Serang – Pemerintah Provinsi Banten melalui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti menyebutkan bahwa realisasi investasi di Provinsi Banten sepanjang tahun 2025 menembus Rp130,2 triliun atau melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah pusat serta naik ke peringkat empat terbesar nasional.
Capaian tersebut secara resmi diumumkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi dan Hilirisasi yang dihadiri secara Daring oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) se-Indonesia.
“Alhamdulillah, capaian ini mencapai 108,91 persen dari target sebesar Rp119,5 triliun. Hal ini sekaligus mengantarkan Banten naik ke peringkat empat terbesar nasional,” ujarnya di Serang, Banten, Jumat.
Virgojanti menjelaskan kenaikan peringkat dari posisi kelima ke posisi keempat tersebut tidak lepas dari tingginya kepercayaan investor terhadap iklim berusaha di Banten.
Menurut dia, total investasi Rp130,2 triliun tersebut didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp73,2 triliun, disusul penanaman modal asing (PMA) sebesar 5,2 miliar dolar AS.
Ia menyoroti kinerja sektor hilirisasi yang tumbuh signifikan. Sepanjang 2025, sektor ini mencatatkan realisasi sebesar Rp41,3 triliun.
“Khusus pada triwulan IV 2025, hilirisasi menyumbang Rp17,5 triliun. Ini membuktikan bahwa arahan pemerintah pusat terkait hilirisasi berjalan efektif di Banten,” katanya.
Virgojanti menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas daerah.
Kondusivitas wilayah dinilai menjadi faktor kunci bagi kenyamanan para investor. Ia berharap tren positif ini dapat berlanjut pada 2026, dengan fokus tidak hanya pada nominal investasi, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat.
“Investasi harus memberikan efek berganda. Harapan kami, kinerja investasi yang semakin berkualitas ini mampu membuka lapangan kerja lebih luas dan memperkuat struktur ekonomi Banten secara berkelanjutan,” sambungnya .
Virgojanti mengaku capaian gemilang ini merupakan buah dari sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas dan iklim investasi di Banten.
”Capaian realisasi investasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas daerah. Hal ini memberikan dampak positif dan kepercayaan bagi para investor terhadap iklim investasi di Provinsi Banten,” tandasnya. [red]










