Serang – Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami optimistis kinerja perseroan akan semakin solid seiring bertambahnya jumlah kabupaten dan kota yang bekerja sama dalam pengelolaan RKUD. Selain menargetkan laba bersih Rp75 Milyar Pihaknya juga memproyeksikan tambahan potensi pengelolaan kredit mencapai hampir Rp3 triliun.
“Sesuai rencana bisnis bank tahun 2026, proyeksi laba bersih kami di akhir tahun adalah Rp75 miliar. Namun, kami berupaya sungguh-sungguh untuk mencapai di atas target tersebut,” Ungkap Busthami saat RUPST dan Public Expose Bank Banten yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan KP3B Serang, Banten.
Berdasarkan laporan kinerja tahun 2025, Bank Banten mencatatkan total aset menembus angka di atas Rp10 triliun, kredit yang diberikan mencapai Rp5,07 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) Sebesar Rp6,42 triliun. Kualitas kredit perbaikan signifikan pada rasio Gross Non-Performing Loan (NPL) yang kini berada di bawah 5 persen.
“Keikutsertaan kabupaten dan kota dalam mempercayakan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kepada Bank Banten memberikan implikasi langsung terhadap peningkatan kinerja, terutama pada penyaluran kredit ASN dan PPPK,” Sambungnya.
Bank Banten telah menyiapkan sejumlah strategi utama, di antaranya yakni melakukan akselerasi digital pengembangan produk dan layanan digital sebagai suatu keniscayaan perbankan modern, efisiensi operasional, perbaikan proses bisnis, pengelolaan biaya yang lebih ketat dan peningkatan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan produktif.
“Bank Banten berkomitmen untuk terus berbenah guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Banten,” Pungkasnya.[red]











