 100 orang lebih saat Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan USG juga disambut antusias para ibu hamil karena layanan ini jarang ada di pedesaan,” ungkap Ijat.

Setiap hari, Mobile Klinik melakukan berkeliling ke sejumlah daerah kecuali pada hari libur. Dinas Kesehatan Kabupaten dan puskesmas akan menentukan lokasi kunjungan. Prioritasnya adalah daerah yang tidak termasuk kategori pelosok, tetapi sulit dijangkau. Misalnya seperti di Desa Cikedung, Kabupaten Serang.

“Mobile Klinik dilengkapi X-ray, USG, dan EKG. Pelayanan dan obat gratis tanpa dipungut biaya,” katanya.[red]

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan Demi Percepatan Pelayanan dan Infrastruktur

18 Mei 2026 - 19:57

Gubernur Andra Soni Perintahkan Jajarannya Respons Cepat Kebutuhan dan Permasalahan di Masyarakat

18 Mei 2026 - 17:37

Gubernur Banten Andra Soni Optimistis Anyer-Carita Kembali Jadi Destinasi Wisata Unggulan

17 Mei 2026 - 19:59

Gubernur Andra Soni: Festival Storytelling Lestarikan Cerita Rakyat dan Bangun Karakter Anak

17 Mei 2026 - 16:56

Berasa Gak? Banten Diguncang Gempa 4,0 Magnitudo

15 Mei 2026 - 10:15

Buka SMI KOMDA Banten Cup II, Gubernur Andra Soni Sebut Disiplin Jadi Kunci Atlet Raih Prestasi

14 Mei 2026 - 19:33

Trending di Banten