Kota Tangerang – Longsornya tumpukan sampah di Pintu 1 TPA Rawa Kucing, Neglasari Kota Tangerang pada Selasa (26/08/2025) Sore yang menghambat akses jalur pembuangan sampah dan membuat antrean panjang truk sampah, mendapatkan tanggapan kritis dari Aktivis Lingkungan Hidup, Ade Yunus.
Ade mengatakan bahwa acap kali dirinya mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang akan potensi longsoran di TPA Rawa Kucing.
“Gak heran, sudah sering kita ingatkan untuk melakukan mitigasi potensi bencana di TPA Rawa Kucing, salahsatunya rentan longsor, cuma kan ngeyel,”Ungkap Ade, Kamis (28/08/2025).
Koordinator Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) tersebut mengingatkan bahwa longsoran di TPA Rawa Kucing tersebut sebagai sirine pengingat untuk senantiasa waspada potensi Bencana.
“Ini kan sirine bagi pengelola TPA dan Dinas, bahwa potensi longsor, ledakan dan rentan kebakaran harus segera diantisipasi, jangan nunggu jatuh korban,” Tegasnya.
Sambil menunggu Revisi Perpres Percepatan PSEL yang sebentar lagi disahkan, Ade meminta pengelola TPA untuk melakukan penataan tumpukan sampah.
“lakukan penataan dan pemadatan sampah, pembentukan lereng menjadi terasering atau sengkedan untuk mengurangi kemiringan lereng dan menjaga stabilitas, pembangunan sistem drainase yang baik untuk mengalirkan air menjauh dari lereng sampah dan mencegah genangan, penanaman vegetasi dengan perakaran dalam seperti Bambu, dan pembangunan dinding penahan untuk menstabilkan tumpukan sampah (misalnya dengan anchorage wall atau woven geotextile) untuk mencegah tanah rembes dan memperkuat tumpukan sampah,” Pungkasnya. [red]











