Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang Perkuat Tata Kelola Organisasi dan Pelayanan Umat, MUI Kota Tangerang Terapkan ISO 9001:2015 Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, DP3AP2KB Tangsel Bekali Masyarakat Manajemen Stres dan Dukungan Psikologi Awal Tinawati Andra Soni Raih Kartini Awards Atas Dedikasi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga  JMSI Kabupaten Tangerang Tebar Kepedulian Ramadan, Bagikan Takjil, Sembako, hingga Santuni Yatim

Banten · 14 Apr 2026 ·

Harga Plastik Naik, Aktivis Lingkungan: Momentum Komunikasi Perubahan Perilaku


 Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus saat Aksi Bebersih Kali Ledug Periuk. Foto: Tyo Perbesar

Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung), Ade Yunus saat Aksi Bebersih Kali Ledug Periuk. Foto: Tyo

Tangerang – Lonjakan harga plastik yang naik hingga 100% pada Awal April 2026 yang dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku global akibat konflik timur tengah, menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat untuk lepas dari ketergantungan plastik sekali pakai.

Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) Ade Yunus saat Ngopi Circular Economies di Banksasuci Cihuni, Senin, 13 April 2026.

“Sebagian besar sampah yang kita bersihkan di Sungai Cisadane dan sejumlah kali mayoritas adalah sampah plastik yang berpotensi menjadi mikroplastik yang masuk ke dalam rantai makanan manusia. Dengan adanya kenaikan harga plastik ini menjadi momentum perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai,” Ungkap Ade, Senin (13/04/2026).

Dampak sampah plastik yang mencemari sungai dan kali  bukan hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga pada kesehatan dan ekonomi. Mulai dari banjir akibat saluran tersumbat sampah plastik, kerusakan ekosistem laut, hingga penurunan pendapatan nelayan akibat berkurangnya hasil tangkapan.

“Membawa tumbler dan tas belanja kain sendiri merupakan langkah kecil konkret yang dilakukan atas kesadaran kolektif memiliki dampak signifikan terhadap pengurangan sampah plastik,” Tegasnya.

Peran pemerintah daerah selalu pemangku kebijakan juga diperlukan melalui diterbitkannya Surat Edaran pengurangan sampah plastik.

“Makan minum untuk keperluan rapat dan kegiatan kedinasan baiknya dikurangi penggunaan plastik melalui Surat Edaran Kepala Daerah, sehingga relate dengan kondisi saat ini dan menjadi pemicu Circular Economi,” Pungkasnya. [red]

 

Artikel ini telah dibaca 119 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mitigasi Penyimpangan, Pemprov Banten Perkuat Pengawasan Berbasis Risiko APIP

28 Oktober 2026 - 20:48

Gubernur Andra Soni Ingatkan Pejabat Pemprov Banten Jaga Amanah, Integritas, dan Kepercayaan Masyarakat

28 Oktober 2026 - 15:09

Gubernur Banten Apresiasi Pemuda Berprestasi pada Hari Sumpah Pemuda, Termasuk Atlet Boccia Handayani

28 Oktober 2026 - 12:03

Audiensi Bank Banten dengan Kapolda Banten, Jajaki Penguatan Sinergi Kelembagaan

27 Oktober 2026 - 22:29

Gubernur Banten Andra Soni Tekankan Penyelenggara Negara di Banten Perkuat Integritas

27 Oktober 2026 - 14:00

Cegah Kekerasan Anak, Pemprov Banten Siapkan Pemantauan Kasus secara Real-Time

26 Oktober 2026 - 20:19

Trending di Banten