Menu

Mode Gelap
JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim Berangsur Surut, 195 Petugas DLH Kota Tangerang Terus Bergerak Angkut Sampah Sisa Banjir Bupati Tangerang Terima Penghargaan Kabupaten Inspiratif Swasembada Pangan Mitra Adhyaksa 2025 Wabup Intan Nurul Hikmah Lepas Fun Walk San Mon 30 Hari Kebaya Nasional, Gubernur Banten Andra Soni: Simbol Identitas Perempuan Indonesia

Kabupaten Tangerang · 29 Apr 2026 ·

Pemkab Tangerang Siap Perkuat Integrasi Aglomerasi dan Layanan Publik


 Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat menghadiri Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi sebagai bagian dari rangkaian Sustainable Aglo-City Summit 2026 di Hotel Novotel, BSD City. Foto: ist Perbesar

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat menghadiri Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi sebagai bagian dari rangkaian Sustainable Aglo-City Summit 2026 di Hotel Novotel, BSD City. Foto: ist

Kabupaten Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional Diskusi Aglomerasi sebagai bagian dari rangkaian Sustainable Aglo-City Summit 2026 di Hotel Novotel, BSD City, Rabu (29/4/2024).

Penunjukan tuan rumah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan kolaboratif antara wilayah penyangga dan DKI Jakarta serta daerah di Banten dan Jawa Barat, sebagai respons terhadap kebijakan aglomerasi pemerintah pusat.

Dalam kesempatannya, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa sinkronisasi kebijakan antarwilayah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Pemkab Tangerang berkomitmen penuh dan siap bersinergi serta berkolaborasi untuk mengembangkan wilayah yang terpadu dan saling berhubungan.

“Kabupaten Tangerang sangat siap menjalankan peran strategis ini. Kita tidak bisa berjalan sendiri dalam mengelola wilayah yang sudah saling terhubung secara ekonomi dan sosial,” ujar Bupati Maesyal.

Lanjut dia, salah satu fokus utama dalam seminar nasional ini adalah integrasi transportasi dan infrastruktur, termasuk rencana pengembangan MRT yang menghubungkan Jakarta dan Tangerang guna meningkatkan mobilitas masyarakat.

“Integrasi sarana transportasi, khususnya pengembangan MRT Jakarta-Tangerang, adalah kebutuhan mendesak agar masyarakat memiliki pilihan mobilitas yang efisien, aman, dan terintegrasi,” tandasnya

Selain itu, sektor lingkungan juga menjadi perhatian, khususnya rencana pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Jatiwaringin yang membutuhkan koordinasi lintas wilayah terkait infrastruktur dan logistik.

“Terkait pengolahan sampah di Jatiwaringin, kita merancang integrasi mulai dari akses jalan hingga teknologi pengolahan agar memberi nilai tambah berupa listrik,” jelasnya.

Di sektor ekonomi, penguatan pertanian dan ekonomi kerakyatan juga dibahas melalui sinkronisasi program Asta Cita untuk mendorong pembangunan dari tingkat desa.

“Kita ingin aglomerasi tidak hanya dinikmati industri besar, tetapi juga memperkuat ekonomi desa agar petani dan UMKM tetap menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan bahwa kegiatan seminar ini merupakan respons atas dinamika pembangunan Kabupaten Tangerang yang semakin kompleks sebagai bagian dari kawasan aglomerasi Jabodetabekpunjur.

Perkembangan wilayah yang pesat, lanjutnya, membawa berbagai tantangan strategis seperti pengelolaan persampahan, konektivitas transportasi publik, serta ketahanan pangan di tengah meningkatnya tekanan urbanisasi.

“Dalam konteks tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang memandang perlu adanya ruang diskusi strategis yang mampu mempertemukan berbagai perspektif, baik dari pemerintah, akademisi, maupun praktisi, guna merumuskan solusi yang komprehensif, terintegrasi, dan implementatif,” ujar Soma.

Ia menambahkan, seminar nasional ini bertujuan mengidentifikasi isu-isu strategis, mendorong lahirnya gagasan inovatif, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan daerah dalam menentukan arah pembangunan ke depan.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa konsep aglomerasi memiliki prospek masa depan yang cerah, selama tidak terjebak dalam birokrasi kelembagaan formal yang rumit.

“Pemerintah pusat berkomitmen menjadi jembatan bagi para kepala daerah dalam mengakses dukungan kebijakan maupun pendanaan. Fokus pada isu sektoral, petakan masalahnya, dan langsung eksekusi,” ujar Bima Arya.

Ia menambahkan, melalui kerja sama erat antara Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, serta dukungan pemerintah pusat, kawasan aglomerasi ini diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menghadirkan pelayanan publik yang modern dan terintegrasi bagi masyarakat luas.

Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan Deklarasi Aglomerasi yang ditandai dengan permainan angklung secara bersama-sama oleh perwakilan sejumlah daerah di kawasan Jabodetabekpunjur.[red]

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Targetkan 15 Ruas Jalan Bebas Kabel Udara Tanpa Gunakan APBD

29 April 2026 - 18:40

HUT Gunung Kaler Ke-20, Bupati Tangerang Dorong Penguatan Spiritualitas dan Ekonomi UMKM

27 April 2026 - 17:10

Bupati Tangerang Ajak Perusahaan Gotong Royong Perbaiki Jalan Akses Menuju Kawasan

27 April 2026 - 15:03

Bupati Tangerang Resmikan Masjid Madinatul Umidiah Desa Bojong Renged Teluknaga

25 April 2026 - 22:58

Bangga! Bupati Tangerang Raih Penghargaan Economic Growth Ajang National Governance Awards 2026

24 April 2026 - 23:28

50 Tahun Perumdam TKR, Komitmen Mutu Pelayanan Air Bersih

24 April 2026 - 22:25

Trending di Kabupaten Tangerang